Selasa, 06 Okt 2026
  • Pondok Pesantren Putri IMMIM Pangkep, Pesantren yang khusus menerima santri putri ini, kampusnya berada di bilangan jalan poros Kecamatan Minasatene Kabupaten Pangkep

Perbedaan Pengertian dan Makna Kosakata Bahasa Arab: Murid, Tilmidz, dan Talib

Perbedaan Pengertian dan Makna Kosakata Bahasa Arab: Murid, Tilmidz, dan Talib

Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)

BLOGGURU – Di kalangan santri atau warga Pondok Pesantren, tiga kosakata Bahasa Arab ini adalah kosakata yang hampir setiap hari terdengar dan diucapkan, yaitu kata: Murid, Tilmidz dan Talib. Sekilas ketiga kata ini memiliki pengertian dan makna yang sama, apa yang membedakannya, mari kita bedah ketiga kata dalam bahasa Arab ini: مريد (murīd), تلميذ (tilmīdh), dan طالب (ṭālib).

1.  Kata “murid” (مُرِيد ) berasal dari akar kata: أراد – يُرِيدُ (arada – yurīdu) yang berarti “ingin atau menginginkan”. Makna dasarnya adalah orang yang ingin, berkehendak, atau mencari sesuatu.

Dalam bahasa umum bisa berarti “murid” sebagai seseorang yang menginginkan ilmu. Dalam tradisi tasawuf, Murīd berarti seorang pencari spiritual atau pengikut tarekat yang berguru kepada seorang mursyid (guru rohani). Jadi, murīd lebih menekankan pada kehendak atau niat kuat untuk belajar/mencari ilmu/maqām spiritual.

Jadi, kata murid dalam Bahasa Indonesia berasal dari Bahasa Arab, “murid” (مُرِيد) yang sebenarnya merupakan isim fa’il (kata pelaku) dari kata kerja أراد (arada) yang berarti menghendaki atau menginginkan. Dengan demikian, murid pada mulanya berarti seseorang yang memiliki keinginan kuat terhadap sesuatu, khususnya terhadap ilmu atau jalan tertentu.

Contoh kalimat:

 أنا مُرِيدُ العِلْمِ

 anā murīdu al-ʿilm 

:Artinya
“Saya adalah seorang yang ingin (mencari) ilmu.”

 المُرِيدُ يَتَّبِعُ شَيْخَهُ

 al-murīd yat-tabiʿu shaykha

:Artinya
 “Seorang murid (pencari spiritual) mengikuti gurunya ”

2. Kata  تِلْمِيذ (tilmīdh) berasal dari akar kata: تلمذ (talmazha) yang berarti berhubungan dengan proses belajar / dididik. Makna dasar: murid atau siswa pada level sekolah dasar hingga menengah.

Umum kata “murid” dipakai di dunia pendidikan formal modern. Misalnya: تلميذ في المدرسة (tilmīdh fī al-madrasah) yang merujuk kepada pengertian “siswa di sekolah” atau lebih merujuk ke status resmi sebagai siswa dalam institusi pendidikan.

Contoh kalimat:

 التِلْمِيذُ في المَدرَسَةِ
 at-tilmīdh fī al-madrasah 

Artinya:
 “Siswa itu berada di sekolah.”

 التِلْمِيذُ يَكتُبُ دَرسَهُ
 at-tilmīdh yaktubu darsahu 

Artinya:
  “Siswa menulis pelajarannya.”

3. Kata طَالِب (ṭālib) berasal dari akar kata: طلب – يطلب (ṭalaba – yaṭlub) yang berarti “mencari / menuntut”. Makna dasarnya adalah orang yang mencari (penuntut). Konteksnya digunakan untuk menyebut mahasiswa atau pelajar pada tingkat lebih tinggi (universitas / pesantren). Misalnya: طالب علم (ṭālib ʿilm) → “penuntut ilmu” atau menunjukkan kesadaran aktif bahwa ia memang mencari ilmu.

Contoh kalimat:

 أَنا طَالِبٌ في الجَامِعَةِ
 anā ṭālibun fī al-jāmiʿah

:Artinya
“Saya adalah mahasiswa di universitas ”

الطَّالِبُ يَطلُبُ العِلْمَ
 aṭ-ṭālib yaṭlubu al-ʿilma 

:Artinya
“Mahasiswa menuntut ilmu ”

Perbedaan Utama ketiganya adalah Murīd (مريد) merujuk kepada penekanan: kehendak / niat belajar, sering dipakai di dunia tasawuf, sedang Tilmīdh (تلميذ) menekankan pada status formal sebagai siswa, biasanya anak sekolah dan Ṭālib (طالب) menekankan pada aktivitas menuntut ilmu, lebih sering untuk mahasiswa atau pelajar dewasa.

Berikut ini tabel ringkas perbandingan kata: murid, tilmidz, dan talib biar lebih mudah dipahami?

Kata Arab Akar Kata Arti Harfiah Konteks Penggunaan Nuansa Makna
مُرِيد (murīd) أراد – يريد (arada – yurīdu) → “ingin, menghendaki” Orang yang ingin / berkehendak Dunia umum: murid; Tasawuf: pengikut tarekat (pencari spiritual) Menekankan niat & keinginan kuat untuk belajar/mencapai sesuatu
تِلْمِيذ (tilmīdz) تلمذ (talmazha) → belajar/dididik Murid, siswa Pendidikan formal (SD–SMA) Menekankan status resmi sebagai siswa dalam institusi pendidikan

طَالِب    (ṭālib)

طلب – يطلب (ṭalaba – yaṭlub) → “mencari, menuntut” Penuntut, pencari Pesantren, universitas, pendidikan tinggi Menekankan aktivitas aktif mencari ilmu (penuntut ilmu/mahasiswa)

Jadi, Murīd fokus pada niat (spiritual atau umum), sedang Tilmīdh  fokus pada status siswa (sekolah) dan Ṭālib fokus pada aktivitas menuntut ilmu (serius/lanjut). Demikian catatan singkat ini. Semoga bermanfaat adanya. Barakallahu fiikum. (*)

 

Minasatene-Pangkep, 7 September 2025

(* Muhammad Farid Wajdi, Guru/Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep, Sulsel.

Immim pangkep

Tulisan Lainnya

Keutamaan Puasa Ramadhan
Oleh : Immim pangkep

Keutamaan Puasa Ramadhan

0 Komentar

KELUAR