Selasa, 06 Okt 2026
  • Pondok Pesantren Putri IMMIM Pangkep, Pesantren yang khusus menerima santri putri ini, kampusnya berada di bilangan jalan poros Kecamatan Minasatene Kabupaten Pangkep

Pengenalan TIK dan Media Pesantren

Salam Literasi - Pengenalan TIK Pesantren. (foto: ist/*)

Salam Literasi – Pengenalan TIK Pesantren. (foto: ist/*)

Laporan: Indriani Larasati

BLOGGURU – Bertempat di Ruang Hotspot Center, sejumlah Guru/Pembina Kepesantrenan mendapatkan pengarahan soal TIK Pesantren dan medianya. “Pengenalan TIK Pesantren ini merupakan bagian dari sosialisasi dan pengenalan media yang dikelola Pondok Pesantren Modern Putri IMMIM, sebagai suatu kebutuhan yang tak terelakkan untuk memajukan dan mengembangkan program pembelajaran berbasis TIK,” ujar Muhammad Farid Wajdi, Penanggung Jawab TIK Pesantren.

Pengenalan TIK Pesantren ini dibuka secara resmi oleh Ketua YASDIC IMMIM Pangkep, Dra Hj Sri Hajati Fachrul Islam, bersamaan dengan Pembekalan Peserta Stukom TP. 2022/2023,  Selasa (28/2/2023). “Saya berharap dengan Pengenalan TIK dan Media Pesantren ini, semakin banyak guru/pembina yang memahami pentingnya TIK dalam memajukan program pembelajaran. Pemahaman terhadap TIK ini adalah suatu kebutuhan yang tak terelakkan, dan harus dibuat semenarik mungkin agar peserta didik tidak larut dalam aktivitas online yang tidak membawa manfaat”, ungkapnya.

Beberapa guru/pembina pesantren Putri IMMIM yang hadir dalam Pengenalan TIK dan Media Pesantren tersebut antara lain, Dra Nurhudayah (Kepsek Kepesantrenan), Dra Farida Lappa (Pembina OSIS/Wali Asrama Kalsum dan Aisyah), Salsabila Amalia (Wali Asrama Rahmah), Anita Yusuf (Wali Asrama Khadijah), Widia Eka Utama (Wali Asrama Rabiah), Alfiah Yusuf (Wali Asrama Tahfidz), Nur Alfiah Salam (Wali Asrama Masyita), dan Indri (Wali Asrama Halimah).

Kebutuhan penggunaan dan pemanfaatan TIK saat ini tak terhindarkan, sehingga mutlak harus dipahami, terutama soal bagaimana memanfaatkannya dalam proses belajar mengajar. Hal ini disampaikan Dra Nurhudayah, Kepsek Kepesantrenan. “Kebutuhan untuk mengajar daring saat ini tak terhindarkan, termasuk dalam hal penyediaan bahan belajar secara online. Terbentuknya sistem belajar mengajar yang baik secara online ini telah kita praktekkan di masa pandemi Covid-19 yang telah lalu, dan saat ini kita mengantisipasinya untuk mencoba kembali melakukannya, untuk mengisi kekosongan pembelajaran di masa libur Ramadhan yang akan datang. Saya berharap dengan pengenalan TIK ini, dapat membuka minat dan kreasi para guru kepesantrenan untuk memanfaatkan media website pesantren sebagai media pembelajaran,” harapnya. (*)

 

Post Terkait

0 Komentar

KELUAR