
Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)
BLOGGURU – Alhamdulillah, satu kesyukuran dan kebahagiaan tersendiri penulis dapat mengikuti Majelis Sama’ wa Ijazah Mandzhumah al-Muqaddimah fima Yajibu Qari’i al-Qur’an an Ya’lamah, lebih ma’ruf dengan sebutan Matn al-Muqaddimah al-Jazariyah karya asy-Syaikh al-Imam Muhammad ibn al-Jazari rahimahullah ta’ala yang diselenggarakan oleh QASHRUL HUFFAZH IBNUL JAZARI dan Pondok Pesantren Tahfidz Qur’an (PPTQ) DARUSSALAM AL-BUSYRO bersama Al-Ustadz Abu al-Jazari al-Masyah Ahmad Syathiri حفظه الله
Siapa Ustadz al-Masyah Abu al-Jazari حفظه الله? Beliau Pewaris Sanad AL-QUR’AN Riwayat Hafsh an Ashim Thariq Syathibiyyah 28 Generasi antara beliau dengan Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam, Pewaris 3 Sanad Qira’at al-‘Asyr ash-Shugra al-Mutawatirah, Pewaris Sanad Matn Tuhfah Al-Athfal dari 8 jalur periwayatan, Pewaris Sanad Matn al-Muqaddimah al-Jazariyyah dari 5 jalur periwayatan, Pewaris Sanad Mutun Tajwid, Qira’at Rasm, dan lain -lain serta Pengasuh Ponpes Tahfizh Al-Qur’an Darussalam Rangkasbitung Lebak Banten.
Syukur Alhamdulillah, penulis mengikuti majelis sama’ yang dilaksanakan secara online via Zoom Meeting dan Youtube Private ini pada Hari Ahad, 20 November 2022 / 25 Rabiul Akhir 1444 H Pukul 20.00 WIB s.d. selesai, dan selain mendapatkan E-Sertifikat keikutsertaan, juga mendapatkan Ijazah Sanad Samai’ Muttashil ke Mualif.
Mengapa penting untuk mengejar sanad keilmuan para ulama? Telah jelas pentingnya bersanad, sebagaimana disampaikan Abdullah bin Mubarak:
Artinya:
“Sanad itu bagian dari agama. Kalau lah tidak ada ilmu Isnad, pasti siapaun bisa berkata apa yang dia kehendaki.” [HR. Muslim]
Semoga bermanfaat adanya. Barakallahu fiikum. (*)
(* Muhammad Farid Wajdi, Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep, Sulsel.