Kolaborasi Hasil Mulung Kata:
Fitri Ramadhani Laba (Kelas XI), Nur Fadhliah Rahma (Kelas XI), Karina Syahrani Mursidi (Kelas X) dan Firyal Mufidah (Kelas IX)
Pemeriksa Aksara: Etta Adil
PENYELAMATKU
Oleh: Fitri Ramadhani Laba
Guruku ….
Sebanyak apapun rangkaian kata yang kutulis tentangmu
Masih saja kusulit merangkai kata demi kata tentang sosok dan pengabdianmu
Menempuh Jalan Pendidikan dan Mendidik Generasi
Memupuk sabar di ruang pengajaran suci.
Guruku ….
Hadirmu mengajarkan sabar ditengah beragam karakter tak tentu
Hadirmu mengajarkan ikhlas, ditengah banyak tuntutan ekonomi dan kebutuhan hidup
Hadirmu mengajarkan tulus, ditengah setiap kerja harus dihitung fulus.
Guruku ….
Tak terhitung sudah berapa kali aku mengeluh saat pelajaranmu
Tak terhitung sudah berapa kali aku mengacuhkan penjelasanmu
Tak terlihat Lelah melangkahkan kaki menuju ruang pengabdian
Tak pernah pupus menata hari untuk mengisi pikiran generasi terdidik.
Guruku ….
Tak hanya ilmu, bekal di masa depan
Engkau juga telah menjadi penyelamatku dari kebodohan
Membawa diri kami keluar dari alam kegelapan
Menuju alam terang benderang penyinar masa depan kami.
PENGABDI PENDIDIKAN
Oleh Nur Fadliah Rahma
Guruku ….
Tak hanya pengabdian, sosok dan gelar yang melekat di namamu adalah suci
Pengemban Ilmu sejati, Pengabdi Pendidikan sangat berarti
Pena dan ucapan, terukir dan terpatri kepada generasi
Menjadi ladang amal bagi sang penerus ilmu
Guruku ….
Telah kau puaskan dahaga kami akan ilmu dan kebijaksanaan
Mengubah wajah muram menjadi berseri karena pengetahuan
Mengajarkan adab dalam untaian diksi dan perilaku teladan
Yang terpatri sebagai penenang kalbu dalam setiap laku.
Guruku ….
Engkau pahlawan tanpa tanda jasa
Jiwamu tulus, tak kenal berkeluh kesah
Tak terhingga tinta terukir di papan pengajaran
Tak terhingga idiom terucap sarat makna, hikmah dan pekerti.
Guruku ….
Tak terhingga pengajaran akhlak kau tanamkan
Menanam budi pada setiap karakter yang beragam
Tulusmu menyaksikan tingkah pola sang penerus
Tak terkatakan dalam sabar, tetap mendidik dalam keihlasan tak bertepi.
Guruku ….
Rentang masa demi masa pengajaran telah terlewati
Dalam harap ridho ilahi dan amal panggilan jiwa murabbi
Demi pengabdian suci kepada generasi pengganti
Semoga kelak menjadi tunas negeri penerus ilmu sejati.
PELITA DALAM GELAP
Oleh: Karina Syahrani Mursidi
Guruku ….
Kusebut namamu Guru bukan sembarang guru
Sosok tangguh rela berkorban di ladang pengabdian ilmu
Waktu, ilmu, dan keringat tertumpah di ruang pengajaran
Menjadi pejuang Pendidikan, tak kenal Lelah.
Guruku ….
Engkaulah pahlawan tanpa tanda jasa
Yang menuntun kami berjalan menuju cahaya kesuksesan
Membekali ilmu dan keterampilan, demi masa depan yang terjamin
Membekali adab dan akhlak, demi kebaikan cita-cita kami
Guruku…..
Engkaulah pelita dalam gelap
Cahaya penerang dalam gelapnya ketidaktahuan
Menjadi penerang dalam suramnya pikiran
Menjadi jalan terang ditengah beratnya beban kehidupan.
Guruku ….
Hadirmu memberikan mantra jiwa dalam perjuangan menuntut ilmu
Agar kami tak mudah menyerah di jalan pengetahuan
Agar kami tak sulit memahamkan ilmu alam, sosial dan budaya
Agar kami dimudahkan mengakrabi sejarah bahasa, seni dan sastra.
Guruku ….
Hadirmu memberikan suntikan vaksin bagi imunitas perjuangan kami
Agar kami tak mudah lelah di jalan adab dan ilmu
Agar kami lebih mudah memahamkan kaidah segala macam komunikasi
Agar kami bicara lebih tertata, sopan dan beretika.
Guruku ….
Terima kasih telah menjadi Pelita dalam Gelap, Penerang dalam suram jalan kami
Cita dan Cinta Di Pesantren
Oleh: Firyal Mufidah
Guruku ….
Terima kasih telah membersamai kami, dalam suka duka
Memahami kami apa adanya, sebagai anak didik layaknya anak sendiri
Terkesan dan mengesankan banyak pelajaran
Menimba banyak hikmah dan adab di ruang pengajaran suci
Guruku ….
Cita dan Cintaku kupupuk dalam Penjara Suci
Menjadi penuntut sejati, adab dan ilmu
Agar tak menjadi Penghalang bagi kami, menjadi beradab dan berilmu.
Tak mengambil Jarak antara ilmu dan kebijaksanaan
Guruku ….
Maafkan kami jika setiap hari memberimu tanya
Sebagai tanda cinta akan pelajaran
Meski perasaan ini sesekali ingin mengabaikan sosokmu
Melangkah tanpa ilmu, Berlari tanpa pengetahuan adalah godaan di luar penjara suci.
Guruku ….
Kusadari, Cita dan Cintaku ditakdirkan bersemi di Pesantren
Memupuknya setiap hari dan membiarkannya tersirami oleh pengetahuan umum dan agama
Tuntunlah kami dengan tulus dan penuh kasih sayang
Agar kami tak sesak dan berniat lari dari penjara yang mensucikan pikiran dan jiwa ini.
Guruku ….
Penjara Suci yang kini telah menjadi takdirku menyemai cita dan cinta
Bukanlah penjara yang sebenarnya, tapi taman yang menyirami pikiran dan jiwa
Menyemai ibadah pada setiap sudut ruangnya, di kelas, lapangan olahraga, aula, asrama dan masjid, maupun saat berada di kantin dan dapurnya.
Biar kurasakan Bahagia berada di dalamnya, bersamamu Guruku yang tercinta.
Guruku ….
Terima kasih untuk setiap saat indah bersamamu
Bersama kita bisa, tak hanya menanam rindu pada buah pengetahuan, tapi menyemai cinta pada adab dan ilmu, pada setiap narasi dan literasi yang dipelajari
Guruku …. Terima kasih untuk setiap saat bermakna bersamamu
Ku Akan selalu mengenangmu, dalam setiap Langkah dan doaku.
Dibaca usai Upacara Peringatan Hari Guru Nasional, Kamis, 25 November 2021 di Lapangan Basket Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep.