Rabu, 07 Okt 2026
  • Pondok Pesantren Putri IMMIM Pangkep, Pesantren yang khusus menerima santri putri ini, kampusnya berada di bilangan jalan poros Kecamatan Minasatene Kabupaten Pangkep

Definisi Tarqiq dan Tafkhim

Tiga Kitab Matn Ilmu Tajwid

Tiga Kitab Matn Ilmu Tajwid. (foto: ist/*)

BLOGGURU – Berikut ini DEFINISI TARQIQ & TAFKHIM, yang diambil dari Bab 6 tentang Tarqiq & Tafkhim Matn Madzhumah Jazariyah bait 34-36

》At Tarqîq (الترقيق) adalah Mashdar dari mauzun roqqoqo – yuroqqiqu – tarqiiqon,

رقّق – يرقّق – ترقيقا

Yang artinya menipiskan. Secara istilah, tarqiq artinya penipisan yang terjadi pada huruf saat huruf tersebut diucapkan sehingga tidak ada gema yang memenuhi mulut.

● Lawan dari tarqiq adalah tafkhim

》At Tafkhim (التفخيم) yaitu mashdar dari mauzun fakhkhoma – yufakhkhimu – tafkhiman,

فخّم – يفخّم – تفخيما

Yang berartikan menebalkan. Secara istilah, tafkhim artinya penebalan yang terjadi pada suatu huruf saat huruf tersebut diucapkan sehingga terasa gema yang memenuhi mulut. Atau tafkhim juga bisa di artikan, yaitu membaca atau membunyikan huruf hijaiyah tertentu dengan mulut yang dimajukan atau yang menjorok ke depan.

Ditinjau dari tipis dan tebalnya suatu huruf, huruf hijaiyah (tarqiq & tafkhim) dibagi menjadi 3 macam:

– Selalu dibaca tipis, yaitu: huruf-huruf yang bersifat istifal.

– Selalu dibaca tebal, yaitu: huruf-huruf yang bersifat isti’la, khususnya yang bersifat ithbaq,

– Bisa dibaca tebal dan bisa dibaca tipis, yaitu huruf Alif, Lam pada lafazh Jalalah (الله) dan huruf Ra.

Ibnu al-Jazariy rahimahullah berkata:

٣٤﴾ فرققن مستقلا من أحرف ۞ وحاذرن تفخيم لفظ الألف

34). Dan tarqiq-kanlah (tipiskan) suara pada huruf-huruf lstifál, karena kondisi asal mereka adalah tipis (kecuali Alif, Lam, dan Ra). Serta berhati-hatilah jangan sampai men-tafkhim-kan (menebalkan) lafazh Alif bila sebelumnya huruf-huruf tarqiq.

Huruf yang selalu dalam keadaan tarqiq adalah huruf istifal, kecuali Alif, Lam, dan Ra’. Ketiga huruf tersebut kadang masuk dalam keadaan tafkhim dan kadang tarqiq.

》Al Istifal (الإستفال) secara bahasa artinya rendah. Secara istilah Ilmu Tajwid, sifat Istifal adalah rendahnya pangkal lidah dari langit-langit saat mengucapkan huruf-huruf nya. Huruf-huruf yang memiliki sifat Istifal disebut juga dengan Mustafil.

》Huruf Istifal itu selain huruf Isti’la, yaitu ada 22:

ث – ب – ت – ع – ز – م – ن – ي – ج – و – د – ح – ر – ف – هـ – ا – ذ – س – ل – ش – ك – ء

Yang terangkum dalam kalimat

ثَبَتَ عِزُّ مَنْ يُجَوِّدْ حَرْفَهُ إِذْ سَلَّ شَكَا

● Huruf Yang Selalu Tarqiq Ibnu al-Jazariy mengatakan:

٣٥﴾ كهمز (الحـمد) (أعوذ) (اهدنا) ۞ (الله ثم لام (لله) (لنا)

35). Juga berhati-hatilah jangan sampai menebalkan huruf Hamzah, seperti pada kata “Alhamdu”, “A’uudzu”, “Ihdinaa”, dan kata “Allaah”. Kemudian berhati-hatilah jangan sampai menebalkan huruf Lam pada kata “Lillaahi”, “Lanaa”….,

Pada lafazh “Allaah” yang harus tipis adalah huruf hamzah nya, yakni kalimat/huruf “A” nya sebelum kalimat/huruf “Lam” nya.

 

٣٦﴾ (وليتلطف) (وعلى الله) (ولا الض) ۞ والميم من (مخمصة) ومن (مرض)

 

36)….Juga kata “Walyatalaththaf”, “ ‘Alallaahi ”, dan pada kata “Waladh”. Juga berhati-hatilah jangan sampai menebalkan huruf Mim, seperti pada kata “Makhmashah”, dan “Mim Maradh”,

Dan di lafazh ” ‘Alallaahi ” huruf Lam yang harus tipis adalah huruf Lam sebelum lafzhul jalâlah, jangan sampai ikut terbawa tebal di karenakan setelah nya lafzhul jalâlah dan ini merupakan kesalahan yang sering terjadi di kalangan para pembaca al-Qur’an.

》Contoh Huruf Tarqiq Yang Dibawakan Oleh Ibnu al-Jazariy

● Pada huruf Hamzah:

 

الْحَمْدُ، بِالْحَمْد، أَعُوْذُ، ٱهْدِنَا، ٱلله – قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ

 

● Pada Huruf Lam:

 

لِلهِ، لَنَا، وَلْيَتَلَطَّفْ، عَلَی الله، وَلَا الضَّآلِّيْنَ

 

● Pada Huruf Mim:

 

مَخْمَصَ، مِنْ مَّرَضْ

 

Hal ini senada sebagaimana perkataan As-Syaikh Dr. Arif Wardani, dalam kitab “Al-Muwaddhohah Fi Ba’dhi Tanbihatin Fil Fatihah”:

 

رقق أعوذ الحمد مع لا يا فتى ۞ والمستقيم قبل تفخيم أتى

 

“Tarqiq kan lah (tipiskanlah) pada kata (أَعُوْذُ), (الْحَمْدُ). (وَلَا الضَّآلِّيْنَ) dan pada kata (الْمُسْتَقِيْمَ)”

———————————————————

Post Terkait

0 Komentar

KELUAR