Selasa, 06 Okt 2026
  • Pondok Pesantren Putri IMMIM Pangkep, Pesantren yang khusus menerima santri putri ini, kampusnya berada di bilangan jalan poros Kecamatan Minasatene Kabupaten Pangkep

Kitab ‘Aqidah Thahawiyah dan Pengijazahannya

Kitab 'Aqidah Thahawiyah dan Pengijazahannya

Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)

BLOGGURU – Apa dan bagaimana itu ‘Aqidah Thahawiyah? Al-Aqidah ath-Thahawiyyah (bahasa arab: العقيدة الطحاوية) adalah sebuah kitab tentang rangkuman ‘Akidah Islam yang ditulis oleh Imam Abu Ja’far Ath-Thahawi (wafat Tahun 321 H atau Tahun 932/933 M). Kitab ‘Aqidah ini merupakan buku pedoman Tauhid yang terdiri dari 105 poin inti keyakinan dalam pandangan Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Kitab ini secara historis telah menjadi kitab ‘Akidah yang paling diakui oleh mayoritas muslim dari seluruh mazhab akidah Sunni. (Lihat: Al-Khumais, DR. Muhammad bin Abdurrahman (2008). “Penjelasan Mudah Al-Aqidah Ath-Thohawiyah.” Yogyakarta: Pustaka Muslim).

Kitab Al-Aqidah ath-Thahawiyyah ini diterima secara luas oleh para ulama, sehingga banyak di antara mereka yang menulis syarah atau penjelas atas kitab tersebut. Meski perlu diketahui, bahwa ada di antara kitab-kitab syarah tersebut yang justru merusak dan memutarbalikkan kebenaran yang ada di dalamnya, sehingga syarah mereka masih harus dikaji ulang dan diluruskan karena bertentangan dengan akidah yang dimaksud oleh Imam Abu Ja’far ath-Thahawi.

Di antara kitab-kitab syarah yang lurus adalah kitab ini, yang judul aslinya adalah: at-Ta’liqat al-Mukhtasharah ‘Ala Matni al-Aqidah ath-Thahawiyah. Kitab ini memiliki keunggulan yang patut dicermati oleh setiap Muslim yang ingin mempelajari dasar-dasar akidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah berdasarkan Manhaj as-Salaf ash-Shalih.

Syaikh Dr. Shalih bin Fauzan al-Fauzan, menempuh metode yang sederhana dan mudah dicerna semua kalangan, tanpa mengurangi nilai ilmiah yang memang dimuat oleh pokok-pokok masalah yang diusung oleh manuskrip aslinya.  Keunggulan lainnya yang sebenarnya sangat substansial adalah, bahwa Syaikh al-Fauzan mengoreksi dan memberikan catatan valid terhadap beberapa poin dari matan ath-Thahawiyah yang oleh banyak ulama dianggap kurang sejalan dengan Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Artinya, kekurangan dan masalah yang mengandung kritik dalam matan aslinya diluruskan dan dilengkapi oleh penulis; yang menunjukkan bahwa beliau memang seorang ulama besar yang memiliki kapasitas untuk mensyarah kitab semisal al-Aqidah ath-Thahawiyah.

Sisi lain yang juga menambah kekuatan kitab ini, adalah bahwasanya semua hadits dan atsar yang dijadikan dalil oleh Syaikh telah ditakhrij dari referensi-referensi yang valid. Semoga kita termasuk orang yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti yang terbaik darinya.

Berikut ini beberapa kitab syarah dari Kitab ‘Akidah Imam Thahawi ini, baik dari kalangan Ahlussunnah wal Jama’ah (Asy’ariyah dan Maturidiyyah) maupun dari kalangan Salafi atau pengikut Ibnu Taimiyah. Di antara syarah tersebut adalah:

1. Bayân I’tiqad Ahlis Sunnah Wal Jama’ah: yang ditulis oleh Ismail bin Ibrahil al-Syaibani al-Hanafi;

2. Syarh al-‘Aqidah al-Thahawiyyah: yang ditulis oleh Sirajuddin al-Ghaznawi al-Hanafi al-Maturidi;

3. Syarh al-‘Aqidah al-Thahawiyyah: yang ditulis oleh Akmaluddin al-Babarti al-Hanafi al-Maturidi;

4. Syarh al-‘Aqidah al-Thahawiyyah: yang ditulis oleh Almaula Abu Abdillah Mahmud bin Muhammad bin Ishaq al-Hanafi al-Maturidi;

5. Izhhar al-‘Aqidah al-Sunniyyah fi Syarh al-‘Aqidah al-Thahawiyyah: yang ditulis oleh Abdullah al-Harari al-Syafi’i;

6. al-Durrah al-Bahiyyah fi Halli Alfâzh al-‘Aqidah al-Thahawiyyah: yang ditulis oleh Abdullah al-Harari al-Syafi’i;

7. Al-Syarh al-Kabîr Ala al-‘Aqidah al-Thahawiyyah: yang ditulis oleh Dr. Sa’id Foudah;

8. Syarah oleh Ibnu Abil Izz al-Hanafi (pengikut Ibnu Taimiyyah) ini adalah kitab penjelasan yang paling populer di Arab Saudi. Namun demikian banyak ulama yang mengkritik kitab syarh ini karena menyimpang dari isi kitab al-Aqidah al-Thahawiyyah itu sendiri.

9. Ta’liq Al-Aqidah ath-Thahawiyah oleh Abdul Aziz bin Baz, yaitu mufti Arab Saudi terdahulu.

10. Al-Qala’id Fi Syarhil Aqa’id oleh Ibnus Siraj ad-Dimashqi al-Hanafi.

11. Syarah dan Ta’liq oleh Nashiruddin al-Albani.

12. Al-Muyassar kitab penjelasan ringan oleh DR. Muhammad Al-Khumais.

dan lain-lainnya. (Lihat: Al-Albani, Muhammad Nashiruddin (2005). “Aqidah Thahawiyah: Syarh & Ta’liq’. Yogyakarta: Media Hidayah).

Tentang kitab ‘Aqidah Athahawiy ini Imam As-Subki pernah menyatakan, “Empat mazhab menetapkan bahwa akidah Imam Ath-Thahawi diterima oleh para ulama baik salaf (yang terdahulu) maupun khalaf (yang belakangan)”.

Demikian catatan singkat tentang Kitab ‘Aqidah Athahawiyah ini. Semoga bermanfaat adanya. Barakallahu fiikum. (*)

 

(* Muhammad Farid Wajdi, Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep.

Immim pangkep

Tulisan Lainnya

Obat Hati
Oleh : Immim pangkep

Obat Hati

0 Komentar

KELUAR