
Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)
BLOGGURU – Alhamdulillah, satu kesyukuran dan kebahagiaan tersendiri, penulis masih diberikan kesehatan, kesempatan dan waktu luang dalam menjalani segala aktivitas kebaikan dan bermanfaat. Hari ini, Ahad (26/4/2026) adalah hari yang berat, disatu sisi penulis harus memandu perjalanan field trip 2026 Kelas X SMA Santriwati Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep dengan destinasti: Museum Daerah Maros, Taman Prasejarah Leang-Leang Maros, Vihara Ibu Agung Bahari Makassar, Kompleks Makam Raja-raja Makassar, dan Kantor Redaksi Harian Tribun Timur, disisi lain harus mengikuti perkuliahan online, Studi Pascasarjana S2 Non Reguler UIN Alauddin Makassar.
Jarum jam sudah menunjukkan Pukul 07.30 WITA, ketika bus Field Trip berangkat dari depan gerbang Ponpes Modern Putri IMMIM yang berada di bilangan Jalan Haji Fadeli Luran, Kelurahan Biraeng menuju Museum Daerah Makassar. (Lihat disini: Mengenal Museum Daerah Maros dan Koleksinya)
Di dalam Bus yang melaju menuju Kota Maros, tepat Pukul 08.00 WITA perkuliahan Sejarah Islam Indonesia (SII) secara online penulis buka setelah semua teman kuliah dan dosen, Prof Dr Susmihara, M.Ag telah hadir di ruang zoom meeting. Penulis meminta salah seorang teman untuk meng-share PPT/Makalah dari teman mahasiswa yang mendapatkan giliran presentasi, dan seterusnya penulis hanya mengikuti suara-suara yang samar dari perkuliahan yang berlangsung karena harus tutup audio dan camera, dan lebih fokus pada pendampingan Field Trip sampai destinasi pertama Field Trip berpindah ke Destinasi kedua, Taman Arkeologi Leang-leang Maros. (Lihat disini: Mengenal Taman Arkeologi Leang-Leang Maros)
Dari Leang-leang, Perjalanan Field Trip dilanjutkan menuju Vihara Ibu Agung Bahari Makassar (Lihat disini: Ada Apa di Vihara Ibu Agung Bahari?), kemudian menuju Pantai Losari, Sekitar Masjid Amirul Mukminin untuk Shalat Dhuhur dan Makassar (Lihat disini: Jika berada di Losari, Shalatlah di Masjid Amirul Mukminin). Setelah Ishoma (Istirahat, Sholat, dan Makan), perjalanan field trip dilanjutkan menuju Sungguminasa, tepatnya di Tamalate, Kompleks Makam Raja-raja/Sultan Makassar, dan dari sana berangkat menuju destinasi terakhir, Kantor Redaksi Harian Tribun Timur.
Pada perkuliahan kedua, dibuka Pukul 16.00 WITA dengan posisi penulis telah berada di ruang rapat redaksi Harian Tribun Timur, dan karenanya sibuk sambutan, penulis terpaksa menafikan perkuliahan “Sejarah Perkembangan Islam Dunia” dan setelahnya menghubungi dosen, Prof Dr Syamsudduha, M.Ag menyampaikan berhalangan hadir di ruang zoom karena harus memandu wisata sejarah/field trip 2026.
Usai diterima di Kantor Redaksi Harian Tribun Timur, kegiatan selanjutnya adalah refreshing. Bonus Field Trip 2026 adalah mengajak anak-anak santriwati jalan-jalan ke Trans Studio Mal (TSM) sebelum akhirnya kembali ke Pondok, di Pangkep. Di akhir perjalanan hari ini, penulis mengajak teman seperkuliahan, Syahdino Sahdana untuk Kopdar/Ngopi Bareng di TSM sekaligus membawakan Kartu Mahasiswa dan Kartu Perpustakaan saya yang dititipkan dari teman seperkuliahan lainnya.

Kopdar dengan Teman Kuliah S2 Non Reguler di Coffe Shop TSM. (foto: ist/*)
Demikianlah Catatan singkat perkuliahan hari ini ditengah kesibukan memandu wisata sejarah/field trip 2026 sebagai pengingat kegiatan akademik yang telah dilalui. Semoga bisa diambil pelajaran dan hikmahnya. Barakallahu Fiikum. (*)
Makassar, TSM, 26 April 2026
(* Muhammad Farid Wajdi, Guru/Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep, Sulsel.