Selasa, 06 Okt 2026
  • Pondok Pesantren Putri IMMIM Pangkep, Pesantren yang khusus menerima santri putri ini, kampusnya berada di bilangan jalan poros Kecamatan Minasatene Kabupaten Pangkep

Terjemah Kitab Fathul Izar – 4: Penjelasan tentang Aturan Bersenggama

Terjemah Kitab Fathul Izar – 4: Penjelasan tentang Aturan Bersenggama

Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)

BLOGGURU – Kitab Fathul Izar itu kitab tentang apa? KITAB Fathul Izar ialah kitab yang berisi edukasi pendidikan seks, tata aturan, adab berhubungan, posisi kenikmatan dan larangan, dan hari atau malam-malam yang diperbolehkan berhubungan seks sesuai dengan anjuran agama Islam.

Berikut ini terjemah (3):  Penjelasan tentang aturan bersenggama – بَيَانُ تَدْبِيرِ الحَرْث

 

قَالَ الإِمَامُ العَالِمُ العَلَّامَةُ جَلَالُ الدِّين عَبْدُ الرَّحْمَن السُّيُوطِي فِي الرَّحْمَة

 

Imam Jalaluddin Abdurrahman Al-Suyuti berkata dalam Kitab Ar-Rahmah:

 

إِعْلَمْ أَنَّ الجِمَاعَ لَا يَصْلُحُ إِلَّا عِنْدَ هَيَجَانِ الشَّهْوَةِ مَعَ اسْتِعْدَادِ المَنِي

 

Ketahuilah bahwa senggama tidak baik kecuali ketika memuncakya birahi serta siapnya sperma.

 

فَيَنْبَغِي أَنْ يُخْرِجَهُ فِي الحَالِ كَمَا يُخْرِجُ الفُضْلَةَ الرَّدِيئَةَ بِالإسْتِفْرَاغاَتِ كَالمُسْهِلَات

 

Maka ia hendaknya mengeluarkan sperma seketika, seperti ia mengeluarkan sisa kotoran dengan buang air besar seperti sakit perut.

 

فَإنَّ فِي حَبْسِهِ عِنْدَ ذَلِكَ ضَرَراً عَظِيمًا

 

Karena dengan menahan sperma ketika memuncaknya birahi dapat menyebabkan bahaya yang besar.

 

وَالمُكْثِر مِنَ الجِمَاعِ لَا يَخْفَى هَرَمُهُ سَرِيعًا وَقِلَّةِ قُوَّتِهِ وَظُهُورِ الشَّيْبِ فِيه

 

Orang yang kebanyakan melakukan senggama pasti cepat penuaanya, lemah tenaganya dan tumbuhnya uban.

 

َوَلِلْجِمَاعِ كَيْفِيَةٌ وَهِيَ أَنْ تَسْتَلْقِىَ المَرْأَةُ عَلَى ظُهُورِهَا

 

Bersenggama itu ada cara yaitu hendaknya isteri terlentang di atas punggungnya.

 

وَيَعْلُوهَا الرَّجُلُ مُلَاعَبَةً خَفِيفَةً مِنَ الضَّمِّ وَالتَّقْبِيلِ وَنَحْوِ ذَلِك

Dan suami berada di atasnya seraya melakukan cumbuan ringan berupa mendekap, mencium dan lain sebagainya.

 

َحَتَّى إِذَا حَضَرَتْ شَهْوَتُهَا أَوْلَجَ وَتَحَرَّك

 

Sampai ketika isteri bangkit birahinya maka maka suami memasukkan dzakar dan menggesek – gesekkannya.

 

فَإِذَا صَبَّ المَنِيُّ فُلَا يَنْزِعُ بَلْ يَصْبِرُ سَاعَةً مَعَ الضَّمِّ الجَيِّدِ لَهَا

 

Sampai saat suami sudah ejakulasi maka jangan mencabut, melainkan sabar beberapa saat disertai dekapan baik kepada istri.

 

فَإِذَا سَكَنَ جِسْمُهُ سُكُونًا عَظِيمًا نَزَعَ وَمَالَ عَلَى يَمِينِهِ حِينَ النَّزْع

 

Baru setelah tubuh suami sudah tenang maka ia mencabut dan ia codong pada sisi kananya ketika mencabut.

 

فَقَدْ ذَكَرُوا أَنَّ ذَلِكَ مِمَّا يَكُونُ بِهِ الوَلَدُ ذَكَر

 

Ulama’ menerangkan bahwa tindakan demikian merupakan penyebab anak akan menjadi Laki-laki.

 

ًوَيَمْسَحَانِ فَرْجَهُمَا بِحِرْقَتَينِ نَظِيفَتَينِ لِلرَّجُلِ وَاحِدَةً وَلِلْمَرْأَةِ وَاحِدَة

 

Dan keduanya mengelap alat kelamin masing-masing dengan dua kain, untuk suami satu dan untuk istri satu.

 

وَلَا يَمْسَحَانِ بِحِرْقَةٍ وَاحِدَةٍ فَإنَّ ذَلِكَ يُورِثُ الكَرَاهَة

 

Jangan sampai keduanya menggunakan satu kain karena hal itu dapat memicu pertengkaran

 

وَأَحْسَنُ الجِمَاعِ مَا يَعْقِبُهُ نَشَاطُ وُطِيبُ نَفْسٍ وَبَاقِى شَهْوَة

 

Bersenggama yang paling baik adalah senggama yang diiringi dengan sifat agresif, kerelaan hati dan masih menyisakan syahwat.

 

وَشَرُّهُ مَا يُعْقِبُهُ رَعْدَةٌ وَضِيقُ نَفْسٍ وَمَوتُ أَعْضَاءٍ وَغَشِيَانٌ وَبُغْضُ الشَّخْصِ المَنْكُوحِ فَإنْ كَانَ مَحْبُوبا

 

Dan senggama yang paling jelek adalah senggama yang diiringi gemetar, gelisah, anggota badan terasa mati, pingsan, dan marahnya seorang yang dinikahi, walaupun ia dicintai

 

فَهَذَا القَدْرِ كَافٍ فِي تَدْبِيرِ الأَصْلَحِ مِنَ الجِمَاع

 

Keterangan ini sudah cukup untuk mengatur senggama yang paling baik. (*)

Immim pangkep

Tulisan Lainnya

Kitab Shahih Bukhari dan Isinya
Oleh : Immim pangkep

Kitab Shahih Bukhari dan Isinya

0 Komentar

KELUAR