Rabu, 07 Okt 2026
  • Pondok Pesantren Putri IMMIM Pangkep, Pesantren yang khusus menerima santri putri ini, kampusnya berada di bilangan jalan poros Kecamatan Minasatene Kabupaten Pangkep

Hukum Menggantungkan Kalung Jimat untuk Menangkal ‘Ain

Khudz 'Aqidataka Minal Kitābi Was Sunnah As-Shahîhah

Khudz ‘Aqidataka Minal Kitābi Was Sunnah As-Shahîhah

BLOGGURU – Bagaimana Hukum Menggantungkan Kalung Jimat untuk Menangkal ‘Ain? Dalam Kitab Khudz ‘Aqidataka Minal Kitābi Was Sunnah As-Shahîhah (Bagian Ke -31), Asy-Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu rahimahullah ta’ala mengatakan :

“Pertanyaan : Apakah kita boleh menggantungkan kalung jimat dari permata atau rumah kerang atau sejenisnya ?

Jawaban : “Kita tidak boleh menggantungkannya sebagai penangkal ‘ain, berdasarkan firman Allah ta’ala :

 

وَإِن يَمۡسَسۡكَ ٱللَّهُ بِضُرٍّ فَلَا كَاشِفَ لَهُۥٓ إِلَّا هُوَ

 

Artinya:

“Dan apabila Allah menimpakan kemudharatan kepadamu, maka tidak ada yang mampu menghilangkannya kecuali Dia.” (QS. Al-An’am: 17).

Dan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam :

 

مَنۡ عَلَّقَ تَمِيمَةً فَقَدۡ أَشۡرَكَ

 

Artinya:

“Barangsiapa yang menggantungkan tamimah (jimat), maka sungguh ia telah berbuat syirik.” (Shahih diriwayatkan oleh Ahmad).

Tamimah adalah kalung dari permata atau rumah kerang yang digantungkan untuk menangkal ‘ain”.

 

Sumber: Khudz ‘Aqidatak Minal Kitābi Was Sunnah : 16

 

Catatan: Penyakit Ain adalah penyakit atau gangguan yang disebabkan pandangan mata. ‘Ain terjadi karena adanya hasad (iri; dengki) terhadap nikmat yang ada pada orang lain. Orang yang memiliki hasad terhadap orang lain, lalu memandang orang tersebut dengan pandangan penuh rasa hasad, ini bisa menyebabkan penyakit ‘ain.

الشيخ مُحَمَّد جَمِيل زَيۡنُو رحمه الله تعالى

س١٧ – : هَلۡ نُعَلِّقُ الۡخَرَزَةَ وَالۡوَدَعَةَ وَنَحۡوَهَا؟

ج١٧ – : لَا نُعَلِّقُهَا مِنَ الۡعَيۡنِ، لِقَوۡلِهِ تَعَالَى: ﴿وَإِن يَمۡسَسۡكَ ٱللَّهُ بِضُرٍّ فَلَا كَاشِفَ لَهُۥٓ إِلَّا هُوَ﴾ (سورة الأنعام).

وَقَوۡلِهِ ﷺ: (مَنۡ عَلَّقَ تَمِيمَةً فَقَدۡ أَشۡرَكَ) (صَحِيحٌ رَوَاهُ أَحۡمَدُ) (التَّمِيمَةُ: الۡحَرَزَةُ أَوِ الۡوَدَعُ تُعَلَّقُ مِنَ الۡعَيۡنِ).

《خُذۡ عَقِيدَتَكَ مِنَ الۡكِتَابِ وَالسُّنَّةِ الصَّحِيحَةِ : ١٦》

Post Terkait

0 Komentar

KELUAR