Selasa, 06 Okt 2026
  • Pondok Pesantren Putri IMMIM Pangkep, Pesantren yang khusus menerima santri putri ini, kampusnya berada di bilangan jalan poros Kecamatan Minasatene Kabupaten Pangkep

Bagaimana Caranya Membuat Laporan Keuangan Pribadi?

Bagaimana Caranya Membuat Laporan Keuangan Pribadi?

Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)

Related Post: Meraih Sertifikasi Perencana Keuangan Syariah (AWP)

BLOGGURU – Bagaimana caranya membuat Laporan Keuangan Pribadi? Ya, tak banyak guru atau ustadz yang jeli mengelola keuangan pribadi, meski sebenarnya  membuat laporan keuangan pribadi sebenarnya cukup sederhana kalau dibagi langkah demi langkah. Intinya, kita ingin melihat arus uang masuk, uang keluar, aset, dan kewajiban supaya bisa tahu kondisi keuangan kita secara jelas.

Berikut panduan lengkapnya:

1. Tentukan Tujuan dan Periode Laporan. Pilih mau dibuat bulanan, triwulanan, atau tahunan. Hal ini dimaksudkan untuk untuk kontrol pengeluaran, perencanaan investasi, atau analisis kesehatan keuangan.

2. Catat Sumber Pendapatan. Caranya dengan membuat tabel atau daftar semua pemasukan selama periode tersebut yang mencakup pencatatan Gaji utama, Bonus, komisi, Pendapatan usaha sampingan, Hasil investasi (dividen, bunga deposito, sewa), Lain-lain (misalnya penjualan barang)

Contoh format:

Tanggal Sumber Jumlah (Rp)
01/08/2025 Gaji bulanan 5.000.000
15/08/2025 Penjualan barang bekas 500.000
Total 5.500.000
3. Catat Semua Pengeluaran

Pisahkan menjadi kategori pengeluaran supaya mudah dianalisis: Kebutuhan pokok  (makan, transportasi, listrik, air), Cicilan & utang: KPR, kartu kredit, Hiburan & gaya hidup: nongkrong, belanja, langganan streaming, Investasi & tabungan, Pengeluaran tak terduga

Contoh format:

Tanggal Kategori Deskripsi Jumlah (Rp)
02/08/2025 Makan Belanja bulanan 1.200.000
05/08/2025 Transport BBM motor 300.000
10/08/2025 Hiburan Bioskop 100.000
Total 1.600.000
4. Hitung Selisih (Surplus / Defisit). Rumusnya adalah:

Surplus/Defisit = Total Pendapatan – Total Pengeluaran

Kalau hasilnya positif, berarti ada sisa uang (surplus). Kalau negatif, berarti pengeluaran lebih besar dari pemasukan (defisit).

5. Buat Neraca Pribadi

Ini untuk melihat kekayaan bersih (net worth) antara  Aset (tabungan, deposito, rumah, kendaraan, emas, saham) dan Kewajiban (utang bank, cicilan, kartu kredit)

Kekayaan bersih = Total Aset – Total Kewajiban

6. Sajikan dalam Bentuk Laporan

Bentuk laporan bisa disusun berupa: Laporan Arus Kas Pribadi yang mencakup Total pendapatan, Total pengeluaran, dan Surplus/Defisit, dan  Neraca Pribadi yang mencakup pencatatan tentang Aset, Kewajiban, dan Kekayaan bersih.

7. Gunakan Alat Bantu

Alat bantu yang dimaksud disini bisa berupa alat bantu Manual, seperti: buku catatan, Microsoft Excel, Aplikasi, seperti: Money Lover, Finansialku, Catatan Keuangan, Monefy atau memakai Google Sheets yang bisa otomatis buat grafik.

Biar lebih mudah, silakan download: template Excel laporan keuangan pribadi ini yang tinggal diisi tiap bulan, dan otomatis menghitung surplus, defisit, serta kekayaan bersih. (File ini punya tiga sheet: Pendapatan – untuk mencatat semua pemasukan, Pengeluaran – untuk mencatat semua biaya dan belanja, dan Neraca – untuk mencatat aset, kewajiban, dan menghitung kekayaan bersih).

Semoga bermanfaat adanya. Barakallahu fiikum. (*)

(* Muhammad Farid Wajdi, Associate Wealth Planner (AWP)/Alumni Pelatihan dan Sertifikasi AWP-Perencana Keuangan Syariah, yang diselenggarakan oleh Fak. Ekonomi Syariah Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI) Tanggal 9-10 Agustus 2021.

Immim pangkep

Tulisan Lainnya

Hikmah Shalat Musafir
Oleh : Immim pangkep

Hikmah Shalat Musafir

0 Komentar

KELUAR