
Khudz ‘Aqidataka Minal Kitābi Was Sunnah As-Shahîhah
BLOGGURU – Apakah Amalan Shalih dapat Memberikan Manfaat bersama Kesyirikan? Dalam kitab Khudz ‘Aqidataka Minal Kitābi Was Sunnah As-Shahîhah (Bagian Ke -35), Asy-Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu rahimahullah ta’ala mengatakan :
“Pertanyaan : Apakah amalan (yang shalih) dapat memberikan manfaat bersama kesyirikan ?
Jawaban : “Suatu amalan tidak akan bermanfaat jika masih ada kesyirikan .
Berdasarkan firman Allah ta’ala :
وَلَوۡ أَشۡرَكُوا۟ لَحَبِطَ عَنۡهُم مَّا كَانُوا۟ يَعۡمَلُونَ
Artinya:
“Sekiranya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan.” (QS. Al-An’am: 88).
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
(قَالَ اللهُ تَعَالَى: أَنَا أَغۡنَى الشُّرَكَاءِ عَنِ الشِّرۡكِ مَنۡ عَمِلَ عَمَلًا أَشۡرَكَ مَعِي فِيهِ غَيۡرِي تَرَكۡتُهُ وَشِرۡكَهُ)
Artinya:
“Allah ta’ala berfirman : “Aku adalah Dzat yang paling tidak membutuhkan sekutu. Barangsiapa yang mengamalkan suatu amalan yang ia menyekutukan bersama-Ku dalam amalan tersebut, Aku tinggalkan ia bersama sekutunya.” (HR. Muslim)”.
Sumber: Khudz ‘Aqidatak Minal Kitābi Was Sunnah : 18