
Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)
BLOGGURU – Pada Hari Ahad, 8 Oktober 2023, penulis mengikuti Majelis Sanad Pengijazahan Kutub Turots via Zoom Meeting dari Pukul 08.00 WIB sampai selesai dengan pemateri tunggal, Ustadzuna, Ustadz Muhammad Azhar al-Maidany. Pimpinan LPI Al-Ahzan, Medan. Adapun Kitab-kitab yang diijazahkan sanadnya, antara lain:
1. Kitab At-Tibyan fi Adab Hamalatil Qur’an Imam Nawawi
2. Kitab Akhlaq Hamalatil Quran Imam Al-Ajurriy
3. Kitab Hilyah Tholibul_Ilmu Syaikh Bakr Abu Zaid
4. Kitab Adab Ayyuhal Walad Imam Al-Ghazali
5. Kitab Fiqih Syafiiy Matan Taqrib Imam Ahmad Bin Husain Al-Asfahaniy
6. Kitab Fiqih Syafiiy Safinatun_Najah Syaikh Salim Bin Samir
7. Kitab Usul Fiqih Al-Waroqot Imam Juwainiy
8. Kitab Siroh Asy-Syamail Muhammadiyyah Imam Tirmidzi
9. Kitab Siroh Ar-Rahiq Al-Makhtum Syaikh Al-Mubarokfuri
10. Kitab Fathu Bari Syarah Shohih Bukhori Imam Ibnu Hajar Al-Asqolaniy.
Dari 10 kitab kuning tersebut diatas yang dibacakan kitabnya hanyalah Kitab Matn Al-Waroqot Imam Juwainy dan diberikan ijazah sanad dirayah, sedang 9 kitab lainnya hanya dibacakan pengijazahannya. Beberapa kitab diatas, sebelumnya penulis juga sudah dapat ijazah sanadnya dari ustadz/guru yang lain.
Kesempatan mengikuti majelis ilmu kutub turots bersanad adalah kesempatan emas yang tak boleh dilewatkan. Itulah sebabnya penulis tidak pernah alpa dalam mengikuti majelis ilmu, selama memang tidak ada kegiatan yang bertabrakan. Dari kitab-kitab para ulama-lah, kita berharap mendapatkan “mutiara ilmu” dan keberkahan menyambungkan sanad keilmuan sampai kepada Rasulullah SAW.
Terima kasih untuk Guruku, Ustadz Azhar al-Maidany hafidzahullah, Jazakallahu khaira katsira. Semoga senantiasa dirahmati Allah subhanahu wa ta’ala dan ilmunya bermanfaat untuk umat dan Islam. Mengikuti Majelis Sanad Pengijazahan Kutub Turots bagi penulis sendiri sebagai upaya mengingatkan diri serta mengamalkan apa yang dipesankan Imam Abdullah bin Mubarak (wafat 181 H) -rahimahullah- dalam suatu riwayat, berkata bahwa:
Artinya:
“Sanad itu bagian dari agama. Kalau lah tidak ada sanad, pasti siapapun bisa berkata apa yang dia kehendaki.” [Riwayat Muslim dalam Muqaddimah Shahihnya]
Beliau juga berkata,
Artinya:
“Perumpamaan orang yang mencari ilmu agama tanpa sanad, seperti orang yang naik ke atap sebuah bangunan tanpa tangga” [Riwayat Al-Khatib Al-Baghdadi dalam Al Kifayah fi Ilmi Riwayah hal.393]
Imam Sufyan Ats-Tsauri (wafat 161 H) -rahimahullah- berkata:
Artinya:
“Sanad adalah senjatanya orang beriman. Apabila tidak ada senjata tersebut, maka dengan apa mereka berperang (melawan syetan dan syubhat)?” [Riwayat Al-Khatib Al-Baghdadi dalam Syaraf Ashabil Hadits hal.42]
Demikian, semoga bermanfaat adanya. Barakallahu fiikum. (*)
(* Muhammad Farid Wajdi, Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep.