Dari Ali r.a., “Barangsiapa tidak ada padanya Sunah Allah, Sunah Rasulullah dan Sunah Wali-wali Allah, maka dia tidak mempunyai sesuatu pun di tangannya.”
Selanjutnya, ditanyakan kepada Sayidina Ali:
“Apakah Sunah Allah itu?” Ali menjawab: “Ialah menyimpan rahasia.” Ditanyakan lagi: “Apakah Sunah Rasulullah?” Beliau menjawab: “Yaitu berbuat ramah terhadap sesama manusia.” Dan ditanyakan lagi: “Apakah Sunah wali-wali Allah?” Beliau pun menjawab: “Memikul beban penderitaan dari para manusia.”
Rahasia, adalah sesuatu yang harus disembunyikan, agar orang lain tidak mengerti. Menyembunyikan rahasia orang lain adalah wajib. Tentang sifat ramah, sebagaimana disebutkan dalam syair:
“Berbuatlah terhadap mereka selagi engkau berada di rumah mereka, dart buatlah hati mereka puas, selama engkau berada di bumi mereka.”
Dalam hubungan ini orang-orang sebelum kita saling berwasiat dengan tiga hal dan saling menyurati dengannya, yaitu:
“Barangsiapa yang beramal untuk akhiratnya, maka Allah mencukupi agama dan dunianya. Barangsiapa membina batiniahnya, niscaya Allah membaguskan lahiriahnya. Dan barangsiapa memperbaiki hubungan dirinya dengan Allah, maka Allah memperbaiki hubungannya dengan – sesama manusia.”
Maksud kalimat “Allah mencukupi kebutuhan agama dan dunia”, adalah bahwa segala hal ihwal orang itu selalu berada di dalam pemeliharaan Allah. Untuk memperbaiki hubungan manusia dengan Allah, maka dengan cara mempertulus perbuatannya, tidak mendemonstrasikan juga tidak mengagumi kemampuan sendiri. Orang yang memperbaiki hubungannya dengan Allah itu akan diperbaiki oleh Allah hubungannya dengan sesama manusia. Karena orang yang dicintai Allah itu juga akan dicintai makhluk-Nya. (*)