Pondok Pesantren Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep
Nama Peserta : …………………………………………….
Kelas : …………………………………………….
Asrama : …………………………………………….
Ketentuan dan Petunjuk Pengerjaan:
A. Pilihan Ganda — 20 Soal
1. Dalam perspektif Islam, hubungan antara ilmu, iman, dan amal yang paling tepat adalah … ?
A. Ilmu merupakan tujuan akhir sehingga tidak harus diwujudkan dalam tindakan.
B. Iman cukup diwujudkan melalui keyakinan tanpa perlu belajar.
C. Ilmu membimbing pemahaman, iman memberi landasan keyakinan, dan amal menjadi wujud penerapannya.
D. Amal lebih penting daripada ilmu sehingga belajar tidak perlu diprioritaskan.
2. Ketika menghadapi perbedaan penafsiran terhadap suatu persoalan keagamaan, sikap yang paling mencerminkan kedewasaan intelektual adalah … ?
A. Menganggap pandangan sendiri selalu benar.
B. Mengkaji dalil dan konteks, menghormati perbedaan yang dapat dipertanggungjawabkan, serta berdiskusi dengan santun.
C. Menghindari seluruh diskusi keagamaan.
D. Mengikuti pendapat yang paling banyak didukung tanpa memeriksa alasannya.
3. Seorang calon Duta Santri mengetahui adanya pelanggaran yang dilakukan sahabat dekatnya. Sikap yang paling tepat adalah … ?
A. Menutupi pelanggaran tersebut demi persahabatan.
B. Menyebarkan informasi itu agar menjadi pelajaran.
C. Mengabaikannya karena bukan tanggung jawab pribadi.
D. Mengupayakan penyelesaian yang adil, menjaga kerahasiaan, dan melapor kepada pihak berwenang jika diperlukan.
4. Prinsip tabayyun dalam menghadapi informasi digital paling tepat diterapkan dengan cara … ?
A. Memeriksa sumber, bukti, konteks, dan kredibilitas informasi sebelum mengambil kesimpulan.
B. Mempercayai informasi yang disertai banyak komentar.
C. Mengutamakan informasi yang sesuai dengan pandangan pribadi.
D. Menyebarkan informasi terlebih dahulu lalu mengoreksinya jika terbukti salah.
5. Apabila program yang dipimpin seorang Duta Santri gagal mencapai target, tindakan kepemimpinan yang paling bertanggung jawab adalah … ?
A. Menyalahkan anggota yang kurang aktif.
B. Mengubah target agar kegagalan tidak terlihat.
C. Mengevaluasi penyebab, mendengarkan masukan, memperbaiki strategi, dan menjelaskan hasil secara jujur.
D. Menghentikan seluruh program tanpa evaluasi.
6. Dalam musyawarah organisasi santri, keputusan yang demokratis dan bertanggung jawab seharusnya … ?
A. Selalu mengikuti pendapat ketua.
B. Mempertimbangkan fakta, kepentingan bersama, aturan yang berlaku, dan masukan peserta.
C. Mengutamakan pendapat peserta yang paling senior.
D. Diambil secepat mungkin tanpa perlu mendengar pendapat berbeda.
7. Bhinneka Tunggal Ika relevan bagi kehidupan pesantren karena … ?
A. Menuntut semua santri meninggalkan identitas daerahnya.
B. Mengharuskan setiap pendapat diterima tanpa pertimbangan.
C. Menempatkan budaya daerah di atas persatuan nasional.
D. Mengajarkan persatuan tanpa menghapus keberagaman identitas dan kebudayaan.
8. Dalam konteks kepemimpinan perempuan, indikator utama seorang Duta Santri yang berdaya adalah … ?
A. Mampu mengambil inisiatif, bertanggung jawab, bekerja sama, dan memberi dampak positif.
B. Mampu mendominasi semua kegiatan organisasi.
C. Selalu tampil paling menonjol dibandingkan santri lain.
D. Menghindari tanggung jawab yang berisiko.
9. Nilai sipakatau dalam budaya Bugis-Makassar paling tepat diterapkan dalam organisasi santri melalui … ?
A. Menghormati hanya anggota yang berprestasi.
B. Mengutamakan senior tanpa mendengarkan junior.
C. Memperlakukan setiap orang secara bermartabat dan tidak merendahkan siapa pun.
D. Menghindari kritik dalam seluruh keadaan.
10. Penerapan sipakalebbi yang sehat dalam kehidupan pesantren berarti … ?
A. Memberikan pujian meskipun tidak sesuai kenyataan.
B. Menghormati dan memuliakan orang lain secara tulus tanpa mengabaikan kejujuran.
C. Menyetujui semua keputusan teman demi menjaga hubungan.
D. Menempatkan status sosial sebagai ukuran kehormatan.
11. Sipakainga dalam kehidupan bermasyarakat dapat menjadi dasar penyelesaian konflik karena mengajarkan … ?
A. Pentingnya mempertahankan pendapat sampai menang.
B. Keharusan membalas perlakuan yang tidak menyenangkan.
C. Penghindaran masalah agar hubungan tetap terlihat baik.
D. Saling mengingatkan dan memperbaiki perilaku dengan cara yang bijaksana.
12. Pemahaman siri’ na pacce yang bertanggung jawab seharusnya mendorong seseorang untuk … ?
A. Menjaga kehormatan diri sekaligus memiliki empati, solidaritas, dan tanggung jawab terhadap sesama.
B. Membalas setiap penghinaan dengan kekerasan.
C. Menempatkan harga diri di atas hukum dan keselamatan orang lain.
D. Menghindari semua bentuk kritik terhadap diri sendiri.
13. Dalam merancang program Eco-Pesantren, indikator keberhasilan yang paling kuat adalah … ?
A. Banyaknya slogan lingkungan yang dipasang.
B. Besarnya anggaran yang dihabiskan.
C. Adanya perubahan terukur, seperti berkurangnya sampah residu dan meningkatnya kebiasaan memilah sampah.
D. Banyaknya foto kegiatan yang dipublikasikan.
14. Sebuah pesantren ingin mengurangi sampah organik dari dapur dan kantin. Strategi yang paling tepat adalah … ?
A. Membuang sampah organik bersama sampah lain.
B. Mengidentifikasi sumber sampah, mengurangi sisa makanan, dan mengolah sampah organik melalui kompos yang sesuai.
C. Membakar sampah setiap sore.
D. Memindahkan seluruh sampah ke luar lingkungan pesantren tanpa pengelolaan.
15. Jika anggaran program penghijauan terbatas, pendekatan yang paling berkelanjutan adalah … ?
A. Membeli tanaman sebanyak mungkin tanpa rencana perawatan.
B. Menyelenggarakan acara penanaman satu kali lalu mengakhiri program.
C. Memilih tanaman yang mahal agar terlihat eksklusif.
D. Memetakan kebutuhan, memilih tanaman yang sesuai, melibatkan santri dalam perawatan, dan mengevaluasi tingkat kelangsungan hidup tanaman.
16. Dalam menilai klaim bahwa suatu produk ramah lingkungan, sikap kritis yang tepat adalah … ?
A. Memeriksa bukti, bahan, proses produksi, daya tahan, dan dampak sepanjang siklus hidupnya sejauh informasi tersedia.
B. Mempercayai klaim karena kemasannya berwarna hijau.
C. Menganggap semua produk berlabel alami pasti berkelanjutan.
D. Menilai produk hanya berdasarkan popularitas mereknya.
17. Ketika menggunakan kecerdasan buatan untuk membantu tugas akademik, sikap yang bertanggung jawab adalah … ?
A. Menyerahkan seluruh tugas kepada AI tanpa membaca hasilnya.
B. Menganggap semua jawaban AI pasti benar.
C. Memeriksa fakta, mematuhi aturan akademik, menjaga privasi, dan tetap bertanggung jawab atas karya sendiri.
D. Menggunakan AI untuk membuat referensi yang tidak pernah dibaca atau diperiksa.
18. Pesantren Ramah Anak tidak cukup hanya memiliki slogan antikekerasan. Langkah yang paling substantif adalah … ?
A. Melarang santri membicarakan masalah pribadi.
B. Menyediakan mekanisme pelaporan yang aman, penanganan yang adil, pendampingan korban, dan pencegahan kekerasan.
C. Menyelesaikan semua kasus secara tertutup tanpa mempertimbangkan keselamatan korban.
D. Menganggap hukuman fisik sebagai cara utama mendisiplinkan santri.
19. Ketika menemukan dugaan perundungan digital terhadap seorang santri, calon Duta Santri sebaiknya … ?
A. Menyebarkan tangkapan layar agar pelaku mendapat tekanan publik.
B. Membalas dengan komentar yang lebih keras.
C. Membiarkannya karena terjadi di luar lingkungan kelas.
D. Menjaga bukti secara aman, tidak menyebarkannya, mendukung korban, dan melapor melalui mekanisme yang tepat.
20. Program Duta Santri yang paling berpotensi memberi dampak jangka panjang adalah … ?
A. Program yang memiliki tujuan jelas, melibatkan komunitas, dapat dievaluasi, dan tetap berjalan setelah masa jabatan berakhir.
B. Program yang hanya berpusat pada penampilan seorang duta.
C. Kegiatan yang ramai di awal tetapi tidak memiliki tindak lanjut.
D. Program yang seluruh pelaksanaannya bergantung pada satu orang.
B. Esai — 10 Soal
Jawablah secara analitis, dengan alasan yang kuat dan contoh yang relevan.
1. Integrasi Ilmu, Iman, dan Amal
Jelaskan bagaimana seorang Duta Santri SMA dapat menunjukkan integrasi ilmu, iman, dan amal dalam kehidupan sehari-hari. Berikan tiga contoh penerapan yang konkret.
2. Integritas dan Keteladanan
Apakah seorang santri yang berprestasi akademik tetapi sering melanggar disiplin layak menjadi Duta Santri? Susun argumentasi yang mempertimbangkan prestasi, akhlak, tanggung jawab, dan kemungkinan perbaikan diri.
3. Kepemimpinan dan Penyelesaian Konflik
Kamu memimpin sebuah kegiatan pesantren. Dua kelompok santri berselisih tentang penggunaan anggaran dan saling menyalahkan. Uraikan langkah penyelesaian konflik yang adil, transparan, dan berorientasi pada tujuan bersama.
4. Budaya Bugis-Makassar dan Identitas Santri
Analisis hubungan antara sipakatau, sipakalebbi, sipakainga, serta siri’ na pacce dengan pembentukan karakter santri yang berakhlak, berintegritas, dan menghargai keberagaman.
5. Nasionalisme dan Peran Generasi Muda
Bagaimana seorang Duta Santri dapat mengembangkan nasionalisme yang terbuka dan inklusif tanpa kehilangan identitas keislaman serta kecintaan terhadap budaya daerah? Berikan contoh program yang dapat dilaksanakan di pesantren.
6. Eco-Pesantren yang Terukur
Rancang program Eco-Pesantren selama tiga bulan. Cantumkan tujuan, sasaran, kegiatan utama, pembagian tanggung jawab, indikator keberhasilan, dan cara mengevaluasinya.
7. Etika Digital dan Kecerdasan Buatan
Analisis manfaat dan risiko penggunaan media sosial serta kecerdasan buatan bagi santri SMA. Rumuskan sekurang-kurangnya lima prinsip etika digital yang perlu diterapkan di lingkungan pesantren.
8. Pesantren Ramah Anak
Menurut pendapatmu, bagaimana pesantren dapat menjaga kedisiplinan tanpa kekerasan, penghinaan, atau perundungan? Jelaskan langkah pencegahan, pelaporan, perlindungan korban, dan pembinaan perilaku.
9. Kritis terhadap Informasi dan Hoaks
Sebuah isu yang belum terverifikasi menyebar luas dan berpotensi merusak reputasi pesantren. Jelaskan prosedur yang harus dilakukan calon Duta Santri untuk memeriksa fakta, menjaga privasi, berkomunikasi dengan pihak terkait, dan mencegah penyebaran informasi keliru.
10. Visi dan Rencana Aksi Duta Santri SMA 2026
Jika terpilih menjadi Duta Santri SMA IMMIM 2026, gagasan apa yang ingin kamu wujudkan? Susun rencana aksi yang mencakup nama program, latar belakang, tujuan, sasaran, tahapan pelaksanaan, mitra yang diperlukan, indikator keberhasilan, dan keberlanjutan program.
**** Selamat Bekerja ****
Nama : Zahra Humaira
Kelas : XI
Asrama : Masyitah 2
Nama: Nur Arini
Kelas : 10 (x)
Asrama : Rabiah al adawiayah
Nama : Nur Arini
Kelas : 10
Asrama: Rabiah al adawiayah
Nama: Ismi Syarifa
Kelas: XI
Asrama: Masyitah 2
Nama : Nadya Apriliani
Kelas : XI
Asrama : Masyitah 2
NAMA: Qhilby Abhya
KELAS: XI
ASRAMA: Masyitah
Nama: Meuthya Kamaratih
Kelas: XI
Asrama: Masyitah
NAMA: Nur Atikah Salsabila
KELAS: XI
ASRAA: Masyitah
NAMA: Nur Atikah Salsabila
KELAS: XI
ASRAMA: Masyitah
SANIYAH FATHANAH
KELAS X
Asrama RABIAH AL-ADAWIYAH
1. C
2. B
3. D
4. A
5. C
6. B
7. D
8. A
9. C
10. B
11. D
12. A
13. C
14. B
15. D
16. A
17. C
18. B
19. D
20. A
ESSAI
1. -tabayyun dalam menghadapi informasi digital.
-Mampu mengambil inisiatif, bertanggung jawab, bekerja sama, dan memberi dampak positif.
-Mengajarkan persatuan tanpa menghapus keberagaman identitas dan kebudayaan.
2. Layak, Jika santri tersebut serius dalam tujuan dan sasaran yang ditujukan dengan mempersatukan nilai-nilai keislaman, memiliki prestasi yang dapat membawa nama baik sekolah, dan dapat bertanggung jawab apabila ada permasalahan dan lain lain
3. -mencari tahu apa masalah utama nya
-memeriksa fakta
-perbaikan dan evaluasi
4. Ketiga nya sangat dibutuhkan. Karena dapat membantu dalammendorong seseorang untuk Menjaga kehormatan diri sekaligus memiliki empati, solidaritas, dan tanggung jawab terhadap sesama serta Saling mengingatkan dan memperbaiki perilaku dengan cara yang bijaksana.
5. Menjadi agen perubahan yang baik dan mengemban identitas keislaman secara tinggi.
6. Tujuan: agar membuat nama baik reputasi immim meningkat
Sasaran: tepat pada sketsa jejak yang telah dibuat.
Kegiatan utama: program penghijauan
pembagian tanggung jawab: membagi tugas masing masing secara jelas
indikator keberhasilan: hasil dari program tersebut harus disyukuri
Cara mengevaluasi: memperbaiki kesalahan yang tertera.
7. Membuat reputasi sekolah menyebar dengan baik. Risiko nya itu munculnya rasa malas mencari di buku karena lebih mengutamakan mencari di media sosial
8.Menjaga bukti secara aman, tidak menyebarkannya, mendukung korban, dan melapor melalui mekanisme yang tepat
9.memeriksa fakta, menjaga privasi, berkomunikasi dengan pihak terkait, dan mencegah penyebaran informasi keliru.
10. Selalu berusaha yang terbaik untuk sekolah dengan cara meningkatka prestasi akademik dan non akademik, serta berakhlak mulia dan bertanggung jawab atas segala yang terjadi.
SANIYAH FATHANAH
KELAS X
Asrama RABIAH AL-ADAWIYAH
1. C
2. B
3. D
4. A
5. C
6. B
7. D
8. A
9. C
10. B
11. D
12. A
13. C
14. B
15. D
16. A
17. C
18. B
19. D
20. A
ESSAI
1. -tabayyun dalam menghadapi informasi digital.
-Mampu mengambil inisiatif, bertanggung jawab, bekerja sama, dan memberi dampak positif.
-Mengajarkan persatuan tanpa menghapus keberagaman identitas dan kebudayaan.
2. Layak, Jika santri tersebut serius dalam tujuan dan sasaran yang ditujukan dengan mempersatukan nilai-nilai keislaman, memiliki prestasi yang dapat membawa nama baik sekolah, dan dapat bertanggung jawab apabila ada permasalahan dan lain lain
3. -mencari tahu apa masalah utama nya
-memeriksa fakta
-perbaikan dan evaluasi
4. Ketiga nya sangat dibutuhkan. Karena dapat membantu dalammendorong seseorang untuk Menjaga kehormatan diri sekaligus memiliki empati, solidaritas, dan tanggung jawab terhadap sesama serta Saling mengingatkan dan memperbaiki perilaku dengan cara yang bijaksana.
5. Menjadi agen perubahan yang baik dan mengemban identitas keislaman secara tinggi.
6. Tujuan: agar membuat nama baik reputasi immim meningkat
Sasaran: tepat pada sketsa jejak yang telah dibuat.
Kegiatan utama: program penghijauan
pembagian tanggung jawab: membagi tugas masing masing secara jelas
indikator keberhasilan: hasil dari program tersebut harus disyukuri
Cara mengevaluasi: memperbaiki kesalahan yang tertera.
7. Membuat reputasi sekolah menyebar dengan baik. Risiko nya itu munculnya rasa malas mencari di buku karena lebih mengutamakan mencari di media sosial
8.Menjaga bukti secara aman, tidak menyebarkannya, mendukung korban, dan melapor melalui mekanisme yang tepat
9.memeriksa fakta, menjaga privasi, berkomunikasi dengan pihak terkait, dan mencegah penyebaran informasi keliru.
10. Selalu berusaha yang terbaik untuk sekolah dengan cara meningkatka prestasi akademik dan non akademik, serta berakhlak mulia dan bertanggung jawab atas segala yang terjadi.
Tinggalkan Komentar