
Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)
BLOGGURU – Dalam Hadits Riwayat Muslim Nomor 1162, Keutamaan Puasa Asyura pada 10 Muharram digandengkan dengan Keutamaan Puasa Arafah pada 9 Dzulhijjah. Dalam hadits tersebut disebutkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Puasa hari Arafah dapat menghapus dosa dua tahun : yang telah lalu dan yang akan datang, dan puasa ‘Asyura dapat menghapus dosa satu tahun yang lalu.”
Dalam hadits lain disebutkan:
Artinya:
Dari Abu Qatadah berkata bahwa Rasulullah SAW, ditanya tentang puasa hari Asyura, Maka beliau menjawab, Ia dapat menghapus dosa satu tahun yang lalu. (H. R. Muslim No. 2804)
Artinya:
Dari Abu Hurairah ra ia berkata bahwa Rasulullah saw bersabda: “Seutama-utama puasa setelah Ramadhan ialah puasa di Bulan Muharram, dan seutama-utama shalat sesudah shalat Fardlu, ialah Shalat Malam.” ( H. R. Muslim No. 2812)
Apa dan bagaimana Puasa Asyura itu dan apa saja keutamaan Bulan Muharram, serta menyangkut apa saja yang diperselisihkan dan menjadi kontroversi dalam menilai Bulan Muharram, berikut ini beberapa link tulisan penulis dan dari penulis lain di Blog Palontaraq.id
Demikian, semoga bermanfaat adanya. Barakallahu fiikum. (*)