
Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)
Related Post: Syuruth as Shalah wa Arkanuha wa Wajibatuha
BLOGGURU – Shalat-shalat sunnah sebelum dan sesudah shalat wajib disebut juga shalat sunnah rawatib. Yang bagaimana itu shalat sunnah rawatib? Yaitu sholat sunnah qobliyah (sebelum) dan ba’diyah (sesudah) sholat wajib, yang terbagi atau dibagi menjadi dua:
1. Sholat sunnah rawatib muakkadah (yang ditekankan) ada 12 raka’at.
2. Sholat sunnah rawatib ghairu muakkadah (yang dianjurkan) juga ada 12 raka’at.
Shalat Sunnah rawatib Muakkadah
Rasulullah ﷺ bersabda,
Artinya:
“*Tidaklah seorang muslim melakukan sholat sunnah karena Allah setiap hari sebanyak 12 raka’at yang bukan sholat wajib, kecuali Allah akan membangunkan baginya sebuah rumah di surga.” [HR. Muslim dari Ummu Habibah radhiyallahu’anha]
Dalam riwayat lain disebutkan,
Artinya:
“*Empat raka’at sebelum zhuhur, dua raka’at setelah zhuhur, dua raka’at setelah maghrib, dua raka’at setelah isya, dan dua raka’at sebelum shubuh.” [HR. At-Tirmidzi dari Aisyah dan Ummu Habibah radhiyallahu’anhuma, Shahihul Jaami’: 6183]
Dan yang paling utama dari seluruh sholat sunnah qobliyah (sebelum) dan ba’diyah (sesudah) sholat wajib adalah sholat sunnah fajar, yaitu qobliyah Shubuh.
Rasulullah ﷺ bersabda,
Artinya:
“Sholat sunnah dua raka’at sebelum Shubuh lebih baik daripada dunia dan isinya.” [HR. Muslim dari Aisyah radhiyallaahu’anha]
Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu’anha berkata,
Artinya:
“Tidak ada sholat sunnah yang paling dijaga Nabi shallallahu’alaihi wa sallam melebihi sholat dua raka’at sebelum Shubuh.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim]
Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu’anha juga berkata,
Artinya:
“Bahwa Nabi shallallahu’alaihi wa sallam tidak pernah meninggalkan empat raka’at sebelum Zhuhur dan dua raka’at sebelum Shubuh.” [HR. Al-Bukhari]
Berdasarkan hadits-hadits yang mulia di atas, maka sholat sunnah rawatib muakkadah ada 12 raka’at : 2 raka’at sebelum Shubuh, 4 raka’at sebelum Zhuhur (dikerjakan 2 raka’at salam, lalu 2 raka’at salam), 2 raka’at setelah Zhuhur, 2 raka’at setelah Maghrib, dan 2 raka’at setelah Isya.
Shalat Sunnah Rawatib Ghairu Muakkadah
🕌 Sholat sunnah rawatib ghairu muakkadah juga 12 raka’at:
▫️2 raka’at tambahan setelah Zhuhur, sehingga menjadi 4 raka’at.
▫️4 raka’at sebelum Ashar (dikerjakan 2 raka’at salam, lalu 2 raka’at salam).
▫️2 raka’at sebelum Maghrib.
▫️2 raka’at sebelum Isya.
▫️2 raka’at tambahan setelah Isya, sehingga menjadi 4 raka’at.
Jadi, kesimpulannya semua sholat wajib memiliki sholat sunnah qobliyah dan ba’diyah, kecuali Shubuh dan Ashar, tidak ada sholat sunnah ba’diyah.

Beberapa artikel tentang Shalat:
KBBI tentang kata Salat (Shalat)
Tata Cara dan Fadhilah Shalat Dhuha
Hukumnya Menjamak Shalat tanpa Uzur Syar’i?
Tata Cara Shalat Gerhana (Khusuf)
Khutbah Isra’ Mi’raj: Memperbaiki Diri dengan Menyempurnakan Shalat
Hadits Mengangkat Tangan Ketika Sholat
Kisah Habib Umar bin Hafidz Shalat di Gereja
Bolehkah Qadha Puasa Syawal di Bulan Dzulqa’dah?
Fatwa MUI tentang Panduan Kaifiat Shalat Idul Fitri saat Pandemi Covid-19
Soal-Jawab Amir HT tentang Larangan Shalat Berjamaah saat ada Wabah Penyakit
Jika berada di Losari, Shalatlah di Masjid Amirul Mukminin
Barakallahu fiikum. Semoga bermanfaat dan dapat diambil pelajaran daripadanya. (*)
(* Muhammad Farid Wajdi, Guru/Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep.