
Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)
Related Post: Catatan Imam Shamsi Ali tentang Puasa Ramadan
BLOGGURU – Tak terasa kita sudah berada di hari-hari terakhir Bulan Sya’ban dan sebentar akan memasuki Bulan Suci Ramadhan. Ya, Bulan Ramadhan yang dinanti akan segera tiba, dan sebentar lagi kita akan berada didalamnya, berproses menempa dan membentuk diri menjadi ‘Insan Ramadhan’, insan yang lebih baik dan berkomitmen akan menjadi yang lebih baik. Masa berjumpa dengan Ramadhan akan segera tiba dan sebagai ungkapan rindu, tentu kita harus merayakan dan menikmatinya. Bahagia berjumpa dengan Ramadhan itu perlu diwujudkan dalam bentuk amaliah, dan bukan hanya sekadar kata-kata.
Maka seorang muslim hendaknya merasa sangat bergembira bila bulan Ramadhan tiba, sebab bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh dengan keberkahan. Bulan Ramadhan adalah bulan perubahan, bulan yang didalamnya terdapat sebuah malam yang lebih baik dari 1000 bulan, yaitu Laiatul Qadr. Pada bulan Ramadhan yang mulia ini, semua amal shalih juga dilipatkan gandakan pahalanya. Pintu-pintu Jahim (neraka) ditutup. Setan-setan dibelenggu. Maka sebagai seorang muslim kita harus merasa bergembira menyambut dan memanfaatkannya, Karena ini merupakan kesempatan terbaik untuk meraih banyak amal shalih.
Dan sebaliknya, bila ada seorang muslim yang merasa biasa-biasa saja, tidak bersemangat meraih amal shalih dan tidak bergembira dengan datangnya bulan Ramadhan, Maka ia harus khawatir, sebab bisa jadi ia akan banyak melewatkan kebaikan-kebaikan pada bulan itu.
Bahagia berjumpa dengan Ramadhan adalah salah satu wujud keimanan. Ya, Karena kebahagiaan ketika bulan Ramadhan merupakan sebuah reaksi tanda ke-imanannya seorang muslim, Sebuah Ibarat ia bahagia karena akan kedatangan tamu yang agung dimana tamu tersebut telah ia rindukan selama 11 bulan lamanya yang akan segera hadir membawa banyak fadhilah dan keberkahan, maka itu ia berusaha mempersiapkan segala sesuatunya dan tentu hati menjadi sangat bergembira dapat bertemu dengan Ramadhan.

Doa Menyambut Ramadhan. (foto: ist/*)
Allah subhanallahu wa ta’ala berfirman,
Artinya:
“Katakanlah: ‘Dengan kurnia Allah dan rahmatNya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Kurnia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan” (QS. Yunus [10]: 58).
Ibnu Rajab Al-Hambali rahimahullah berkata;
Artinya:
“Bagaimana tidak gembira? seorang mukmin diberi kabar gembira dengan terbukanya pintu-pintu surga. Tertutupnya pintu-pintu neraka. Bagaimana mungkin seorang yang berakal tidak bergembira jika diberi kabar tentang sebuah waktu yang di dalamnya para setan dibelenggu. Dari sisi manakah ada suatu waktu menyamai waktu ini (Ramadhan). [Latha’if Al-Ma’arif hlm. 148]
Bahkan para salafus shalih terdahulu, mereka sangat rindu dan berharap agar dapat bertemu dengan bulan Ramadhan sejak jauh-jauh hari.
Ibnu Rajab Al-Hambali menuturkan,
Artinya:
“Sebagian salaf berkata, ‘Dahulu mereka (para salaf) berdoa kepada Allah selama enam bulan agar mereka dipertemukan lagi dengan Ramadhan. Kemudian mereka juga berdoa selama enam bulan agar Allah menerima (amal-amal shalih di Ramadhan yang lalu) mereka.“ [Latha’if Al-Ma’arif hal. 232].

Untuk itu sudah semestinya kita sebagai seorang muslim menyambut bulan Ramadhan dengan penuh kegembiraan, mempersiapkan diri dengan yg terbaik, semangat beramal shalih, banyak berdoa, membekali dengan ilmu dan membersihkan diri dengan taubat,
Semoga dengan kesempatan yang Allah ta’ala berikan ini, kita bisa pergunakan dengan sebaik-baiknya untuk meraih banyak amal shalih. Karena bisa jadi ini adalah ramadhan terakhir kita.
Barakallahu Fiikum. (*)
(* Muhammad Farid Wajdi, Guru/Pengasuh Pontren Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep.
[…] 3. Bahagia Berjumpa Ramadhan […]