
Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)
BLOGGURU – Haruskah semua ‘ilmu’ itu dipelajari, ditekuni dan diamalkan? Adakah ilmu yang tidak bermanfaat dan hanya merugikan bagi orang yang menekuninya? Ibnus Sammak rahimahullah berkata,
“Betapa banyak sesuatu yang jika dia tidak bermanfaat, dia tidak merugikan. Akan tetapi ilmu, jika tidak bermanfaat, maka dia akan merugikan.” [Sumber: Siyar A’lamin Nubala’, jilid 8, hlm. 329]
Apa pula yang dimaksud kedunguan yang paling parah? Syaikh Abdurrahman bin Yahya al-Mu’allimy rahimahullah berkata:
Artinya:
“Siapa yang dibuat ragu oleh berbagai syubhat (kerancuan) pada urusan-urusan yang telah dia ketahui kebenarannya dengan yakin, menurut orang-orang yang berakal sehat dia adalah seorang yang dungu.” [Sumber: Haqiqatut Ta’wil, hlm. 69]