Selasa, 06 Okt 2026
  • Pondok Pesantren Putri IMMIM Pangkep, Pesantren yang khusus menerima santri putri ini, kampusnya berada di bilangan jalan poros Kecamatan Minasatene Kabupaten Pangkep

Bahan Diskusi: Al-Khawarij: Sejarah dan Pokok-pokok Ajarannya

Bahan Diskusi: Al-Khawarij: Sejarah dan Pokok-pokok Ajarannya

Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)

BLOGGURU – Dalam perkuliahan “Perkembangan Pemikiran Islam” yang diasuh oleh Prof Dr H. Barsihannoor, M.Ag, salah satu topik yang menarik dibahas dan menjadi bahan diskusi yang seru adalah tentang “Khawarij: Sejarah dan Pokok-pokok Ajarannya”. Berikut ini ada lima pertanyaan kritis yang menarik untuk didiskusikan bersama terkait sejarah dan doktrin khawarij, disertai dengan referensi kunci sebagai bahan pendalaman.

Pertama, terkait Analisis Genealogi Politik dan Teologi. Bagaimana pergeseran paradigma dari tuntutan tahkim (arbitrase) yang bersifat politis bertransformasi menjadi doktrin teologis hakimiyyah (“la hukma illa lillah”) pada kelompok Khawarij awal? Analisis bagaimana penafsiran tekstual terhadap ayat-ayat Al-Qur’an digunakan untuk melegitimasi pemisahan diri mereka dari arus utama umat Islam. Untuk membahas ini, silakan dalami salah satu referensi dari Muhammad Abu Zahrah, Tarikh al-Madzahib al-Islamiyyah (Bagian tentang Al-Khawarij).

Kedua, terkait Korelasi Iman dan Amal (Eskatologi). Evaluasi doktrin Khawarij mengenai konsep iman yang bersifat “atomistik” (iman tidak dapat terbagi). Mengapa konsekuensi dari pemisahan antara amal saleh dengan status keimanan mereka berujung pada doktrin takfir dan istis’rad (pembunuhan terhadap lawan politik)? Untuk membahas ini, silakan dalami salah satu referensi dari Al-Syahrastani, Al-Milal wa al-Nihal; atau Harun Nasution, Teologi Islam: Aliran-aliran, Sejarah, Analisa Perbandingan.

Ketiga, terkait Fragmentasi Internal dan Radikalisme. Identifikasi perbedaan fundamental antara sekte Azariqah yang ekstrem dengan sekte Ibadiyyah yang lebih moderat dalam memandang status dar al-islam dan dar al-kufr. Mengapa Ibadiyyah mampu bertahan sebagai komunitas yang mapan hingga saat ini, sementara sekte-sekte Khawarij lainnya punah? Untuk membahas ini, silakan dalami salah satu referensi dari Montgomery Watt, The Formative Period of Islamic Thought; atau sejarawan al-Tabari dalam Tarikh al-Rusul wa al-Muluk.

Keempat, terkait Egalitarianisme Radikal dan Kepemimpinan. Bahwa Khawarij dikenal dengan pandangan mereka yang sangat demokratis/egaliter mengenai syarat Imamah (bahwa budak sekalipun bisa menjadi Khalifah). Analisis apakah pandangan ini merupakan murni pemberontakan terhadap hegemoni Quraisy atau merupakan bentuk awal dari konstitusionalisme Islam yang mentah. Untuk membahas ini, silakan dalami salah satu referensi dari Philip K. Hitti, History of the Arabs; dan pemikiran politik Ibnu Khaldun dalam Muqaddimah.

Kelima, terkait Resonansi Khawarij dalam Gerakan Kontemporer. Bahwa Dalam studi Islam modern, sering muncul istilah “Neo-Khawarij”. Lakukan analisis komparatif: Sejauh mana pola pikir (frame of mind) Khawarij klasik mengenai al-wala’ wa al-bara’ diadopsi oleh gerakan ekstremis kontemporer, dan apa perbedaan metodologis utama antara Khawarij masa lalu dengan gerakan radikal saat ini? Untuk membahas ini, silakan dalami salah satu referensi dari Khaled Abou El Fadl, The Great Theft: Wrestling Islam from the Extremists; atau buku-buku karya Yusuf al-Qaradawi mengenai fenomena takfir.

Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan diatas dan menjadikannya bahan diskusi yang menarik, disarankan tidak hanya melihat dari sumber sejarah primer (primary sources), tetapi juga menggunakan pendekatan sosiologi agama dan analisis wacana politik guna memahami latar belakang sosio-historis munculnya gerakan ini di tengah krisis legitimasi kepemimpinan pasca-Utsman bin Affan.

Demikian catatan singkat sebagai bahan persiapan kuliah dan diskusi “Perkembangan Pemikiran Islam” mengenai topik Khawarij: Sejarah dan Pokok-pokok Ajarannya. Barakallahu fiikum. (*)

 

Minasatene-Pangkep, 28 September 2025

(* Muhammad Farid Wajdi, Guru/Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep, Sulsel.

Immim pangkep

Tulisan Lainnya

0 Komentar

KELUAR