Selasa, 06 Okt 2026
  • Pondok Pesantren Putri IMMIM Pangkep, Pesantren yang khusus menerima santri putri ini, kampusnya berada di bilangan jalan poros Kecamatan Minasatene Kabupaten Pangkep

Hikmah Diwajibkannya Puasa Ramadhan

Hikmah Diwajibkannya Puasa Ramadhan

Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)

Related Post: Kumpulan Tulisan tentang Puasa dan Amaliah Ramadhan

BLOGGURU – Bulan Suci Ramadan adalah bulan kegembiraan dan kebahagiaan. Ya, idealnya Bulan Ramadhan menghadirkan kegembiraan bagi Umat Islam. Sejatinya, Bulan Ramadhan menghadirkan kebahagiaan bagi Umat Islam. Begitu banyak kegembiraan dan kebahagiaan yang harus disyukuri dengan datangnya Bulan Ramadhan. Tak terhitung banyak nikmat Allah SWT dan pengistimewaan yang diberikan kepada umat Islam dengan datangnya Bulan Ramadhan.

Selama 30 hari di Bulan Ramadhan, diwajibkan untuk berpuasa. Ibadah Puasa Ramadhan ini bukanlah ibadah sembarang ibadah, dan bukan ibadah tunggal untuk mengukur kesuksesannya, tetapi puasa Ramadhan terikat dan tergantung pada amaliah ramadhan lainnya yang harus berjalan selaras dan saling menguatkan. Ya, ibadah puasa harus kuat karena shalat fardhu’ selalu mengiringinya, bahkan harusnya di awal waktu, begitu pula dengan pelaksanaan shalat-shalat sunnah lainnya.

Dua bulan sebelum datangnya Ramadhan, kita sudah dianjurkan untuk berdo’a, ““Allahumma barik lanaa fi rajaba wa sya’ban wa ballighnaa ramadhan, ‘ yang artinya, “Ya Allah, berikanlah keberkahan kepada kami di bulan Rajab dan Sya’ban, hingga kami bisa sampai pada bulan ramadhan”. Ya, Ramadhan bulan yang dinanti itu telah tiba dan kita harus memeluknya dengan erat-erat. Siapa yang mengistimewakan Ramadhan dengan amaliah produktif, maka Allah pun akan menyayangnya dan memberikan keberkahan Ramadhan kepadanya.

Puasa sendiri tidak hanya dimaknai dengan menahan lapar dan haus. Lebih dari itu, ada begitu banyak keberkahan yang menyertainya, yang keberkahan itu harus direbut dari sejak waktu sahur sampai waktu berbuka puasa.  Rasulullah SAW sebagaimana diriwayatkan Abu Hurairah radhiyallahu anhu, bersabda, “Allah ‘Azzawajalla berfirman dalam hadis qudsi: “Semua amal perbuatan anak Adam (yakni manusia) itu adalah untuknya, melainkan berpuasa, karena sesungguhnya puasa itu adalah untuk-Ku dan Aku yang akan memberikan balasan dengannya”.

Lebih lanjut tentang hadis riwayat tersebut “Puasa adalah sebagai perisai (dari kemaksiatan serta dari neraka). Maka dari itu, apabila pada hari seseorang diantara engkau semua itu berpuasa, janganlah ia bercakap-cakap yang kotor dan jangan pula bertengkar. Apabila ia dimaki-maki oleh seorang atau dilawan dengan bermusuhan, maka hendaklah ia berkata: “Sesungguhnya saya adalah (sedang) berpuasa”.  Keutamaan berpuasa lainnya adalah dijauhkan dari neraka. Dari Abu Said RA: “Rasulullah SAW bersabda: “Tiada seorang hambapun yang berpuasa sehari dengan niat fisabilillah (yakni semata-mata menuju kepada ketaatan kepada Allah), melainkan Allah akan menjauhkan wajahnya (yakni dirinya) karena puasanya tadi, sejauh perjalanan tujuh puluh tahun dari neraka”.
Berikut ini beberapa hikmah dari disyariatkannya Puasa Ramadhan, yaitu:

1. Tazkiyatun Nafs, Penyucian Jiwa. Puasa Ramadan memberi hikmah dan pelajaran untuk melatih diri (riyadhah nafs) dan penyucian jiwa (tazkiyah al-nafs), melatih diri secara spiritual, psikologis, serta humanis-sosialis.

2. Muroqabatullah, selalu merasa diawasi Allah.

3. Meredam Syahwat. Berpuasa berarti meredam syahwat termasuk hawa nafsu. Sebagaimana hadits riwayat Al-Bukhari, dari Abdurrahman bin Yazid ia berkata, “Aku bersama ‘Alqamah dan Aswad menemui Abdullah (bin Mas’ud), lalu Abdullah berkata, “Kami ketika masih muda pernah bersama dengan Nabi SAW lalu beliau bersabda kepada kami, “Wahai golongan pemuda, siapa yang mampu menikah, maka menikahlah, karena sungguh hal itu lebih dapat menundukkan pandangan dan lebih dapat menjaga kemaluan, dan siapa yang tidak mampu (menikah) maka hendaklah ia berpuasa, karena itulah pengendali baginya.”

4. Membentuk Kesabaran. Hikmah puasa adalah mendidik orang untuk memiliki sifat sabar. Jika puasa tersebut dilakukan sebaik-baiknya, maka akan timbul dalam diri seseorang sifat sabar, karena dalam berpuasa seseorang akan dilatih untuk bisa menahan diri dari perbuatan-perbuatan yang dapat membatalkan puasa. Misalnya makan dan minum serta amarah.

5. Menyehatkan Badan. Hikmah puasa pun dapat menyehatkan badan. Nabi Muhammad SAW bersabda, “Berpuasalah agar kamu sehat.” Oleh karenanya, hikmah yang terkandung dalam puasa bukan hanya berguna untuk menyehatkan jiwa belaka, melainkan juga dapat menyehatkan badan. Berdasarkan pengalaman, banyak diantara orang yang sebelum puasa menderita berbagai penyakit seperti magh, namun setelah berpuasa ternyata bisa sembuh bahkan sehat seperti semula.

6. Membentuk Sikap Disiplin. Puasa juga mampu membentuk sikap disiplin terhadap seseorang. Bagaimana tidak, aturan tidak makan dan minum sebelum adzan Maghrib tentu akan membentuk kedisplinan secara perlahan. Tak hanya itu, jam makan sahur yang sebaiknya dituntaskan sebelum imsak juga tanpa sadar akan membuat seseorang lebih tepat waktu.

7. Menciptakan Kepedulian Sosial. Momen puasa sepatutnya dimanfaatkan untuk menumbuhkan rasa peduli terhadap sekitar. Hal ini bisa dimulai dari tetangga terdekat yang membutuhkan pertolongan. Hikmah puasa yang satu ini umumnya juga dimaknai dengan merasakan apa yang dirasakan orang miskin dan kelaparan di luar sana.

8. Meningkatkan Taqwa. Meningkatkan derajat orang mukmin menjadi orang yang bertaqwa. Sebab orang yang bertaqwa itu adalah orang yang paling mulia di sisi Allah SWT, sesuai firman Allah SWT (QS. Al-Hujurat: 13): “Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah SWT adalah yang paling taqwa di antara kamu.”

9. Mendapat Pahala Ganda. Hikmah puasa selanjutnya adalah mendapat pahala berlipat yang tak terhingga dari Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda, “Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. Allah Ta’ala berfirman, “Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku. Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi.”

Demikianlah beberapa hikmah dari disyariatkannya/diwajibkannya Puasa Ramadhan. Semoga bermanfaat adanya. Barakallahu fiikum. (*)
(* Muhammad Farid Wajdi, Pengasuh Pontren Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep.
Immim pangkep

Tulisan Lainnya

0 Komentar

KELUAR