
Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)
Related Post: Majelis Sama’ dan Ta’liq Kitab Fadhail al-Quds
BLOGGURU – Alhamdulillah, satu kesyukuran dan kebahagiaan tersendiri dapat mengikuti Dauroh Kutub Turots #2, “Fadhoilu Baitil Maqdis” (Keutamaan-Keutamaan Baitul Maqdis)” yang diselenggarakan oleh Akademia Asean dengan narasumber/muallim adalah Syaikh Dr. Ahmad Ishom Abdul Jayd At-Tamadi Al-Azhari Al-Mishri حفظه الله تعالى didampingi penerjemah: Ustaadz Fathudin dari Pondok Pesantren Darussalam An-Nashr, Ambon, Maluku.
Majelis Kitab “Fadhoilu Baitil Maqdis” yang merupakan kitab karya al-Imam al-Hafidz Dhiyauddin Muhammad Ibnu Abdil Wahid Ibnu Ahmad al-Maqdisy al-Hanbaly ini berlangsung selama 3x pertemuan online via Zoom Meeting (Tanggal 2, 3, dan 9 Desember 2023), selesai lebih cepat yang awalnya direncanakan selesai dibahas dalam 4x pertemuan (sampai tanggal 10 Desember 2023).
Dengan mengikuti dauroh kutub turots #2 “Fadhoilu Baitil Maqdis” ini, ternyata banyak hal tentang Baitul Maqdis yang penulis baru tahu, khususnya menyangkut Keutamaan-keutamaan Baitil Maqdis. Sebagaimana apa yang telah disampaikan Syaikh Dr. Ahmad Ishom Abdul Jayd at-Tamadi al-Azhari al-Mishri حفظه الله تعالى sebagai narasumber dauroh, bahwa penulis kitab ini, yakni Al-Imam Al-Hafizh Dhiyauddin Muhammad Ibnu Abdil Wahid Ibnu Ahmad Al-Maqdisy Al-Hanbaly, menuliskan kitabnya setelah ikut berpartisipasi bersama Sultan Shalahuddin Al-Ayyubi dalam pembebasan Baitul Maqdis dari cengkeraman Nasrani. Jadi selain sebagai seorang ulama, beliau juga seorang mujahid.

Ijazah Sanad Kitab “Fadhail Baitil Maqdis”. (foto: ist/*)
Free Download (PDF): Kitab Fadhoilu Baitil Maqdis
Satu kebanggaan tersendirinya rasanya, melalui majelis ilmu yang nikmati ini, dapat terwariskan dan menyambung sanad dari seorang ulama mujahid–dari zaman Shalahuddin al-Ayyubi, sang pembebas al-Aqsha–dengan sanad yang muttasil bersambung sampai ke penulis kitab, Al-Imam Al-Hafizh Dhiyauddin Muhammad Ibnu Abdil Wahid Ibnu Ahmad Al-Maqdisy Al-Hanbaly. Mengikuti majelis ilmu, juga sebagai wujud kecintaan dan kerinduan al-Aqsha dapat dibebaskan kembali dari penjajahan zionis Israel.
Hari-hari terakhir ini, Al-Aqsha atau Baitil Maqdis menyita perhatian kita seiring pembantaian dan gempuran bombardir rudal dari Israel laknatullah alaih, ribuan warga sipil Gaza Palestina tak berdosa menjadi korban. Ya Allah Ya Rabb, semoga Baitil Maqdis tetap dijaga dan dilindungi Allah SWT, semoga pula pejuang-pejuang Gaza dimenangkan.
Demikian catatan singkat ini sebagai pengingat kegiatan ilmiah, Dauroh Kitab Turots yang telah diikuti. Semoga bermanfaat adanya. Barakallahu fiikum. (*)