
Durrotun Nashihin. (foto: ist/*)
Related Post: Meraih Ijazah Sanad 16 Kutub Sirah
BLOGGURU – Dalam Kitab “Durrat al-Nasihin fi al-Wa’zhi wa al-Irsyad”, yang berjudul asli: درة الناصحين في الوعظ والإرشاد (Mutiara Ahli Nasihat dalam Petuah dan Tuntunan Agama) yang ditulis oleh Syaikh Utsman bin Hasan bin Ahmad al-Syakir al-Khaubari (عثمان بن حسن بن أحمد الشاكر الخويري) ada disebutkan sebab peristiwa terjadinya Mi’raj-nya Nabi Muhammad SAW.
Dalam Kitab Durrotun Nashihin (117), disebutkan, “Adapun sebab mi’raj adalah bahwa antara langit dan bumi saling mengklaim menjadi paling mulia”.
Bumi : “Aku lebih baik darimu (langit), karena Allah telah menghiasiku dengan hamparan pulau, lautan, sungai-sungai,pepohonan,pegunungan dan lain sebagainya”.
Langit : “Aku lebih baik darimu (bumi), karena matahari,bulan,bintang,falaq,buruj,arsy,kursy dan syurga berada padaku”.
Bumi : “Dan padaku ada baitullah (ka’bah) yang diziarahi dan digunakan melaksanakan ibadah thowaf oleh seluruh para nabi dan rosul,ulama, hukama, para pembesar dan orang orang beriman sekalian”.
Langit : “Dan padaku ada baitil ma’mur, yang digunakan thowaf oleh seluruh malaikat, dan padaku ada syurga yang menjadi tempat arwah para nabi dan rosul,ulama yang mengamalkan ilmunya,hukama,para pembesar dan para sholihin”.
Bumi : Sesungguhnya pemimpin para rosul dan penutup para nabi,kekasih robbil’alamin berada padaku, dan syari’atnya berjalan diatasku
Maka tetkala langit mendengar jawaban ini, ia diam dan tak mampu lagi menjawab bumi. Kemudian langit mengadu kepada Allah SWT, “Ya Allah, engkau maha megijabah hamba yang butuh ketika berdo’a, kini aku tak mampu menjawab bumi, maka aku mohon padaMu, “Naikkanlah nabi muhammad SAW padaku, sehingga aku bisa berbangga kepada bumi dengan mi’rajnya Nabi SAW”.
Maka Allah mengabulkan permintaan langit, dan memberikan wahyu kepada malaikat jibril as pada malam ke 27 rajab : “Wahai jibril,bawalah padaku Nabi Muhammad dari bumi, berangkatlah bersama mikail ke syurga, ambilah buroq untuk kendaraan Nabi Muhammad”.
Maka berangkatlah malaikat jibril dan mikail ke syurga, dan ketika keduanya sampai di pertamanan syurga, keduanya melihat 40.000 buroq sedang memakan rumput syurga, namun jibril dan mikail melihat seekor buroq yang selalu menundukkan kepalanya, ia menangis hingga bercucuran air matanya.
Jibril bertanya : “Wahai buroq, ada apa denganmu?”.
Buroq : “Wahai jibril, aku telah mendengar seorang hamba yang bernama “MUHAMMAD” selama 40.000 tahun, entah mengapa aku jatuh cinta dan merindukan pemilik nama ini. Dan semenjak itu,aku tak butuh makanan dan minuman karena aku telah terbakar api kerinduan”.
Jibril : “Aku akan mempertemukan mu dengan orang yang engkau rindui”.
Kemudian malaikat jibril memasang pelana pada buroq tersebut, selanjutnya malaikat jibril dan mikail as membawanya untuk bertemu dengan Nabi Muhammad SAW.
ila akhiril qishoh – wallohu a’lam bisshowab. (*)