Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)
Related Post: Kewaspadaan Standar: Pembersihan dan Disinfeksi Lingkungan
BLOGGURU – Di kekinian, banyak tuntutan agar sekolah (dalam naungan Dinas Pendidikan) ataupun madrasah (dalam naungan Kementerian Agama) untuk selalu menjaga dan memperhatikan kesehatan lingkungan, khususnya kebersihan lingkungan sekolah atau madrasah tersebut. Di masa pandemi Covid-19, anjuran menjaga kebersihan sekolah /madrasah itu semakin digencarkan, dan malahan disosialisasikan secara massif Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Bagaimana dengan Pondok Pesantren? Idealnya sebagai warga Pondok Pesantren, yang notabene terbiasa belajar dan bahkan menghafalkan ayat-ayat Al-Qur’an dan Hadits, harusnya menjadi yang terdepan menjaga dan merawat kebersihan lingkungan Pondok Pesantren.
Disiplin Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di lingkungan Pondok Pesantren bukan hanya sekadar tuntutan, tapi harus menjadi kebutuhan. Hal ini karena penghuni pondok, baik itu pembina, pengasuh, guru dan santriwati, tinggal 24 jam dalam lingkungan dan berkebutuhan sama, yaitu kebutuhan akan kebersihan dan kesehatan lingkungan, agar tetap nyaman dalam kebersamaan. Disisi lain, kebutuhan kebersihan dan kesehatan lingkungan tersebut harus juga dilihat sebagai implementasi dan praktek keimanan.
“…Sesungguhnya Allah menyukai Orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.”
Dari arti ayat tersebut, kita diingatkan untuk tetap bersih dan suci adalah sebagian dari iman. Dengan mensucikan diri, berarti kita menunjukkan cinta dan pengabdian kepada Allah SWT.
Kedua, Tetap menjaga kebersihan berarti tanda terima kasih
Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Maidah ayat 6 yang artinya:
“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur.”
Di sini kita kembali diingatkan bahwa kita membutuhkan langkah ekstra untuk memastikan kita tetap bersih dan suci. Tentunya, kita diharuskan untuk terus bersyukur atas semua bimbingan dan cinta yang diberikan Allah SWT kepada umat-Nya.

Kebersihan Lingkungan Kampus Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep. (foto: ist/*)
Lihat pula: Santri Putri IMMIM Ikuti Program Pesantren Sehat
Ketiga, Kebersihan adalah bentuk tindakan dari iman
Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 151 yang artinya:
“Sebagaimana (Kami telah menyempurnakan nikmat Kami kepadamu) Kami telah mengutus kepadamu Rasul diantara kamu yang membacakan ayat-ayat Kami kepada kamu dan mensucikan kamu dan mengajarkan kepadamu Al Kitab dan Al-Hikmah, serta mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui.”
Maksud dari ayat tersebut adalah bahwa Allah SWT memberitahu kita semua kalau Islam itu ada untuk mensucikan diri kita. Maka dari itu, kamu juga perlu terus mengingat untuk mensucikan diri berarti kita perlu menjaga kebersihan.
Keempat, Air adalah bentuk hadiah atau pemberian Allah SWT kepada umatnya untuk membersihkan diri
Allah berfirman dalam QS. Al-Anfal ayat 11 yang artinya:
“(Ingatlah), ketika Allah menjadikan kamu mengantuk sebagai suatu penenteraman daripada-Nya, dan Allah menurunkan kepadamu hujan dari langit untuk mensucikan kamu dengan hujan itu dan menghilangkan dari kamu gangguan-gangguan syaitan dan untuk menguatkan hatimu dan mesmperteguh dengannya telapak kaki(mu).”
Allah SWT telah memberikan kita hujan dan air untuk membersihkan diri. Karena itu, kita harus mengingatkan diri sendiri bahwa air adalah hak istimewa yang kita dapat sebagai bentuk hadiah dari Allah SWT. Tentunya, kita patut berterima kasih atas pemberian itu.

Tempat Cuci Tangan Santri. (foto: ist/*)
Kelima, Orang yang bertakwa adalah selalu menjaga kebersihan
Allah SWT berfirman dalam QS. Maryam ayat 13 yang artinya:
“Dan rasa belas kasihan yang mendalam dari sisi Kami dan kesucian (dan dosa). Dan ia adalah seorang yang bertakwa.”
Menjaga kebersihan adalah bentuk kewajiban dari Allah SWT. Oleh karena itu, menjaga kebersihan pula hanya dilakukan bagi orang-orang yang bertakwa.
Demikianlah beberapa dalil, sederet Ayat-ayat di Alquranul Karim yang membahas tentang pentingnya menjaga kesehatan lingkungan, baik menyangkut sanitasi dan kebersihan lingkungan maupun terkait hygiene pribadi.

Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep terima Penghargaan dari Menkes RI, diserahkan oleh Kadis Kesehatan Pangkep, sebagai Lembaga Pendidikan yang Berperan Serta dalam Pengendalian Covid-19 atas penilaian kesehatan lingkungan dan ketaatan pada protokol kesehatan. (foto: ist/*)
Lihat pula: Kantin Putri IMMIM dinyatakan sebagai Kantin Sehat
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Pondok Pesantren harus dimaknai sebagai sekumpulan perilaku yang dipraktekkan atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran yang menjadikan masyarakat pesantren secara mandiri mampu menjaga kebersihan lingkungannya, mencegah penyakit, meningkatkan kesadaran, serta berperan aktif dalam mewujudkan lingkungan sehat.
Tujuh indikator umum PHBS di Pondok Pesantren meliputi:
1. Mencuci tangan menggunakan sabun
2. Mengonsumsi makanan dan minuman sehat
3. Menggunakan jamban sehat
4. Membuang sampah di tempat sampah
5. Tidak merokok, tidak mengonsumsi Narkotika, Alkohol, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya (NAPZA)
6. Tidak meludah di sembarang tempat
7. Memberantas jentik nyamuk








