Rabu, 07 Okt 2026
  • Pondok Pesantren Putri IMMIM Pangkep, Pesantren yang khusus menerima santri putri ini, kampusnya berada di bilangan jalan poros Kecamatan Minasatene Kabupaten Pangkep

Jangan Sekali-kali Mencaci Maki Siapapun dan Teladan Salaf

Teladan Ulama. (foto: ist/*)

Teladan Ulama. (foto: ist/*)

Related Post: Hadits Tiga Perkara untuk Mendapatkan Manisnya Iman

BLOGGURU – Apa ini semacam perintah, “JANGAN SEKALI-KALI MENCACI MAKI SIAPAPUN DAN TELADAN SALAF!” Jabir Bin Salim –radhiyallahu ‘anhu– mengatakan :

“Aku berkata :

“Buatlah ikatan perjanjian denganku Ya Rasulallah!”

Beliau lalu menjawab :

“Janganlah sekali-kali engkau memaki orang lain”.

Kata Jabir, “Sejak itulah aku tidak pernah memaki seorang pun, baik ia berstatus orang merdeka atau hamba sahaya, termasuk tidak memaki unta dan kambing”. (HR Abu Dawud dan dishahihkan Syaikh Al-Albani dalam Shahih Abi Dawud (4084)

Sungguh nasehat yang indah dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang merupakan pelajaran bagi kita semua, tentunya agar menjaga lisan kita yang lebih suka mencaci maki, lebih suka menghina, lebih suka merendahkan orang lain dari pada mengapresiasinya, dari pada memujinya, boleh jadi orang yang kita rendahkan, yang kita hinakan yang kita cacimaki itu lebih baik disisi Allah ‘Azza wa jalla.

Allah Ta’ala berfirman, “Wahai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zhalim”. (Qs. Al Hujaraat 49:11)

Dan sungguh pelajaran bagi kita apa yang dilakukan Jabir bin Salim yang merupakan salah satu salaf yang patut kita teladani, kata Jabir bin Salim, “Sejak itulah aku tidak pernah memaki seorang pun, baik ia berstatus orang merdeka atau hamba sahaya, termasuk tidak memaki unta dan kambing”. (HR Abu Dawud (4084)

Maa syaa Allah, memang salaf adalah orang yang patut sekali kita teladani, yang senantiasa menjaga lisan-lisan mereka, akhlak mereka sangat mulia nan sangat agung

 

:قَالَ جَابرٌ بن سليْم رَضيَ اللهُ عَنْه : قُلْتُ: اعْهَدْ إِلَيَّ يَا رَسُوْلَ اللهِ، قَالَ

«لَا تَسُبَّنَّ أَحَدًا» قَالَ:

فَمَا سَبَبْتُ بَعْدَهُ حُرًّا، وَلَا عَبْدًا، وَلَا بَعِيرًا، وَلَا شَاةً

(رواه أبو داود وصححه الألباني في صحيح أبي داود : 4084)

(Sumber: Riwayat Abu Daud dan Shahihnya al-Albani dalam Shahih Abu Daud: 4084)

Sumber: WA Group Kitab-kitab Ulama

(***)

Post Terkait

0 Komentar

KELUAR