
Oleh: Muhammad Farid Wajdi
Related Post: Perintah dan Keutamaan Menuntut Ilmu Agama
BLOGGURU – Tidak ada seorangpun yang tentunya mau merasakan perihnya kebodohan, tapi banyak orang yang secara sadar menjerumuskan dirinya dalam perihnya kebodohan dengan bermalas-malasan dan tidak semangat belajar. Ketika seseorang malas belajar, maka pada saat itu juga sebenarnya menyiapkan dirinya menjadi bodoh.
Artinya:
Barangsiapa yang belum pernah merasakan pahitnya menuntut ilmu sesaat saja. Niscaya dia akan merasakan hinanya kebodohan sepanjang hidupnya.
Segala ilmu harus ditekuni dan menyemangati dalam mempelajarinya. Menuntut ilmu itu perlu perjuangan dan pengorbanan, seperti kurangnya tidur, perlunya mengeluarkan uang untuk membeli buku/kitab, perlunya menyiapkan diri, fisik dan stamina untuk menghadiri majelis-majelis ilmu, perlunya hati dan sikap yang dipenuhi adab terhadap guru, dan lain sebagainya. Menuntut ilmu juga tidak boleh instan, tapi sepanjang masa, sepanjang hayat, dan bahkan sampai akhir hayat. Lihat: Hadits tentang Menuntut Ilmu dan Menghargai Waktu
Menuntut ilmu itu juga tidak cukup hanya dengan membaca dan berhadapan dengan buku/kitab, tapi menuntut ilmu harus dengan guru, berhadapan dan menghadap kepada guru, menunjukkan adab-adab yang baik terhadap guru, dan mencintai guru dengan segala apa yang diajarkannya. Kegagalan dalam menuntut ilmu adalah lari dari guru atau meninggalkan gurunya sebelum selesai pelajarannya.
Al-Imam Asy-Syafi’i rahimahullah ta’ala berkata:
Artinya:
“Bersabarlah atas pahitnya menghadapi seorang guru yang kaku sikapnya. Karena sesungguhnya kegagalan dalam menuntut ilmu adalah lari darinya.
Lihat: Muliakan Dirimu dengan Ilmu
Artinya:
Barangsiapa yang tidak menuntut ilmu di waktu mudanya. Maka bertakbirlah sebanyak 4 kali sebagai tanda wafatnya.
Lihat: Ilmu Agama tanpa Akhlak Mulia adalah Sia-sia
Artinya:
Keberadaan seorang pemuda itu – demi Allah – dilihat dari ilmu dan taqwanya. Apabila tidak ada keduanya maka tidak ada arti keberadaannya.” 《Diwan Al-Imam Asy-Syafi’i 33-34》
Tulisan/Artikel terkait:
Mengenal Syekh Zarnuji dan Kitab Ta’lim al-Muta’allim
Keutamaan Mempelajari Ilmu (Agama)
Adab-adab Penuntut Ilmu dan Kalam Para Ulama
Kisah Adab Murid-Guru dibalik Penyusunan Kitab Alfiah Ibnu Malik
Keutamaan Mempelajari Hadits/Ilmu Hadits
Tips Sukses Menguasai Ilmu-ilmu Kepesantrenan
Yuk, Kaji Islam lewat Kitab Pesantren Ini!
Barakallahu fiikum, Semoga bermanfaat adanya. (*)
(* Muhammad Farid Wajdi, Pengasuh/Guru Pontren Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep.