Selasa, 06 Okt 2026
  • Pondok Pesantren Putri IMMIM Pangkep, Pesantren yang khusus menerima santri putri ini, kampusnya berada di bilangan jalan poros Kecamatan Minasatene Kabupaten Pangkep

Tanya Jawab Hukum Bacaan Mad: Mad Arid Lissukun (3)

Tanya Jawab Hukum Bacaan Mad: Mad Arid Lissukun (3)

Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)

BLOGGURU – Hukum Bacaan Mad merupakan salah satu khazanah dalam Ilmu Tajwid. Secara bahasa, mad artinya yaitu panjang, sedang secara istilah, mad berarti memanjangkan huruf hijaiyah karena adanya pertemuan huruf.

Secara garis besar bacaan mad dibagi menjadi 2 yaitu mad thabi’i (mad asli) dan mad far’i (turunan /cabang). Mad far’i juga terbagi menjadi 14 macam mad, yaitu mad wajib muttashil, mad jaiz munfashil, mad layyin/mad lin, mad arid lissukun, mad iwad, mad badal, mad lazim mutsaqal kilmi, mad lazim mukhaffaf kilmi, mad lazim harfi musyabba, mad lazim harfi mukhaffaf, mad shilah qashiroh, mad shilah thawilah, mad farqi, mad tamkin.

Berikut ini Tanya Jawab seputar salah satu hukum bacaan Mad, dalam hal ini Mad Arid Lissukun. Silakan disimak dengan baik.

Tanya: Apa yang dimaksud dengan Mad Arid Lissukun?

Jawab: Secara bahasa, arti kata ‘mad’ yaitu panjang. ‘Arid’ bermakna baru. Sementara itu, kata ‘lissukun’ berarti sukun (mati). Di antara banyaknya hukum bacaan mad, salah satunya adalah hukum bacaan mad arid lissukun, yang merupakan salah satu bagian dari mad far’i.  Pengertian mad arid lissukun adalah suatu bacaan mad (panjang) karena salah satu huruf mad bertemu dengan huruf yang diwaqafkan/ waqaf di akhir ayat.

Tanya:  Apa saja huruf-huruf mad itu dan bagaimana ketentuan membacanya?

Jawab: Huruf-huruf mad itu ialah apabila Huruf berharakat fathah bertemu alif, Huruf berharakat kasrah bertemu ya sukun, dan huruf berharakat dhammah bertemu wau sukun. Hukum bacaan mad arid lissukun terjadi apabila salah satu huruf mad bertemu huruf yang waqaf/dimatikan. Cara membacanya panjang dua, empat, atau enam harakat.

Tanya: Sebutkan 5 contoh Mad Arid Lissukan dalam Ayat-ayat Al-Qur’an?

Jawab: Berikut ini adalah contoh-contoh hukum bacaan mad arid lissukun dalam Alquran.

1. Mad arid lissukun di surah Al-Baqarah ayat 137

Berdasarkan ayat di bawah ini, tanda mad arid lissukun yaitu dengan adanya huruf mad (yaitu kasrah bertemu ya sukun) yang bertemu huruf yang di waqafkan.

 

فَاِنْ اٰمَنُوْا بِمِثْلِ مَآ اٰمَنْتُمْ بِهٖ فَقَدِ اهْتَدَوْا ۚوَاِنْ تَوَلَّوْا فَاِنَّمَا هُمْ فِيْ شِقَاقٍۚ فَسَيَكْفِيْكَهُمُ اللّٰهُ ۚوَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ

 

Artinya:

“Maka jika mereka telah beriman sebagaimana yang kamu imani, sungguh, mereka telah mendapat petunjuk. Tetapi jika mereka berpaling, sesungguhnya mereka berada dalam permusuhan (denganmu), maka Allah mencukupkan engkau (Muhammad) terhadap mereka (dengan pertolongan-Nya). Dan Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui.”

2. Mad Arid lissukun dalam Qs. Al-Anfal: 60

Perhatikan ayat berikut. Dalam ayat ini, huruf mad (huruf berharakat dhammah bertemu wau sukun) bertemu huruf yang waqaf di akhir ayat.

وَاَعِدُّوْا لَهُمْ مَّا اسْتَطَعْتُمْ مِّنْ قُوَّةٍ وَّمِنْ رِّبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُوْنَ بِهٖ عَدُوَّ اللّٰهِ وَعَدُوَّكُمْ وَاٰخَرِيْنَ مِنْ دُوْنِهِمْۚ لَا تَعْلَمُوْنَهُمْۚ اَللّٰهُ يَعْلَمُهُمْۗ وَمَا تُنْفِقُوْا مِنْ شَيْءٍ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ يُوَفَّ اِلَيْكُمْ وَاَنْتُمْ لَا تُظْلَمُوْنَ

Artinya:

“Dan persiapkanlah dengan segala kemampuan untuk menghadapi mereka dengan kekuatan yang kamu miliki dan dari pasukan berkuda yang dapat menggentarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; tetapi Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu infakkan di jalan Allah niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dizalimi (dirugikan).”

3. Contoh di Qs. Az-Zumar: 21

Di ayat ini, terdapat mad thabi’i di akhir ayat. Yaitu pada kata/kalimat bercetak tebal.

 

اَلَمْ تَرَ اَنَّ اللّٰهَ اَنْزَلَ مِنَ السَّمَاۤءِ مَاۤءً فَسَلَكَهٗ يَنَابِيْعَ فِى الْاَرْضِ ثُمَّ يُخْرِجُ بِهٖ زَرْعًا مُّخْتَلِفًا اَلْوَانُهٗ ثُمَّ يَهِيْجُ فَتَرٰىهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَجْعَلُهٗ حُطَامًا ۗاِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَذِكْرٰى لِاُولِى الْاَلْبَابِ

 

Artinya:

“Apakah engkau tidak memperhatikan, bahwa Allah menurunkan air dari langit, lalu diaturnya menjadi sumber-sumber air di bumi, kemudian dengan air itu ditumbuhkan-Nya tanam-tanaman yang bermacam-macam warnanya, kemudian menjadi kering, lalu engkau melihatnya kekuning-kuningan, kemudian dijadikan-Nya hancur berderai-derai. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal sehat.”

4. Contoh dalam Qs. Al-Mursalat: 39

 

فَاِنْ كَانَ لَكُمْ كَيْدٌ فَكِيْدُوْنِ

 

Artinya:

“Maka jika kamu punya tipu daya, maka lakukanlah (tipu daya) itu terhadap-Ku.”

5. Contoh dalam Qs. At-Takasur: 8

 

ثُمَّ لَتُسْـَٔلُنَّ يَوْمَىِٕذٍ عَنِ النَّعِيْمِ

 

Artinya:

“Kemudian kamu benar-benar akan ditanya pada hari itu tentang kenikmatan (yang megah di dunia itu).”

 

Demikianlah pengertian Mad Arid Lissukun dan contohnya dalam Al-Qur’an. Semoga bermanfaat adanya. Barakallahu fiikum. (*)

 

(* Muhammad Farid Wajdi, Guru Al-Qur’an Hadits/Pengasuh Pontren Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep.

 

Immim pangkep

Tulisan Lainnya

Menjadi Ahlul Qur'an
Oleh : Immim pangkep

Menjadi Ahlul Qur’an

Jenis-jenis Sanad
Oleh : Immim pangkep

Jenis-jenis Sanad

Pengertian Lafadz dalam Ilmu Nahwu
Oleh : Immim pangkep

Pengertian Lafadz dalam Ilmu Nahwu

0 Komentar

KELUAR