Rabu, 07 Okt 2026
  • Pondok Pesantren Putri IMMIM Pangkep, Pesantren yang khusus menerima santri putri ini, kampusnya berada di bilangan jalan poros Kecamatan Minasatene Kabupaten Pangkep

Keutamaan Bertauhid dan Ancaman bagi Yang Menyekutukannya

Keutamaan Bertauhid dan Ancaman bagi Yang Menyekutukannya

Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)

Related Post: Mengenal Kitab Tauhid dan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab At Tamimi

BLOGGURU – Tahukah kita bahwa kata lain dari “Iman” adalah “Tauhid”. Tiada Iman tanpa bertauhid, Tiada Iman tanpa keyakinan penuh dalam hati bahwa “Tiada Ilah (Tuhan) selain Allah”. Segala amal shaleh dan kebaikan akan tertolak dengan sendirinya tanpa ada keyakinan dalam hati bahwa segala sesuatu yang ada di dunia ini, dan apa yang diantara keduanya adalah diciptakan oleh ALLAH, yang Maha Rahman dan Maha Rahim. tidak beranak dan tidak diperanakkan, tiada sekutu baginya dan tiada sesuatupun yang menyerupainya.

Dalam Kitab Shahih Bukhari:  1161

 

:عَنْ أَبِي ذَرٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَتَانِي آتٍ مِنْ رَبِّي فَأَخْبَرَنِي أَوْ قَالَ

بَشَّرَنِي أَنَّهُ مَنْ مَاتَ مِنْ أُمَّتِي لاَ يُشْرِكُ بِاللَّهِ شَيْئًا دَخَلَ الْجَنَّةَ. قُلْتُ: وَإِنْ زَنَى وَإِنْ سَرَقَ؟ قَالَ: وَإِنْ زَنَى وَإِنْ سَرَقَ

 

Artinya:

Dari Abu Dzar, dia berkata: Rasulullah bersabda : Telah datang kepadaku utusan dari Rabbku lalu ia mengabarkan kepadaku atau beliau bersabda: ” Ia membawakan berita gembira kepadaku bahwa barang siapa yang mati dari umatku sedang dia tidak menyekutukan Allah dengan suatu apapun maka dia pasti masuk surga. Aku tanyakan: “Sekalipun dia berzina atau mencuri?” Beliau menjawab: “Ya, sekalipun dia berzina atau mencuri”.

Hadits ini mengirimkan pesan bahwa jika seseorang meninggal dunia dalam keadaan tidak menyekutukan Allah subhanahu wa ta’ala dengan apapun, ia akan dimasukkan ke dalam surga, meskipun selama hidupnya ia pernah mencuri atau berzina – namun setelah itu dia bertaubat dengan baik. Karena itu hendaknya kita berdo’a agar dianugerahi Husnul Khatimah.

Dalam Kitab Shahih al-Bukhori:1162 juga ada disebutkan Hadits tentang Ancaman bagi Menyekutukan Allah: 

 

:عَنْ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

مَنْ مَاتَ يُشْرِكُ بِاللَّهِ شَيْئًا دَخَلَ النَّارَ. وَقُلْتُ أَنَا: مَنْ مَاتَ لاَ يُشْرِكُ بِاللَّهِ شَيْئًا دَخَلَ الْجَنَّةَ 

 

Artinya:

Dari Abdullah, dia berkata: Rasulullah bersabda: “Barangsiapa yang mati dengan menyekutukan Allah dengan sesuatu maka dia pasti masuk neraka”. Dan aku (Abdullah) berkata: “Dan barangsiapa yang mati tidak menyekutukan Allah dengan suatu apapun maka dia pasti masuk surga”.

Hadits ini mengirimkan pesan ancaman bagi orang yang meninggal dunia dalam keadaan menyekutukan Allah dengan apapun, maka ia akan dimasukkan ke dalam Neraka Jahannam. Naudzubillah min dzalik. Karena itu hendaknya setiap Muslim agar berhati-hati dalam setiap amalan, karena ada Perbuatan-perbuatan yang tidak disadari namun bisa membawa seorang muslim kepada syirik atau kemusyrikan, seperti membaca ramalan zodiak, mendengarkan dan mempercayan Ramalan-ramalan paranormal, dan hal-hal semacamnya.

Semoga catatan ini bermanfaat adanya. Barakallahu fiikum. (*)

 

(* Muhammad Farid Wajdi, Guru/Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep.

 

Immim pangkep

Tulisan Lainnya

Puasa Syawal dan Keutamaannya
Oleh : Immim pangkep

Puasa Syawal dan Keutamaannya

0 Komentar

KELUAR