Selasa, 06 Okt 2026
  • Pondok Pesantren Putri IMMIM Pangkep, Pesantren yang khusus menerima santri putri ini, kampusnya berada di bilangan jalan poros Kecamatan Minasatene Kabupaten Pangkep

Jenis-jenis Sanad

Jenis-jenis Sanad

Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)

Related Post: Sanad dan Ijazah: Dua Konsep Penting dalam Keilmuan Islam

BLOGGURU – Pada postingan sebelumnya, kita sudah membahas tentang ijazah dan sanad, serta perbedaan diantara keduanya dalam khazanah keilmuan Islam. Sekarang mari kita membahas apa saja jenis-jenis sanad yang ada dan dikenal dalam pewarisan/periwayatan hadits atau kutub.

Sanad, dalam Ilmu Hadits, seperti yang telah kita ketahui adalah rangkaian periwayat yang menyampaikan suatu hadits dari Nabi Muhammad SAW hingga sampai kepada kita. Jenis-jenis sanad ini penting untuk diketahui agar kita dapat menilai kesahihan suatu hadis.

Jenis-Jenis Sanad

Secara umum, sanad dapat dikategorikan menjadi beberapa jenis berdasarkan beberapa kriteria. Berikut adalah beberapa di antaranya:

Pertama, Sanad berdasarkan Jumlah Periwayat, yaitu Sanad Mutawatir. Sanad yang diriwayatkan oleh sejumlah besar periwayat pada setiap tingkat sanadnya, sehingga mustahil terjadi kebohongan secara bersama-sama. Hadis yang memiliki sanad mutawatir dianggap pasti sahih, dan Sanad Ahad. Sanad yang diriwayatkan oleh satu orang atau sedikit orang pada salah satu tingkat sanadnya. Kesahihan hadis dengan sanad ahad perlu diteliti lebih lanjut dengan melihat kualitas para perawinya.

Kedua, Sanad berdasarkan Kualitas Periwayat, yaitu Sanad Sahih. Sanad yang seluruh perawinya adil (adil dalam ucapan dan perbuatan), dhobit (kuat ingatannya), dan tidak memiliki penyakit yang dapat melemahkan hafalannya. Hadis dengan sanad sahih dianggap dapat dijadikan hujjah, Sanad Hasan. Sanad yang hampir memenuhi syarat sanad sahih, namun ada sedikit kelemahan pada salah satu perawinya. Hadis dengan sanad hasan dapat dijadikan hujjah dalam masalah-masalah yang tidak terlalu penting, dan Sanad Dhaif. Sanad yang memiliki kelemahan yang cukup signifikan, baik dari segi adilnya perawi, dhobitnya, atau matannya. Hadis dengan sanad dhaif tidak dapat dijadikan hujjah.

Ketiga, Sanad berdasarkan Bentuk Sanad, dibedakan atas tiga, yaitu: Sanad Muttasil. Sanad yang sambung-menyambung dari Rasulullah SAW sampai kepada perawi terakhir tanpa ada putus di tengah-tengahnya, Sanad Mursal. Sanad yang putus pada tingkat sahabat. Artinya, hadis tersebut diriwayatkan oleh seorang tabi’in langsung dari Nabi SAW tanpa melalui perantara sahabat, dan Sanad Mu’allal. Sanad yang memiliki cacat atau kelemahan tertentu, seperti adanya pertentangan antara dua riwayat atau adanya keraguan pada salah satu perawinya.

Keempat, Sanad berdasarkan Masa Sekarang. Yaitu Sanad Riwayah atau Ijazah: Sanad yang berupa ijazah dari seorang guru kepada muridnya, suatu kitab atau ilmu sebagaimana diperoleh dari guru sebelumnya, Sanad Fikrah. Sanad pemikiran atau ideologi, dan Sanad Tarbiyah dan Suluk, Sanad ini yang berkaitan dengan pendidikan akhlak dan spiritual.

Pembagian jenis sanad di atas tidak mutlak dan dapat berbeda-beda pendapat di antara para ulama. Karena itu, untuk memahami lebih mendalam tentang sanad dan kesahihan hadis, diperlukan studi yang lebih lanjut mengenai ilmu hadits. Mengapa Penting Mempelajari Jenis-Jenis Sanad? Tentu pengetahuan itu akan membantu kita Membedakan hadits yang sahih dengan hadits dhaif, demi menghindari kesalahan dalam pengutipan dalil (dasar atau referensi beragama), juga demi Menilai kualitas hadits. Kita dapat mengetahui seberapa kuat dalil yang kita gunakan untuk suatu masalah, serta demi Memahami sejarah periwayatan hadits. Kita dapat mengetahui bagaimana sebuah hadis sampai kepada kita.

Semoga penjelasan ini bermanfaat adanya. Barakallahu fiikum. (*)

(* Muhammad Farid Wajdi, Guru/Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep, Sulsel.

Immim pangkep

Tulisan Lainnya

0 Komentar

KELUAR