
Oleh: Imam Safi’i, S.S, M.Pd
BLOGGURU – Surah Al-Fatihah adalah salah satu rukun shalat. Karena itu membacanya, terkhusus kepada Imam Shalat, tidaklah boleh salah dalam hal pengucapan, cara baca dan tajwidnya. Pertanyaannya kemudian, sebagaimana kita ketahui, ayat ketujuh dari surat Al-Fatihah cukup panjang yakni :
Bagaimana cara membacanya jika seorang qori atau imam nafasnya pendek?
Jawaban:
Ada beberapa pilihan cara dalam membacanya, yakni:
Pertama, Jika nafasnya panjang maka sangat dianjurkan ayat ketujuh dibaca dalam sekali nafas tanpa berhenti ditengah ayat.
Kedua, Jika nafasnya pendek boleh berhenti pada lafadz ْعَلَيْهِم yang kedua, dan diulangi dari ِ.غَيْرِ الْمَغْضُوْب
Contoh cara bacanya:
Kemudian diulangi lagi dari
Ketiga, Jika benar-benar nafasnya pendek maka bolehlah berhenti pada ْعَلَيْهِم yang pertama dan dilanjutkan kalimat berikutnya tanpa mengulang.
Contoh waqof pada:
Dan langsung dilanjutkan
Sebagaimana kita ketahui! Umumnya nafas orang Indonesia pendek, kalau dipaksakan harus satu nafas untuk membaca ayat ketujuh dari surat Al-Fatihah, dikhawatirkan kalimat-kalimat terakhir tidak sempurna pengucapannya karena ngejar nafas.
Sehingga kami memberi opsi-opsi diatas sebagaimana yang kami terima dari para guru-guru kami, yakni dari KH. Ahmad Dzul Hilmi, KH. Mudawi Ma’arif dan KH. Ulil Albab Arwani. Adapun tanda ( لا ) yang dibawanya ada bulatan seperti angka 5 arab ( ٥ ) menunjukkan bahwa pada riwayat bacaan yang lain, itu adalah sebuah ayat, seperti contoh dalam Riwayat Qolun an Nafi’ sebagai berikut :
Demikian, semoga bermanfaat adanya. Barakallahu fiikum. (*)
[…] Related Post: Tanya Jawab Seputar Tajwid: Ayat Ketujuh Surat Al-Fatihah […]
Kiroat apa yg membaca al fatihah membolehkan berhenti di ghoiril maghdhubi alaihim….karena tanafus dan ibtida ghoiril…….. Dan seterusnya sampai akhir