Selasa, 06 Okt 2026
  • Pondok Pesantren Putri IMMIM Pangkep, Pesantren yang khusus menerima santri putri ini, kampusnya berada di bilangan jalan poros Kecamatan Minasatene Kabupaten Pangkep

Survey Lokasi Taman Purbakala/Kawasan Cagar Budaya Sumpangbita

Survey Lokasi Taman Purbakala/Kawasan Cagar Budaya Sumpangbita

Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)

BLOGGURU – Alhamdulillah, satu kesyukuran dan kebahagiaan tersendiri, penulis masih diberikan kesehatan, waktu luang dan kesempatan untuk mengikuti beragam kegiatan pendidikan dan kepengajaran, memberi manfaat bagi banyak orang dan selalu mengingatkan diri agar kehadiran diri berdampak bagi orang lain dan lingkungan sekitar. Hari ini, Selasa (2/12/2025) sekitar Pukul 10.00 WITA, penulis menyempatkan survey lokasi ke Taman Purbakala/Kawasan Cagar Budaya Sumpangbita, Kecamatan Balocci, Pangkep yang akan menjadi salah satu obyek destinasi pembelajaran di luar kelas Santriwati Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep.

Dengan ditemani dua santriwati Kelas XI, penulis menelusuri jalanan Minasatene, menuju Tonasa I dan terus menuju Lokasi Taman Purbakala Sumpangbita. Bagi yang belum tahu, Penamaan Sumpangbita berasal dari dua kata, yaitu ‘Sumpang’ dan ‘Bita’. Sumpang merupakan bahasa Bugis yang artinya pintu atau gerbang, sedang Bita merupakan nama dari sebuah perkampungan. Konon, terdapat perkampungan yang bernama ‘Bita’ disebelah gunung Sumpang Bita. Taman Purbakala Sumpang Bita terletak di Kampung Sumpang Bita Kelurahan Balocci Baru Kecamatan Balocci Kabupaten Pangkep dan berada dalam areal Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung (TN-BABUL).

Sumpang Bita merupakan peninggalan prasejarah dengan keunikannya sendiri yang masih bertahan hingga saat ini, dimana ketinggiannya berada diatas 280 mdpl.  Keunikan dari Kawasan Cagar Budaya ini adalah karena didalamnya menyimpan beragam jenis temuan lukisan yang ada pada gua Sumpangbita. Dalam gua sumpangbita terdapat  8 lukisan cap tangan merah, alat litik, tembikar, artefak batu, fragmen gerabah, dan cangkang moluska, tersebar di lantai gua. Selain itu, tampak pula cangkang-cangkang kerang sisa makanan yang menempel di tanah dan stalagmit. Kawasan Sumpangbita memang salah satu kawasan cagar budaya sekaligus tempat wisata populer di Sulawesi Selatan, dan dapat ditempuh kurang dari setengah jam dari Pondok Pesantren Modern Putri IMMIM Minasatene.

Taman Purbakala yang memiliki luas kawasan sekitar 2 ha ini juga masuk dalam unit kawasan konservasi Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung (TN-Babul). Selain Gua Sumpangbita, kawasan prasejaran ini juga terdapat Leang Bulu Sumi. Keduanya telah ditetapkan sebagai situs cagar budaya oleh Balai Pelestarian Kebudayaan. Kedua gua prasejarah ini menyimpan peninggalan arkeologis manusia prasejarah (To Alla) yang unik dan menarik. Para arkeolog berpendapat bahwa beberapa gua yang terdapat di sekitar kawasan tersebut pernah dihuni manusia prasejarah yang berada di bagian gugusan bukit Bulu Bita. Untuk mencapai situs tersebut harus berjalan ± 500 meter dan menaiki ratusan anak tangga. Secara geologis, Taman Prasejarah Sumpang Bita terbagi atas tanah datar dan gunung kapur (karst).

***

Penulis tak lama berada dalam kawasan prasejarah/cagar budaya ini, hanya memastikan agenda kunjungan para pelajar/santriwati yang akan penulis dampingi pada keesokan harinya, Rabu (3/12/2025) akan berjalan dengan sukses dan lancar. Penulis memastikan tiket masuk, fasilitas, segala ketentuan dan aturan saat berada dalam kawasan prasejarah/cagar budaya sumpangbita, dan hal-hal lain yang penting untuk dipastikan.

Penulis tentu merekomendasikan kunjungan ke taman prasejarah ini, khususnya bagi para pelajar, mahasiswa dan guru yang ingin mendalami cagar budaya, memahami sejarah daerah masa prasejarah, atau paling tidak sangat baik untuk rekreasi keluarga (piknik), berada dalam suasana alam pegunungan yang segar dan nuansa historis masa prasejarah tentu akan sangat menyenangkan.

Ada beberapa akses jalan yang dapat dilalui untuk mencapai Taman Prasejarah Sumpangbita. Jika pengunjung dari arah Kota Makassar atau Kabupaten Bone dapat melalui Jalan Poros Leang-Leang Maros (melewati Taman Arkeologi Leang-leang) menuju Kelurahan Balleanging dan kemudian Kelurahan Balocci Baru. Jika pengunjung dari arah Kota Makassar dapat melalui Jalan Mangemba Maros di Desa Boto Lempangan menuju Kelurahan Majannang dan kemudian Kelurahan Balocci Baru. Jika pengunjung baik dari arah Kota Makassar maupun dari arah Kota Parepare dapat melalui Jalan Poros Tonasa Pangkep menuju Kelurahan Tonasa (bekas Pabrik Tonasa I) dan kemudian Kelurahan Balocci Baru. Dari tiga jalur atau rute tersebut sampai pada titik Kelurahan Balocci Baru akan diarahkan ke Jalan Sumpang Bita dengan jarak tempuh sekitar 2 km menuju Taman Prasejarah Sumpang Bita. Untuk kemudahan menuju lokasi ini, telah dilengkapi arah dan rute pada fitur-fitur Google Maps.

Menurut Data Kemendikdasmen (Lihat: DISINI), Sumpangbita berada di urutan ke-564 kawasan Cagar Budaya dengan Kode Pengelolaan: KB000715. Jadi, tentu menghadirkan diri di Taman Prasejarah Sumpangbita akan mendapatkan pengalaman kesejarahan dan mengambil pelajaran dari cagar budaya di kawasan tersebut akan menjadi momen yang tak terlupakan. Mari belajar sejarah daerah kita sendiri, mari mengakrabi Sumpangbita.

Semoga catatan singkat ini bermanfaat adanya. Barakallahu fiikum. (*)

 

Minasatene-Pangkep, 2 Desember 2025

(* Muhammad Farid Wajdi, Guru/Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep, Sulsel.

KELUAR