
Khudz ‘Aqidataka Minal Kitābi Was Sunnah As-Shahîhah
BLOGGURU – Bagaimana cara membantah bisikan syetan, “SIAPA YANG MENCIPTAKAN ALLAH ?” Dalam Kitab Khudz ‘Aqidataka Minal Kitābi Was Sunnah As-Shahîhah (Bagian Ke -33), Asy-Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu rahimahullah ta’ala mengatakan :
“Pertanyaan : Bagaimana cara kita membantah pertanyaan setan, “siapakah yang menciptakan Allah ?”
Jawaban : “Jika setan membisikkan pertanyaan ini kepada salah seorang dari kalian, maka hendaknya ia berlindung kepada Allah.
Allah ta’ala berfirman :
Artinya:
“Dan jika setan mengganggumu dengan suatu gangguan, maka mohonlah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dialah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Fushshilat: 36).
Dan Rasul telah mengajarkan kepada kita untuk menolak tipu daya setan ini dengan cara kita katakan :
Artinya:
“Aku beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Allah Maha Esa. Allah lah tempat bergantung. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia.” Kemudian hendaklah ia meludah ke kiri sebanyak tiga kali, berlindung kepada Allah dari setan, dan berhenti. Karena sesungguhnya cara yang demikian itu dapat menepisnya. (Ini adalah ringkasan hadits-hadits shahih yang terdapat dalam riwayat Al-Bukhari, Muslim, Ahmad, dan Abu Dāwûd).
Sumber: Khudz ‘Aqidatak Minal Kitābi Was Sunnah : 16-17