Selasa, 06 Okt 2026
  • Pondok Pesantren Putri IMMIM Pangkep, Pesantren yang khusus menerima santri putri ini, kampusnya berada di bilangan jalan poros Kecamatan Minasatene Kabupaten Pangkep

Beberapa Hal yang Haram dimakan dalam Islam

Beberapa Hal yang Haram dimakan dalam Islam

Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)

BLOGGURU –  Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

 

حُرِّمَتْ عَلَيْكُمُ ٱلْمَيْتَةُ وَٱلدَّمُ وَلَحْمُ ٱلْخِنزِيرِ وَمَآ أُهِلَّ لِغَيْرِ ٱللَّهِ بِهِۦ وَٱلْمُنْخَنِقَةُ وَٱلْمَوْقُوذَةُ وَٱلْمُتَرَدِّيَةُ وَٱلنَّطِيحَةُ وَمَآ أَكَلَ ٱلسَّبُعُ إِلَّا مَا ذَكَّيْتُمْ وَمَا ذُبِحَ عَلَى ٱلنُّصُبِ

 

Artinya:

“Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, Al-Munkhaniqah , Al-Mauqūdzah , Al-Mutaraddiyah , An-Nathîhah, dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. (QS. Al Ma’idah 5 : 3)

Makna Al-Munkhaniqah

Asy-Syaikh Abdurrahman bin Nāshir As-Sa’di rahimahullah ta’ala mengatakan, “{Al-Munkhaniqah} maknanya adalah bangkai binatang yang mati karena tercekik bisa dengan tangan , tali atau memasukkan pada kepala hewan tersebut sesuatu yang sempit, sehingga dia menjadi lemah untuk keluar darinya sampai ia pun akhirnya mati”. 《Taisîr Al-Karîmi Ar-Rahmān Fi Tafsiri Kalāmi Al-Mannān》

قال الشيخ عبد الرحمن بن ناصر السعدي رحمه الله تعالى

{ وَالْمُنْخَنِقَةُ ْ} أي: الميتة بخنق، بيد أو حبل، أو إدخالها رأسها بشيء ضيق، فتعجز عن إخراجه حتى تموت.

《تيسير الكريم الرحمن في تفسير كلام المنان》

 

Makna Al-Mutaraddiyah

Asy-Syaikh Abdurrahman bin Nāshir As-Sa’di rahimahullah ta’ala mengatakan, “{Al-Mutaraddiyah} yaitu hewan yang jatuh dari ketinggian , seperti gunung atau tembok atau atap dan yang semisalnya , lalu ia mati disebabkan hal tersebut “. 《Taisîr Al-Karîmi Ar-Rahmān Fi Tafsiri Kalāmi Al-Mannān》

قال الشيخ عبد الرحمن بن ناصر السعدي رحمه الله تعالى

{ وَالْمُتَرَدِّيَةُ ْ} أي: الساقطة من علو، كجبل أو جدار أو سطح ونحوه، فتموت بذلك.

《تيسير الكريم الرحمن في تفسير كلام المنان》

 

Makna An-Nathihah

Asy-Syaikh Abdurrahman bin Nāshir As-Sa’di rahimahullah ta’ala mengatakan, “{An-Nathîhah} maknanya adalah yang hewan lain menanduknya sehingga hewan tersebut mati”.《Taisîr Al-Karîmi Ar-Rahmān Fi Tafsiri Kalāmi Al-Mannān》

قال الشيخ عبد الرحمن بن ناصر السعدي رحمه الله تعالى

{ وَالنَّطِيحَةُ ْ} وهي التي تنطحها غيرها فتموت.

《تيسير الكريم الرحمن في تفسير كلام المنان》

 

Makna Al-Mauqudzah

Asy-Syaikh Abdurrahman bin Nāshir As-Sa’di rahimahullah ta’ala mengatakan, “{Al-Mauqūdzah} maknanya adalah bangkai binatang yang mati disebabkan karena pukulan dengan tongkat atau batu atau kayu atau meruntuhkan sesuatu keatasnya secara sengaja atau tidak sengaja”.  《Taisîr Al-Karîmi Ar-Rahmān Fi Tafsiri Kalāmi Al-Mannān》

قال الشيخ عبد الرحمن بن ناصر السعدي رحمه الله تعالى

{ وَالْمَوْقُوذَةُ ْ} أي: الميتة بسبب الضرب بعصا أو حصى أو خشبة، أو هدم شيء عليها، بقصد أو بغير قصد.

《تيسير الكريم الرحمن في تفسير كلام المنان》

 

 

Demikian yang dapat penulis jelas tentang Al-Munkhaniqah, Al-Mauqūdzah, Al-Mutaraddiyah, An-Nathîhah sebagaimana dimaksud dalam Al-Qur’anul Karim Surah  Al Ma’idah 5 : 3. Barakallahu fiikum. (*)

 

(* Muhammad Farid Wajdi, Guru/Pengasuh Pontren Modern Putri IMMIM Minasatene, Pangkep.

 

 

Immim pangkep

Tulisan Lainnya

I’rob "Allahu Akbar"
Oleh : Immim pangkep

I’rob “Allahu Akbar”

0 Komentar

KELUAR