
Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)
BLOGGURU – Alhamdulillah, satu kebahagiaan dan kesyukuran tersendiri, penulis masih diberikan ruang dan media untuk mengakrabi berbagai bidang ilmu, termasuk diantaranya yang terkait bidang ilmu kesejarahan. Meski bukan berlatar pendidikan sejarah, namun pengalaman sebagai jurnalis/wartawan beberapa tahun terakhir ini memaksa penulis untuk mengenali dan kemudian mengakrabi bidang ilmu sejarah.
Keakraban penulis dengan Ilmu Sejarah, berdasar sumber lisan maupun tulisan, mencapai puncaknya ketika Pemerintah Kabupaten Pangkep meminta penulis secara khusus untuk menyusun buku “Sejarah dan Kebudayaan Pangkep” dalam Tahun 2005. Memang pada masa bekerja sebagai jurnalis, penulis seakan berlomba dengan kematian, menjemput manuskrip, cerita dan pengalaman narasumber sejarah lokal yang tersebar di berbagai pelosok desa dan kampung di Pangkep. Di masa kini, semua tokoh dan pencerita yang pernah menjadi narasumber penulis dalam konteks kesejarahan lokal, sudah tidak ada lagi. Beruntung penulis pernah merekam semua cerita dari para orangtua tersebut, hingga kemudian terdokumentasi sumber mereka dalam buku “Sejarah dan Kebudayaan Pangkep” (Pemkab Pangkep, 2005) dan kemudian menyusul buku “Sejarah Kekaraengan di Pangkep” (Pustaka Refleksi, 2008) dan “Sejarah Kelahiran Pangkep” (Pemkab Pangkep, 2009).
Mengenang pergulatan pemikiran dan hasil penelusuran sejarah lokal, yang kemudian terpublikasi dalam bentuk banyak artikel di koran dan buku, seperti rasanya penulis ikut merayakan setiap bab dalam buku itu, dari masa Prasejarah yang juga kadang disebut sebagai masa Purbakala sampai masa revolusi fisik dan pembentukan Daerah Tingkat II (Pemerintah Kabupaten). Penulis membentuk diri sebagai seorang pembelajar di bidang sejarah budaya, meski tak pernah mengenyam bangku kuliah pada jurusan sejarah budaya. Itulah sebabnya penulis merasa bahagia jika dapat ikut serta merayakan Hari Purbakala ke-109 pada Tanggal 14 Juni 2022 kemarin sebagai bagian dari merayakan keberhasilan mengakrabkan diri dengan studi kesejarahan. (*)