
Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)
Related Post: Kepala Perpusnas kukuhkan Pengurus FPSMI Pusat
BLOGGURU – Sebagai pegiat literasi dan Founder Rumah Baca Palontaraq, penulis merasa miris dan prihatin kalau Pandemi Covid-19 terus berlanjut tanpa kepastian kapan akan berakhir. Bagaimana nasib anak-anak sekolah yang terus menerus harus berdiam diri di rumah dan hanya menerima pelajaran secara daring? Bagaimana nasib seluruh fasilitas yang ada di sekolah, perpustakaan, laboratorium IPA, laboratorium bahasa, dan laboratorium komputer sebagai penunjang proses pembelajaran. Akankah juga harus tutup dan tak tersentuh pengunjung? Bagaimana dengan ribuan dan bahkan jutaan buku yang ada di perpustakaan, haruskah terus menerus tanpa pembaca?
Menyikapi Pandemi Covid-19 ini, pemangku kebijakan di sekolah dan madrasah, harus segera menentukan sikap dan mencarikan jalan keluar bagaimana bisa keluar dari fenomena kesehatan yang serba tak jelas ini. Perpustakaan sekolah harus segera dibuka dan mendapatkan pengunjung, begitu pula dengan proses pembelajaran di kelas dan fasilitas sekolah lainnya. Protokol kesehatan harus diterapkan, dan harus ada inovasi layanan di tengah Pandemi Covid-19 ini.
Syukur Alhamdulillah, satu kesyukuran dan kebahagiaan tersendiri, Forum Perpustakaan Sekolah/Madrasah Indonesia (FPSMI) dengan dukungan Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan, Perpustakaan Nasional RI menggelar Webinar tentang tema yang sangat menarik, yaitu “Inovasi Layanan Perpustakaan Sekolah/Madrasah di Era Pandemi dalam Mendukung Proses Belajar Mengajar Sekolah Jarak Jauh”. Ya, paling tidak ada sambung rasa, berbagi ide, brainstorming, yang diharapkan kemudian lahir beragam usulan brilian terkait inovasi layanan perpustakaan sekolah/madrasah.
Terima kasih kepada pak Mulyanto, S.Pd, Ketua FPSMI Pusat dan Drs Deni Kurniadi, M.Hum yang telah bekerjasama menyelenggarakan webinar menarik ini, dan semoga kita semua dapat kembali ke perpustakaan dengan rasa aman dan nyaman. (*)
(* Muhammad Farid Wajdi, Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep.