
Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)
BLOGGURU – Alhamdulillah, satu kesyukuran dan kebahagiaan tersendiri dapat mengantarkan santriwati kelas X Ponpes Modern Putri IMMIM dan diterima langsung oleh Wapimred Harian Tribun Timur, Ronald Ngantung pada Senin (18/12/2023) untuk memperdalam pemahaman jurnalistiknya di redaksi Harian Tribun Timur, salah satu media mainstream terkemuka di Indonesia Timur.
Surat kabar Tribun Timur pertama kali terbit 9 Februari 2004. Kantor pusatnya di Makassar, Sulawesi Selatan. Wilayah edar sirkulasinya awalnya hanya meliputi provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, kemudian kini merambah di hampir seluruh wilayah Indonesia Timur. Tribun Timur merupakan salah satu koran daerah Kompas Gramedia yang dikelola PT Indopersda Primamedia (Persda Network), Divisi Koran Daerah Kompas Gramedia.
Untuk menerbitkan Tribun Timur, Kompas Gramedia bekerja sama dengan Bosowa Group, kelompok usaha nasional terkemuka yang berbasis di Makassar, kota utama pintu gerbang Indonesia timur. Selain edisi cetak, portal Tribun Timur online, www.tribun-timur.com juga menjadi salah satu bagian dari kebesaran nama Tribun Timur. www.tribun-timur.com menjadi media online pertama di Makassar dan Sulawesi Selatan yang mengedepankan unsur kecepatan berita dan real time.
Sebagai upaya mengaktifkan kegiatan literasi di dalam Pondok Pesantren, puluhan santriwati Ponpes Modern Putri IMMIM Pangkep melabuhkan pilihannya untuk memperdalam pengetahuan jurnalistiknya dengan berkunjung ke Redaksi Harian Tribun Timur. Mengapa mesti ke Tribun Timur? Penulis menulis bahwa Tribun Timur mengalami perkembangan yang sangat pesat sejak diluncurkannya sebagai media mainstream dan dalam waktu cepat menyesuaikan diri dengan dinamika perkembangan teknologi informasi komunikasi (TIK).
Karena penyesuaian-penyesuaian dengan perkembangan internet dan media sosial inilah, Tribun Timur mengalami dinamika pembelajaran yang luar biasa pada jajaran redaksi, khususnya dalam pengolahan berita yang singkat-singkat, realtime, dan disertai dengan video. Gaya penulisan berita yang panjang-panjang diubah, dan dipecah-pecah menjadi banyak berita singkat, dan bahkan terkesan, membaca judul beritanya Tribun Timur saja, pembaca sudah mengerti maksud dan isi berita.
Tak ayal lagi Tribun Timur mengalami perkembangan pesat sebagai media mainstream dengan sajian berita yang khas dan ‘baru’. Itu pula sebabnya Belajar jurnalistik di Tribun Timur nampaknya menemukan titik temu bagi santri dan pelajar milenial.
(* Muhammad Farid Wajdi, Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Pangkep.