Selasa, 06 Okt 2026
  • Pondok Pesantren Putri IMMIM Pangkep, Pesantren yang khusus menerima santri putri ini, kampusnya berada di bilangan jalan poros Kecamatan Minasatene Kabupaten Pangkep

Mengenal Nadhom Nihayatud Tadrib

Mengenal Nadhom Nihayatud Tadrib

Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)

BLOGGURU – Jika para santri, pelajar dan mahasiswa muslim telah mengenal Matan Abi Syuja, maka harus mengenal Matan Nihayatud Tadrib. Apa hubungan keduanya? Ya, MatanΒ  𝑡𝑰𝑯𝑨𝒀𝑨𝑻𝑼𝑫-𝑻𝑨𝑫𝑹𝑰𝑩 adalah salah satu nadhom paling masyhur dari Matan “𝑴ukhtasor Abi Syuja”, yangΒ  ditulis oleh Al-Allamah π‘Ίπ’šπ’‚π’“π’‚π’‡π’–π’…π’…π’Šπ’ π’€π’‚π’‰π’šπ’‚ π’ƒπ’Šπ’ π‘΅π’–π’“π’–π’…π’…π’Šn 𝑨𝒍-π‘¨π’Žπ’“π’Šπ’•π’‰π’Šπ’š (w.989 H).

Kitab Matan “Mukhtasor Abi Syuja” merupakan salah satu kitab kuning yang cukup populer di kalangan santri Indonesia yang mayoritas bermadzhab syafi’i itu.Β  Kitab ringkas ini dikenal pula dengan nama “Ghoyah al Ikhtishor”. Sesuai dengan namanya ini, kitab ini memang terbilang ringkas, singkat namun padat. Meski begitu, tetap memikat dalam khazanah fiqih syafi’i. Itu pula sebabnya banyak fuqoha yang memberikan perhatian serius terhadap kitab matan ini.

Perhatian para fuqoha itu bisa tampil dalam berbagai bentuk. Diantara mereka ada yang memberikan syarahnya, ada yang membuatkan Nadzamnya, dan ada pula yang mengumpulkan dalil-dalilnya. Berikut ini bisa pembaca nikmati sajian sejarah turats fiqh syafi’i yang terkait dengan Matan Abi Syuja ini.

Salah satu bentuk perhatian dari para fuqoha tersebut adalah dengan meringkas lagi kitab matan ini, dan membentuknya menjadi nadhom. Lahirlah kemudian Nadhom Nihayatud Tadrib ini salah satunya dengan metode khas penulisnya. (Download disini: Ω†Ω‡Ψ§ΩŠΨ© Ψ§Ω„Ψͺدريب)

Metode yang digunakan Al-Allamah Syarafuddin Yahya bin Nuruddin al-Amrithiy dalam menuliskan nadhom Nihayatud Tadrib adalah:

[1] Memberikan tambahan faidah penting yang tidak disebutkan di matn Al-Ghayah, seperti : syarat-syarat, pengecualian, dan lain sebagainya;

[2] Mengganti pendapat lemah dengan pendapat yang rajih dalam Madzhab Syafi’i;

[3] Menyajikan nadhom dengan bahasa yang mudah dan mengalir, sehingga sangat memudahkan untuk dihafal.

Demikian catatan singkat ini, semoga bermanfaat adanya. Barakallahu fiikum. (*)

 

(* Muhammad Farid Wajdi, Guru/Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep.

Immim pangkep

Tulisan Lainnya

0 Komentar

KELUAR