
Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)
BLOGGURU – Apa itu Ilmu Mantiq? Secara sederhananya pengertian dari ilmu Mantiq adalah ilmu logika, ilmu yang membahas tentang alat dan formula berpikir, sehingga seseorang yang menggunakannya akan selamat dari cara berpikir salah. Jadi dapat dikatakan ilmu mantiq adalah suatu alat atau dasar yang penggunaannya akan menjaga kesalahan dalam berpikir.
Salah satu kitab matan Ilmu Mantiq adalah Kitab Sullamul Munauraq, dengan judul asal: مَتْنُ السُّـلَّمِ المُنَوْرَق في علم المنطق , yang ditulis oleh Abu Zaid Abdurrahman Al-Akhdari (أَبي زَيْدٍ عَبْدِ الرَّحْمنِ بنِ مُحَمَّدٍ الصَّغيرِ الأَخْضَرِيِّ)

Kitab Sullamul Munawraq
Muqaddimah
Terjemahnya:
1. Segala puji bagi allah dzat yang sunggu telah menampak kan berbagai bentuk pemikiran kepada orang-orang yang memiliki akal
2. Dan dzat yang telah menghilangkan (menyingkap) setiap tabir penutup yakni kabut kebodohan dari langit pikiran
3. Sehingga menjadi terbit (terang) matahari pengetahuan bagi mereka yang ahirnya mereka dapat melihat setiap permasalahan rumit terurai dengan jelas
4. Kami memuji kepada Allah dzat yang maha agung atas segala nikmat yakni berupa nikmat yang berupa iman dan islam
5. Dialah dzat yang telah memberi keistimewaan kkepada kita dengan manusia terbaik yang terutus dan sebaik-baik manusia yang mendapatkan derajat tinggi
6. Yaitu nabi muhammad pemimpin dari orang-orang yang di ikuti (ditaati) ، berbangsa arab , keturunan bani hasyim dan manusia pilihan
7. Semoga allah swt selalu melimpahkan tambahan rahmat kepada beliau sepanjang akal fikiran masih tetap bergerak menyelami permasalahan-permasalahan rumit dari makna-makna yang luasnya bak laksana lautan
8. Dan semoga allah juga melimpahkan tambahan rahmatnya kepada keluarga dan para sahabat beliau para pemilik petunjuk , adalah mereka yang di ibaratkan bintang-bintang dalam memberikan petunjuk
Kedudukan Ilmu Mantiq
Terjemahnya:
9. Dan setelah membaca basmalah dan hamdalah . sholawat serta salam . Kedudukan ilmu mantiq bagi hati (akal) sebanding dengan kedudukan ilmu nahwu bagi lisan
10. Ilmu ini menjaga fikiran dari terjadinya kesalahan yang tidak di sengaja dan membuka penutup pemahaman yang rumit
11. Maka ambillah beberapa qoidah dari dasar-dasar ilmu mantiq , dimana qoidah tersebut dapat mengumpulkan faidah dari cabang-cabang ilmunya
12. Aku namakan (karya ini) dengan nama sullam munawwaroq (tangga yang dihiasi) dimana dengan karya ini dapat di gapai ilmu mantiq yang tinggi laksana langit
13. Dan hanya kepada allah aku berharap semoga kitab ini menjadi karya yang murni karena allah semata dan tiada berkurang sedikitpun manfaatnya
14. Dan semoga kitab ini bermanfaat bagi pemula yang baru mempelajari ilmu mantiq , hingga mendapatkan petunjuk agar sampai pada kitab-kitab yang lebih luas pembahasan nya.
Hukum Mempelajari Ilmu Mantiq
Terjemahnya:
15. Terjadinya perbedaan wacana (antara yang ahli) tentang status hukum kebolehan memperdalam ilmu mantiq dapat diklasifikasikan menjadi tiga, yaitu:
16. Pertama, Ibnu Shalah (643 H), dan Imam An Nawawi (631-676 H) berpendapat haram, dan (kelompok kedua) sebagian kelompok mengatakan ilmu ini sebaiknya diketahui.
17. Dan pendapat (ketiga) yang terkenal menyatakan bahwa memperdalam ilmu mantiq adalah sahih (benar) bagi mereka yang memiliki kesempurnaan akal, yang mengerti seluk beluk hadis dan al-Quran.
18. Yang menguasai betul hadits dan Al Quran. Hal ini supaya mereka yang bernalar logis bisa memperoleh petunjuk dan ilmu mantiq sampai pada kebenenaran yang hakiki.
Terjemahnya:
Jenis Ilmu dan Klasifikasinya
19. Ilmu itu dapat diklasifikasikan menjadi dua, yaitu: a) Tashawwur (diskriptif), artinya ilmu yang didapat dari arti kata-kata secara mandiri. b)Tashdiq (pembenaran), artinya ilmu yang diperoleh darihasil pendiskripsian arti satu kata (mufrad).
20. Dan dalam hal ini, pengertian awal (yaitu diskripsi) menjadi obyek awalnya, sebab karakternya memang harus mendahulukan adanya diskripsi lebih dahulu yang harus dimunculkan.
21. Ilmu itu dapat diklasifikai lagi menjadi dua macam, yaitu: a) Ilmu nazhari, yaitu ilmu yang didapat dari pemikiran panjang logis; b) Ilmu Dharuri, yaitu ilmu yang didapat tidak melalui pemikiran panjang.
22. Sesuatu yang dapat dipertemukan dengan sesuatu yang terdapat pada ilmu tashawwur itu, bisa berhasil dengan menggunakan kata syarih (jelas).
23. Jika susunan kata dalam bait itu dibuat biasa sebagaimana tidak dalam bentuk bait, maka artinya adalah sesuatu yang bisa dipakai untuk menyampaikan sesuatu pada ilmu tasawwur itu, disebut dengan istila Qaul Sarih. Jika demikian, beribadahlah!
Semoga bermanfaat adanya. Barakallahu fiikum. (*)
(* Muhammad Farid Wajdi, Guru/Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep, Sulsel.
Terimakasih banyak karena sudah mau menjelaskan artinya, semoga Allah membalas dengan balasan terbaik nya, berharap bisa mendapatkan penjelasan yg kongkrit ☺️🙏🙏😇 Alhamdulillah, Alhamdulillah, sangat bermanfaat.