Selasa, 06 Okt 2026
  • Pondok Pesantren Putri IMMIM Pangkep, Pesantren yang khusus menerima santri putri ini, kampusnya berada di bilangan jalan poros Kecamatan Minasatene Kabupaten Pangkep

Terjemah Tijan Darori (6): Bab 5 – Sifat Mukhalafatul lil Hawadisi

Terjemah Tijan Darori (6): Bab 5 – Sifat Mukhalafatul lil Hawadisi

Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)

BLOGGURU – Kitab Tijan Darori merupakan salah satu kitab masyhur dalam bidang Ilmu Tauhid Ahlussunnah Wal Jamaah, dengan berkiblat pada madzhab Al Asy’ariyah. Kitab ini sering digunakan di pondok-pondok pesantren, bahkan menjadi buku pegangan wajib pada mata pelajaran Ilmu Tauhid di Madrasah Diniyah dan Tsanawiyah.

Penulis Kitab Tijan Darori bernama lengkap Al ‘Alim Al ‘Alamah Syaikh Ibrahim Muhammad bin Ahmad Al Bajuri Asy Syafi’i. Beliau seorang ulama besar pada masanya yang akrab disapa Imam Al-Bajuri, lahir pada tahun 1198 Hijriah di Bajur, salah satu desa di bagian utara Mesir.

Pada tahun 1213 Hijriyah, Imam al-Bajuri terpaksa harus mengurangi aktivitas belajar mengajarnya karena pada saat itu Perancis menduduki Mesir dan memberhentikan mobilitas pengajian di Al-Azhar.  Akhirnya, beliau pindah dan menetap di Giza selama 3 tahun.

Berikut ini terjemah Kitab Tijan Darori (6): Bab 5 – Sifat Mukhalafatul lil Hawadisi

Bab 5 – Sifat Mukhalafatul lil Hawadisi

Dan wajib dalam hag Allah Ta’ala, sifat mukholafah lil hawadisi/ berbeda dengan makhluk (.   ).

Artinya sesungguhnya Allah Ta’ala tiada serupa dengan para makhluk.

Bagi-Nya tiada tangan, tiada mata, tiada telinga, dan tiada yang lainnya dari sifat-sifat para makhluk.

Lawannya yaitu sifat Almumatsalah/serupa (.  ).

Dan dalil atas berbedanya Allah Ya’ala dengan makhluk yaitu: sesungguhnya jikalau adanya Allah merupakan sesuatu yang serupa dengan makhluk, maka tentu Allah merupakan sesuatu yang baru. Dan itu mustahil.

Immim pangkep

Tulisan Lainnya

0 Komentar

KELUAR