Rabu, 07 Okt 2026
  • Pondok Pesantren Putri IMMIM Pangkep, Pesantren yang khusus menerima santri putri ini, kampusnya berada di bilangan jalan poros Kecamatan Minasatene Kabupaten Pangkep

Keutamaan Shalat Subuh dan Isya

Keutamaan Shalat Subuh dan Isya

Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)

Related Post: Mendalami Islam lewat Kitab Mutun Thalibil Ilmi

BLOGGURU – Shalat adalah tiang agama. Tidak ada tawar menawar atau kompensasi apapun dan dalam bentuk apapun untuk tidak melaksanakan Shalat Fardhu lima waktu: Subuh, Dzuhur, Ashar, Maghrib, dan Isya. Diantara kelima waktu Shalat Fardhu tersebut, banyak disebutkan masing-masing keutamaannya dan diantara kelima waktu Shalat Fardhu tersebut, terasa pula di kalangan umat Islam bahwa waktu shalat yang berat sekali untuk ditunaikan adalah waktu Shalat Subuh dan Isya.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

 

لَيْسَ صَلاَةٌ أَثْقَلَ عَلَى الْمُنَافِقِينَ مِنَ الْفَجْرِ وَالْعِشَاءِ ، وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِيهِمَا لأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا

 

Artinya:

“Tidak ada shalat yang paling berat dilakukan oleh orang munafik kecuali Shalat Shubuh dan shalat Isya’. Seandainya mereka mengetahui keutamaan keduanya, niscaya mereka akan mendatanginya walaupun sambil merangkak.” (HR. Bukhari no. 657 dan Muslim no. 651)

Apa saja keistimewaan dan keutamaan dari Shalat Subuh dan Isya berjamaah tersebut?

Rasulullah SAW pernah bersabda, “Barang siapa shalat Isya berjamaah, maka ia bagaikan shalat (sunah) setengah malam, dan barang siapa shalat Subuh secara berjamaah, maka ia bagaikan shalat (sunah) semalam penuh.” (HR Muslim, Abu Daud, dan Tirmidzi).

Hadits ini memberi informasi kepada umat Islam bahwa orang yang menunaikan Shalat Isya dan Subuh berjamaah akan mendapat pahala seperti orang Shalat sunnah semalaman penuh. Separuh malam pertama dari pahala Shalat Isya berjamaah dan separuh malam kedua (terakhir) dari pahala Shalat Subuh berjamaah.

Pahala shalat sunnah satu malam penuh di sini artinya ganjaran shalat sunah tanpa henti yang dilakukan seseorang sejak shalat Maghrib sampai datang waktu Subuh, tanpa istirahat, tanpa dzikir di sela-sela shalat, tanpa berhenti untuk ke kamar mandi, tanpa makan dan minum, tanpa tidur, dan tanpa hal-hal lain di luar shalat sunnah.

Bisa kita bayangkan, betapa beratnya mempraktikkan shalat sunnah estafet seperti ini jika kita harus benar-benar melakukannya. Jangankan melakukannya, membayangkannya saja kita sudah geleng-geleng kepala. Tetapi, dengan mudah, Allah SWT memberikan ganjarannya atau pahalanya kepada orang yang hanya meluangkan waktu 10 sampai 20 menit bagi Umat Islam yang menunaikan Shalat Isya berjamaah dan Shalat Subuh berjamaah.

Pahala seperti ini Allah berikan kepada orang yang hanya melaksanakan Shalat Isya dan Subuh berjamaah, meskipun seumpama setelah selesai shalat Isya berjamaah orang itu tidur sampai datang waktu Shalat Subuh dan tidak melakukan shalat sunah sama sekali. Lain halnya, jika seandainya orang itu masih bangun malam dan Shalat sunnah Tahajud, pahala yang akan ia peroleh akan menjadi beberapa kali lipat.

Pertanyaannya, mengapa Allah SWT menjanjikan pahala yang fantastis untuk orang yang menunaikan Shalat Isya dan Subuh berjamaah tersebut? Jawabannya tidak lain karena kedua shalat ini merupakan bukti kekuatan iman seseorang sehingga pantas ketika kedua shalat ini menjadi shalat terberat bagi Orang-orang munafik.

Rasulullah SAW bersabda yang artinya, “Shalat terberat bagi orang munafik adalah Shalat Isya dan Shalat Subuh. Kalau mereka tahu pahala yang Allah siapkan dalam kedua shalat itu, maka mereka akan mendatanginya, meskipun dengan merangkak. Sungguh, aku benar-benar hendak memerintahkan seseorang untuk menjadi imam shalat, kemudian aku pergi bersama beberapa orang yang membawa seikat kayu bakar kepada suatu kaum yang tidak hadir shalat berjamaah, lalu aku membakar rumah-rumah mereka.” (HR. Bukhari no. 657 dan Muslim no. 651)

Seandainya umat Islam mengetahui keutamaan shalat Isya dan Subuh berjamaah, niscaya mereka akan datang berbondong-bondong menuju Masjid-masjid terdekat. Tidak hanya yang berjalan normal, yang harus meminta bantuan orang lain pun pasti akan mendatanginya. Bahkan, dengan cara merangkak pun pasti akan mereka lakukan. Ini semua demi mengejar keistimewaan shalat Isya dan Subuh berjamaah yang pahalanya sama dengan shalat sunah satu malam penuh.

Alhamdulillah, bahwa di Indonesia ada seruan atau gerakan Umat Islam untuk menunaikan Shalat Subuh berjamaah. Hal ini tentu saja merupakan bagian dari cara mendapat keutamaan tersebut. Dan waktu Subuh merupakan waktu terbaik untuk memulai perbuatan baik, awal yang baik dalam belajar dan bekerja.  Barakallahu fiikum. (*)

 

(* Muhammad Farid Wajdi, Guru/Pengasuh Pontren Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep. 

Immim pangkep

Tulisan Lainnya

Awas Pencuri Bulan Ramadan
Oleh : Immim pangkep

Awas Pencuri Bulan Ramadan

0 Komentar

KELUAR