Selasa, 06 Okt 2026
  • Pondok Pesantren Putri IMMIM Pangkep, Pesantren yang khusus menerima santri putri ini, kampusnya berada di bilangan jalan poros Kecamatan Minasatene Kabupaten Pangkep

Adab sebelum Tidur

Adab sebelum Tidur

Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)

Related Post: Waktu, Adab dan Posisi Tidur yang Sehat

BLOGGURU – Dalam Islam, semua sudah diatur dan ada aturannya, dari mulai buang air kecil hingga aturan bermansyarakat dan bernegara. Begitulah indahnya Islam, sampai hal-hal sekecilpun ada diatur dengan adab-adab tertentu, untuk keamanan dan kenyamanan kita sendiri sebagai makhluk ciptaan Allah.

Adab-adab tertentu yang dimaksud disini, termasuk diantaranya Adab sebelum tidur. Bagaimana Islam mengatur atau memberlakukan adab sebelum tidur?

1. Sebelum tidur, tutup semua wadah makanan atau minuman di rumah dengan mengucapkan ‘basmalah’, Bismillahir Rahmaanir Raahim.

2. Ingatlah untuk selalu berdzikir dan berdo’a sebelum tidur

a. Berwudhu dan berbaring pada sisi kanan

 

إِذَا أَتَيْتَ مَضْجَعَكَ فَتَوَضَّأْ وُضُوءَكَ لِلصَّلاَةِ ، ثُمَّ اضْطَجِعْ عَلَى شِقِّكَ الأَيْمَنِ

 

Artinya:

“Jika kamu mendatangi tempat tidurmu maka wudhulah seperti wudhu untuk shalat, lalu berbaringlah pada sisi kanan badanmu”. HR. al-Bukhori (no. 247), HR. Muslim (no. 2710)

b.  Membaca Qs. Al-Mulk

c.  Tasbih 33x, Tahmid 33x, Takbir 34x

سُبْحَانَ اللهِ (33x)

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ (33x)

اَللهُ أَكْبَرُ (34x)

 

Artinya:

“Mahasuci Allah (33x), segala puji bagi Allah (33x), dan Allah Mahabesar (34x). HR. al-Bukhori (no. 3705), HR. Muslim (no. 2727)

d. Membaca Ayat Kursi (1 x)

 

اللهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ، لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلاَ نَوْمٌ، لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ، مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ، يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ

وَمَا خَلْفَهُمْ، وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَاءَ، وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ، وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا، وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

 

Artinya:

“Allah, Yang tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Dia, Yang Mahahidup lagi terus-menerus mengurusi (makhlukNya), tidak mengantuk dan tidak tidur. KepunyaanNya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa IzinNya. Dia mengetahui apa-apa yang di hadapan dan di belakang mereka, dan mereka  tidak  mengetahui Apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-NYA.  KursiNya meliputi langit dan bumi. Dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Dia-lah yang Maha Tinggi lagi Maha Besar.”  (Qs. Al-Baqarah: 255); HR. al-Bukhori (no. 3275)

e.  Membaca Qs. Al-Ikhlas (3 x)

 

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ . اللَّهُ الصَّمَدُ . لـَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ . وَلَـمْ يَكُن لَّهُ كُفُواً أَحَدٌ

Artinya:

“Katakanlah, ‘Dia-lah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepadaNya segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan, dan tidak ada seorangpun yang  setara dengan Nya’.” (QS. Al-Ikhlas)

Rasulullah ﷺ ketika berada di tempat tidur di setiap malam, beliau mengumpulkan kedua telapak tangannya lalu kedua telapak tangan tersebut ditiup dan dibacakan ’Qul huwallahu ahad’ (Qs. Al-Ikhlas), ’Qul a’udzu birobbil falaq’ (Qs. Al-Falaq) dan ’Qul a’udzu birobbin naas’ (Qs. An-Naas). Kemudian beliau mengusapkan kedua telapak tangan tadi pada anggota tubuh yang mampu  dijangkau dimulai dari kepala, wajah, dan tubuh bagian depan. Beliau melakukan yang demikian sebanyak tiga kali. HR. al-Bukhori (no. 5017)

f.  Membaca Qs. Al-Falaq (3x)

 

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ . مِن شَرِّ مَا خَلَقَ . وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ . وَمِن شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ . وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدٌ

 

Artinya:

“Katakanlah, ‘Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai Shubuh, dari kejahatan makhlukNya, dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul, dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki’.” (QS. Al-Falaq)

Rasulullah ﷺ ketika berada di tempat tidur di setiap malam, beliau mengumpulkan kedua telapak tangannya lalu kedua telapak tangan tersebut ditiup dan dibacakan ’Qul huwallahu ahad’ (Qs. Al-Ikhlas), ’Qul a’udzu birobbil falaq’ (Al-Falaq) dan ’Qul a’udzu birobbin naas’ (An-Naas). Kemudian beliau mengusapkan kedua telapak tangan tadi pada anggota tubuh yang mampu dijangkau dimulai dari kepala, wajah, dan tubuh bagian depan. Beliau melakukan yang demikian sebanyak tiga kali. HR. al-Bukhori (no. 5017)

g.  Membaca Qs. An-Naas (3x)

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ

النَّاسِ . مَلِكِ

النَّاسِ . إِلَهِ النَّاسِ . مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ . الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ . مِنَ الْجِنَّةِ وَ النَّاسٌ

Artinya:

“Katakanlah, ‘Aku berlindung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia, Raja manusia, Sembahan manusia, dari kejahatan (bisikan) yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia’.”  (QS. Al-Naas)

Rasulullah ﷺ ketika berada di tempat tidur di setiap malam, beliau mengumpulkan kedua telapak tangannya lalu kedua telapak tangan tersebut ditiup dan dibacakan ’Qul huwallahu ahad’ (Al-Ikhlas), ’Qul a’udzu birobbil falaq’ (Al-Falaq) dan ’Qul a’udzu birobbin naas’ (An-Naas). Kemudian beliau mengusapkan kedua telapak tangan tadi pada anggota tubuh yang mampu dijangkau dimulai dari kepala, wajah, dan tubuh bagian depan. Beliau melakukan yang demikian sebanyak tiga kali.
HR. al-Bukhori (no. 5017)

h. Membaca Qs. Al-Baqarah 285-286

 

آَمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ كُلٌّ آَمَنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ

وَقَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ * لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلاَّ وُسْعَهَا لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ

رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا

مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

 

Artinya:

“Rasul telah beriman kepada Al-Qur’an yang diturunkan kepadanya dari Rabbnya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): “Kami tidak membeda-bedakan antara seorang pun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya”, dan mereka mengatakan: “Kami dengar dan kami ta’at”. (Mereka berdoa): “Ampunilah kami ya Rabb kami dan kepada Engkaulah tempat kembali”. Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): “Ya Rabb kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami bersalah. Ya Rabb kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Rabb kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir” (Al-Baqarah: 285-286)

Barangsiapa yang membaca dua ayat dari akhir surat al-Baqarah pada malam hari, maka kedua ayat ini telah mencukupinya. HR. al-Bukhori (no. 5051), HR. Muslim (no. 807 dan 808).

Lihat pula: Tunaikan Haji sebelum Tidur

i. Berdoa

 

بِاسْمِكَ اللَّهُمَّ أَمُوْتُ وَأَحْيَا

 

Artinya:

“Dengan menyebut nama-Mu, ya Allah, aku mati dan aku hidup”. HR. al-Bukhori (no. 6324), HR. Muslim (no. 2711)

Barakallahu fiikum. (*)

 

(* Muhammad Farid Wajdi, Guru/Pengasuh Pontren Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep.

Immim pangkep

Tulisan Lainnya

0 Komentar

KELUAR