1. Tazkiyatun Nafs, Penyucian Jiwa. Puasa Ramadan memberi hikmah dan pelajaran untuk melatih diri (riyadhah nafs) dan penyucian jiwa (tazkiyah al-nafs), melatih diri secara spiritual, psikologis, serta humanis-sosialis.
2. Muroqabatullah, selalu merasa diawasi Allah.
3. Meredam Syahwat. Berpuasa berarti meredam syahwat termasuk hawa nafsu. Sebagaimana hadits riwayat Al-Bukhari, dari Abdurrahman bin Yazid ia berkata, “Aku bersama ‘Alqamah dan Aswad menemui Abdullah (bin Mas’ud), lalu Abdullah berkata, “Kami ketika masih muda pernah bersama dengan Nabi SAW lalu beliau bersabda kepada kami, “Wahai golongan pemuda, siapa yang mampu menikah, maka menikahlah, karena sungguh hal itu lebih dapat menundukkan pandangan dan lebih dapat menjaga kemaluan, dan siapa yang tidak mampu (menikah) maka hendaklah ia berpuasa, karena itulah pengendali baginya.”
4. Membentuk Kesabaran. Hikmah puasa adalah mendidik orang untuk memiliki sifat sabar. Jika puasa tersebut dilakukan sebaik-baiknya, maka akan timbul dalam diri seseorang sifat sabar, karena dalam berpuasa seseorang akan dilatih untuk bisa menahan diri dari perbuatan-perbuatan yang dapat membatalkan puasa. Misalnya makan dan minum serta amarah.
5. Menyehatkan Badan. Hikmah puasa pun dapat menyehatkan badan. Nabi Muhammad SAW bersabda, “Berpuasalah agar kamu sehat.” Oleh karenanya, hikmah yang terkandung dalam puasa bukan hanya berguna untuk menyehatkan jiwa belaka, melainkan juga dapat menyehatkan badan. Berdasarkan pengalaman, banyak diantara orang yang sebelum puasa menderita berbagai penyakit seperti magh, namun setelah berpuasa ternyata bisa sembuh bahkan sehat seperti semula.
6. Membentuk Sikap Disiplin. Puasa juga mampu membentuk sikap disiplin terhadap seseorang. Bagaimana tidak, aturan tidak makan dan minum sebelum adzan Maghrib tentu akan membentuk kedisplinan secara perlahan. Tak hanya itu, jam makan sahur yang sebaiknya dituntaskan sebelum imsak juga tanpa sadar akan membuat seseorang lebih tepat waktu.
7. Menciptakan Kepedulian Sosial. Momen puasa sepatutnya dimanfaatkan untuk menumbuhkan rasa peduli terhadap sekitar. Hal ini bisa dimulai dari tetangga terdekat yang membutuhkan pertolongan. Hikmah puasa yang satu ini umumnya juga dimaknai dengan merasakan apa yang dirasakan orang miskin dan kelaparan di luar sana.
8. Meningkatkan Taqwa. Meningkatkan derajat orang mukmin menjadi orang yang bertaqwa. Sebab orang yang bertaqwa itu adalah orang yang paling mulia di sisi Allah SWT, sesuai firman Allah SWT (QS. Al-Hujurat: 13): “Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah SWT adalah yang paling taqwa di antara kamu.”
9. Mendapat Pahala Ganda. Hikmah puasa selanjutnya adalah mendapat pahala berlipat yang tak terhingga dari Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda, “Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. Allah Ta’ala berfirman, “Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku. Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi.”







