Selasa, 06 Okt 2026
  • Pondok Pesantren Putri IMMIM Pangkep, Pesantren yang khusus menerima santri putri ini, kampusnya berada di bilangan jalan poros Kecamatan Minasatene Kabupaten Pangkep

Mengikuti Webinar Internasional Seri LKLB: Merayakan Keberagaman Agama, Kebahagiaan untuk Semua

Mengikuti Webinar Internasional Seri LKLB: Merayakan Keberagaman Agama, Kebahagiaan untuk Semua

Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)

Related Post: Menjadi Guru Sertifikasi LKLB

BLOGGURU – Alhamdulillah, satu kesyukuran dan kebahagiaan tersendiri masih diberikan kesehatan dan keluangan waktu mengikuti Webinar Internasional Seri Literasi Keagamaan Lintas Budaya (LKLB) yang mengangkat topik, “Merayakan Keberagaman Agama, Kebahagiaan untuk Semua” pada hari Kamis, 21 Maret 2024 Pukul 19.20 – 21.30 WIB.

Webinar Internasional ini diselenggarakan oleh Institut Leimena dan Didukung oleh: Templeton Religion Trust. Adapun para Pembicara/Panelis (Speakers/Panelists) adalah Dr. Nurma Midayanti, S.Si., M.Env.Sc. (Direktur Statistik Ketahanan Sosial, Badan Pusat Statistik Indonesia), Prof. Dr. Katherine Marshall (Vice President, G20 Interfaith Association, IF20), Pastor Bob Roberts Jr. (Co-Founder, Multi-Faith Neighbors Network), Imam Mohamed Magid (Co-Founder, Multi-Faith Neighbors Network), Prof. Dr. Inayah Rohmaniyah, S.Ag., M.Hum., M.A. (Dekan Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga) dengan Moderator: Rafa Basyirah, M.Pd. (Alumni Pelatihan LKLB Angkatan 41 & Guru SMP Islam Al-Isra)

Dalam Sambutannya, Matius Ho yang menjabat sebagai Direktur Eksekutif, Institut Leimena mengungkapkan bahwa Hari Kebahagiaan Internasional adalah hari peringatan dunia yang diadakan pada tanggal 20 Maret setiap tahunnya. Hal ini bertujuan untuk mempromosikan gagasan bahwa kebahagiaan adalah hak asasi manusia dan tujuan mendasar bagi manusia. Hari Kebahagiaan Internasional ditetapkan oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa- Bangsa pada tahun 2012, yang mengakui “relevansi kebahagiaan dan kesejahteraan sebagai tujuan dan aspirasi universal dalam kehidupan umat manusia di seluruh dunia.”

Laporan ini menyoroti pentingnya pendekatan holistik terhadap pembangunan yang tidak hanya mempertimbangkan indikator ekonomi tetapi juga faktor-faktor seperti kesehatan mental, hubungan sosial, dan kelestarian lingkungan.  Sejak tahun 2014, Indonesia melalui Badan Pusat Statistik telah mengadopsi gagasan tersebut dan melakukan penelitian mengenai pengukuran tingkat kebahagiaan di berbagai provinsi. Hal ini bertujuan untuk mengkaji secara khusus kondisi kebahagiaan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Salah satu faktor utama yang menentukan kebahagiaan manusia adalah interaksi sosial antar manusia, sehingga hubungan antar umat beragama yang harmonis sangat diperlukan untuk menjamin kebahagiaan.

Oleh karena itu, Institut Leimena mengangkat topik penting ini sebagai bagian dari seri webinar Literasi Keagamaan Lintas Budaya. Webinar kami telah menarik rata-rata 1.500-2.000 peserta/webinar. Seri ini merupakan bagian dari program internasional kami tentang Literasi Keagamaan Lintas Budaya yang telah melatih lebih dari 6.000 guru dan pendidik agama di Indonesia sejak tahun 2021.

Dalam Webinar Internasional yang memperingati Hari Kebahagiaan Internasional dengan tema “Merayakan Keberagaman Agama, Kebahagiaan untuk Semua” ini akan berfokus pada pembahasan tentang bagaimana hubungan harmonis antaragama berperan penting dalam membangun kebahagiaan masyarakat. Bagaimana kita dapat mengembangkan cara pandang bahwa sekalipun kita hidup di masyarakat multireligius, kita tetap dapat bekerjasama untuk kemanusiaan dan membangun kebahagiaan di dalam masyarakat.

Dr. Nurma Midayanti, S.Si., M.Env.Sc.  menjelaskan latar belakang, tujuan, dan kesimpulan dari pelaksanaan survei indeks kebahagiaan serta pesan kepada masyarakat Indonesia dari data statistik terkait kebahagiaan di Indonesia, sementara itu Prof. Dr. Katherine Marshall menjelaskan kebahagiaan sebagai faktor penting yang perlu diperhatikan dan kaitannya dengan hubungan antaragama. Pastor Bob Roberts Jr., dan Imam Mohamed Magid berbagi pengalaman mereka tentang membangun hubungan antaragama yang harmonis yang pada akhirnya membawa kebahagiaan bagi semua orang.

Halnya dengan Prof. Dr. Inayah Rohmaniyah, S.Ag., M.Hum., M.A. menjelaskan pentingnya Nilai-nilai dan semangat Literasi Keagamaan Lintas Budaya (LKLB) dalam membina hubungan antaragama yang harmonis dan membawa kebahagiaan bagi semua. (*)

 

(* Muhammad Farid Wajdi, Alumni LKLB/Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Pangkep, Sulsel.

KELUAR