
Oleh: Muhammad Farid Wajdi
Related Post: Apa itu Kitab Syarh, Matan dan Hasyiah?
BLOGGURU – Manzhumah al-Baiquniyah (bahasa Arab: منظومة البيقونية) merupakan naskah kecil/saku (matan) pengantar ilmu hadits (musthalah hadits) yang berupa rangkaian bait-bait syair (nazham) yang memuat istilah dan hukum dasar seputar pembagian hadits dan macam-macamnya. Kitab ini ditulis oleh عمر (أوطه) بن محمد بن فتوح البيقوني الدمشقي الشافعي (المتوفى: نحو 1080هـ), Thaha bin Muhammad bin Futuh Al-Baiquni, seorang ahli hadits yang wafat sekitar tahun 1080 H (1669/1670 M).
Kutaib (kitab kecil) ini berisi sekitar 32 istilah hadits, Mustahalah Hadits karena membahas tentang istilah-istilah hadits, menghimpun 34 bait syair yang mengagumkan tentang hadits shahih, hasan, dha’if, marfu’, maqthu’, musnad, muttashil, musalsal, ‘aziz, masyhur, mu’an’an, mubham, ‘ali, nazil, mauquf, mursal, gharib, munqathi’, mu’dhal, mudallas, syadz, maqlub, fard, mu’allal, mudhtharib, mudraj, mudabbaj, muttafiq-muftariq, mu`talif-mukhtalif, munkar, matruk, dan maudhu’. Oleh karena keunggulan kutaib ini, para ulama menganjurkan untuk dipelajari dan dihafal.

Manuskrip naskah Al-Baiquniyah dari Perpustakaan Pusat Naskah Islam, Mesir
Berikut ini Matan dan Terjemah المَنْظُومَة البَيقُونِيَّة
١ – أَبْدَأُ بِالْحَمْدِ مُصَلِّياً عَلَى … مُحَمَّدٍ خَيْرِ نَبِيٍّ أُرْسِلَا
Aku memulai dengan memuji Allâh dan bershalawat kepada Muhammad Nabi terbaik yang diutus
Inilah pembagian hadits yang banyak dan setiap bagian datang dengan ciri khasnya
Yang pertama hadits shahih yaitu yang sanadnya bersambung tanpa adanya syadz dan ‘illat
Yang diriwayatkan dari perawi adil dan dhabit dari yang semisalnya yang diakui kedhabitan dan penukilannya
Hadits hasan jalan periwayatannya terkenal tetapi para perawinya tidak seperti hadits shahih
٦ – وَكُلُّ مَا عَنْ رُتْبَةِ الْحُسْنِ قَصُرْ … فَهْوَ الضَّعِيفُ وَهْوَ أَقْسَاماً كَثُرْ
Setiap hadits yang lebih rendah derajatnya dari hadits hasan disebut hadits dha’if dan ia banyak macamnya
Apa yang disandarkan ke Nabi adalah hadits marfu’ dan apa yang disandarkan ke tabi’in adalah hadits maqthu’
Hadits musnad adalah yang sanadnya bersambung dari para perawi hingga al-Musthafa tanpa terputus
Hadits yang didengar semua perawi dan bersambung sanadnya hingga al-Musthafa adalah hadits muttashil
Katakanlah, hadits musalsal adalah yang mengandung sifat tertentu seperti: Demi Allâh seorang pemuda mengabarkan kepadaku
Begitu pula: sungguh dia mengabarkan kepadaku sambil berdiri, atau setelah mengabarkan kepadaku ia tersenyum
Hadits ‘aziz adalah yang perawinya dua atau tiga, dan hadits masyhur perawinya lebih dari tiga
Hadits mu’an’an contohnya: dari Sa’id dari Karam, dan hadits mubham adalah jika ada perawi yang tidak disebutkan namanya
Setiap hadits yang perawinya sedikit disebut hadits ‘ali, dan kebalikannya adalah hadits nazil
Apa yang disandarkan kepada para shahabat baik ucapan maupun perbuatan adalah hadits mauquf, mengertilah
Hadits mursal adalah bila perawi shahabat gugur, dan katakanlah hadits gharib itu bila perawinya hanya satu
Setiap hadits yang keadaan sanadnya tidak bersambung disebut hadits munqathi
Hadits mu’dhal adalah bila perawi yang gugur dua, dan hadits mudallas ada dua macam
Pertama: gurunya gugur dengan penukilan di atasnya memakai (عَنْ) dan (أَنْ)
Kedua: gurunya tidak gugur tetapi menyifatinya dengan sifat yang tidak dikenal
Hadits tsiqah yang menyelisihi jamaah disebut hadits syadz, dan hadits maqlub ada dua macam, bacalah
Pertama: mengganti perawi dengan perawi lain dan kedua: membalik sanad-matan
Hadits fard adalah yang periwayatannya diikat dengan satu perawi tsiqah, banyak, atau terbatas
Hadits yang cacatnya tersembunyi atau tersamar disebut hadits mu’allal menurut pengertian ahli hadits
Hadits yang sanad atau matannya berbeda disebut hadits mudhtharib menurut ahli hadits
Hadits mudraj adalah hadits yang tercampuri sebagian lafazh perawi
Setiap hadits yang diriwayatkan oleh perawi segenerasi dari saudaranya adalah hadits mudabbaj, maka ketahuilah ini dengan baik
Hadits yang lafazh (pengucapan) dan khat (tulisan) perawi sama disebut hadits muttafiq, dan kebalikan apa yang kami sebutkan adalah hadits muftariq
Hadits mu`talif adalah jika hanya khat nama perawi yang sama, dan kebalikannya adalah hadits mukhtalif, maka hati-hatilah jangan salah
Hadits munkar adalah yang perawinya menyendiri dan keadilannya tidak diakui saat menyendiri
Hadits matruk adalah yang perawinya satu menyendiri dan mereka sepakat atas kelemahannya, sehingga ia tertolak
Hadits dusta yang direka-reka dan dibuat-buat atas nama Nabi itulah hadits maudhu’
Sungguh nazham ini seperti mutiara yang tersimpan dan aku menamainya Manzhumah al-Baiquniyyah
Berisi 34 bagian yang sempurnya dan ditutup dengan kebaikan.
Semoga bermanfaat adanya. Barakallahu fiikum. (*)
(* Muhammad Farid Wajdi, Guru Al-Qur’an-Hadits/Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep.
Assalamu’alaikum, admin. Ana ikut kopas terjemah nadzom Baiquniyah. Jazakumullahu khairan