
Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)
Related Post: Free Download/Silakan Unduh Syarh Kitabul Jami’
BLOGGURU – Berikut ini Hadits-hadits Silaturahim dan Kebaikan dalam Kitabul Jami’ dari Bulughul Maraam Ibnu Hajar al-‘Asqalani, yaitu:
Hadits ke-1 | Keutamaan Silaturrahim
Artinya:
Dari Abū Hurairah radhiyallāhu Ta’āla ‘anhu berkata: Rasulullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda: “Barangsiapa senang untuk dilapangkan rizki dan dipanjangkan umurnya, maka jalinlah tali silaturahim (hubungan antar kerabat).” (HR Bukhari)
Hadits ke-2 | Larangan Memutus Silaturahmi
Artinya:
Dari Jubair bin Muth‘im Radiyallāhu anhu ia berkata: Rasūlullāh Shallallāhu Alayhi Wasallam bersabda: “Tidak akan masuk surga orang yang memutus silaturahim.” (HR. Muttafaqun ‘alaih).
Hadits ke-3 | Perbuatan Yang Diharamkan
Dari Al-Mughirah bin Syu’bah radhiyallāhu ‘anhu, dari Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya Allāh Subhānahu Wa Ta’āla mengHARAMkan atas kalian: Durhaka kepada para ibu, Mengubur anak-anak perempuan hidup-hidup, Hanya sekedar bisa menuntut hak, sementara tidak menunaikan hak orang lain (banyak menuntut sesuatu yang tidak pantas dituntutnya), Mengatakan “katanya & katanya” (banyak menukil perkataan manusia, Terlalu banyak bertanya (meminta), dan membuang-buang (menyia-nyiakan) harta.” (HR. Muttafaqun ‘alaih).
Hadits ke-4 | Keutamaan Keridhaan Orangtua
Artinya:
Dari ‘Abdullāh bin ‘Amr bin al ‘Āsh Radhiyallāhu Ta’āla ‘anhumā: dari Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam Beliau bersabda: “Ke-ridhā-an Allāh itu berada pada keridhā-an kedua orang tua, dan kemarahan Allāh itu berada pada kemarahan kedua orang tua.” (HR Tirmidzi dan dishahihkan oleh Ibnu Hibbān dan Al-Hākim).
Hadits ke-5 | Anjuran Agar Menghormati Tetangga
Artinya:
Dari Anas Radiyallāhu anhu dari Nabi Shallallāhu Alayhi Wasallam, beliau bersabda: “Demi Dzat yang jiwaku berada ditanganNya, tidaklah (sempurna) beriman seorang hamba sampai dia menyukai bagi tetangganya kebaikan yang dia suka untuk dirinya.” (Muttafaqun ‘alaih, diriwayatkan oleh Imām Bukhāri dan Imām Muslim).
Hadits ke-6 | Syirik Dan Dosa-Dosa Besar
Artinya:
Dari Ibnu Mas‘ud Radiyallāhu ‘anhu beliau berkata: Saya pernah bertanya kepada Rasūlullāh Shallallāhu Alayhi Wasallam : “Dosa apa yang paling besar?” Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda: “Jika kamu menjadikan sekutu bagi Allah Subhānahu wa-ta’āla padahal Dia yang menciptakanmu.” “Kemudian apa?” Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda: “Jika engkau membunuh anakmu karena takut ia makan bersamamu.” “Kemudian apa?” Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda: “Jika kamu berzina dengan istri tetanggamu.” (HR. Muttafaqun ‘alaih).
Hadits ke-7 | Mencaci Maki Orangtua
Artinya:
Dari shahābat ‘Abdullāh bin ‘Amr bin ‘Āsh radhiyallāhu Ta’āla ‘anhumā bahwasanya Rasūlullāh Shallallāhu Alayhi Wa sallam bersabda: “Diantara dosa besar adalah seorang lelaki memaki kedua orang tuanya.” Maka ditanyakan kepada Nabi: “Apakah ada seorang mencaci maki kedua orang tuanya?” Rasūlullāh Shallallāhu Alayhi Wa sallam bersabda: “Ya ada, seseorang mencaci ayah orang lain, maka orang lain tersebut kembali mencaci ayahnya. Dan (demikian juga) ia mencaci maki ibu orang lain, lalu orang lain tersebut mencaci ibunya pula.” (HR Imām Bukhāri dan Imām Muslim).
Hadits ke-8 | Larangan Mendiamkan Saudaranya Lebih dari 3 Hari
Artinya:
Dari Abū Ayyūb radhiyallāhu Ta’āla ‘anhu: Bahwasanya Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam berkata: “Tidak halal bagi seorang muslim untuk menghajr (memboikot) saudaranya lebih dari 3 malam (yaitu 3 hari). Mereka berdua bertemu namun yang satu berpaling dan yang lainnya juga berpaling. Dan yang terbaik diantara mereka berdua yaitu yang memulai dengan memberi salam.” (Muttafaqun ‘alaih, diriwayatkan oleh Imām Bukhāri dan Imām Muslim).
Hadits ke-9 | Setiap Kebaikan Adalah Sedekah
Artinya:
Dari Jābir radhiyallāhu Ta’āla ‘anhu, dia berkata: Rasūlullāh Shallallāhu Alayhi Wasallam bersabda: “Seluruh perbuatan baik merupakan sedekah.” (HR Imām Al Bukhari).
Hadits ke-10 | Larangan Memandang Rendah Suatu Kebaikan
Artinya:
Dari Abu Dzarr Radhiyallāhu ‘anhu ia berkata: Rasūlullāh Shallallāhu Alayhi Wasallam bersabda: “Janganlah kamu meremehkan kebaikan apapun, meskipun kau bertemu dengan saudaramu dengan wajah berseri-seri.” (Hadits shahīh diriwayatkan oleh Imām Muslim).
Hadits ke-11 | Anjuran Memperhatikan Tetangga
Artinya:
Dari Abū Dzarr radhiyallāhu Ta’āla ‘anhu, beliau berkata: Rasūlullāh Shallallāhu Alayhi Wasallam bersabda: “Jika engkau memasak kuah, maka perbanyaklah airnya dan perhatikanlah tetangga-tetanggamu.” (HR Muslim).
Hadits ke-12 | Menghilangkan Penderitaan Sesama Muslim
Artinya:
Dari shāhabat Abū Hurairah radhiyallāhu ‘anhu, beliau berkata, Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda, Barangsiapa yang menghilangkan dari seorang Muslim penderitaannya dari penderitaan di dunia, maka Allāh akan menghilangkan darinya dari penderitaan-penderitaan hari Kiamat, Barangsiapa yang memudahkan bagi orang yang mengalami kesulitan karena terlilit hutang, maka Allāh akan memudahkan baginya urusan di dunia dan di akhirat, dan Barangsiapa yang menutupi aib orang Islam, maka Allāh akan menutupi aibnya di dunia dan di akhirat. Allāh senantiasa menolong hamba tersebut jika seorang hamba menolong saudaranya.” (HR Muslim).
Hadits ke-13 | Keutamaan Orang yang Menunjukkan Kepada Kebaikan
Artinya:
Dari shahābat Ibnu Mas’ūd radhiyallāhu Ta’āla anhu, beliau berkata: Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wasallam bersabda: “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka bagi dia pahala yang orang yang mengerjakan kebajikan tersebut.” (HR Muslim).
Hadits ke-14 | Keutamaan Membalas Kebaikan
Artinya:
Dari shahābat Ibnu ‘Umar Radhiyallāhu anhumā ia berkata: Dari Rasūlullāh Shallallāhu ‘Alayhi Wasallam, Beliau bersabda: “Barangsiapa yang memohon pertolongan kepada kalian dengan bertawasul (dengan menyebut nama Allāh) maka tolonglah dia. Dan barangsiapa yang meminta kepada kalian dengan menyebut nama Allāh maka penuhilah permintaannya. Dan barangsiapa yang berbuat baik kepada kalian maka balaslah (kebaikan tersebut). Jika kalian tidak mendapati (apa yang bisa kalian buat balas kebaikan tersebut) maka do’akanlah dia (orang yang berbuat baik tersebut).” (HR. Imam Baihaqi, hadist shahīh, dishahihkan oleh Ibnu Hibban dan Al-Hakim dan disepakati oleh Imam Adz-Dzahabi rahimahullāh Ta’āla).
***
(* Muhammad Farid Wajdi, Guru Al-Qur’an-Hadits/Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep.