Rabu, 07 Okt 2026
  • Pondok Pesantren Putri IMMIM Pangkep, Pesantren yang khusus menerima santri putri ini, kampusnya berada di bilangan jalan poros Kecamatan Minasatene Kabupaten Pangkep

Keutamaan Puasa Ramadhan

Keutamaan Puasa Ramadhan

Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)

Related Post: Pintu Surga Ar-Rayyan bagi Mukmin yang Berpuasa

BLOGGURU – Bulan Ramadhan adalah Bulan penuh kemuliaan, bulan yang dipenuhi banyak keberkahan, maghfirah, dan ampunan Allah SWT. Untuk mendapatkan keberkahan Ramadhan itu, seorang muslim dituntut untuk produktif melakukan kebaikan dan amaliah Ramadhan. Bulan Ramadhan menuntut seorang muslim tak hanya sekadar berpuasa dan menahan nafsu dari berbuat yang dilarang tapi juga aktif beramaliah produktif dari sahur hingga berbuka puasa dan dari berbuka puasa hingga sahur lagi.

Rasulullah SAW bersabda:

قَدْ جَاءَكُمْ رَمَضَانُ، شَهْرٌ مُبَارَكٌ، افْتَرَضَ اللهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ، تُفْتَحُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجنَّةِ، وَتُغْلَقُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَحِيمِ، وَتُغَلُ فِيهِ الشَّيَاطِينُ، فِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ، مَنْ حُرِمَ خَيْرَهَا فَقَدْ حُرِم

Artinya:

“Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan yang diberkahi. Allah mewajibkan kepadamu puasa di dalamnya. Pada bulan ini pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan para setan diikat. Terdapat pula pada bulan ini, satu malam yang lebih baik daripada seribu bulan, barangsiapa tidak memperoleh kebaikannya maka dia tidak memperoleh apa-apa’.” (HR. Ahmad dan An-Nasa’i)

Bulan Ramadhan adalah bulan mulia yang dinanti-nantikan setiap Muslim, karena pada bulan ini Allah SWT memberikan previllage kepada setiap Muslim untuk mengevaluasi amalannya selama menjalani hidupnya di dunia, masih on track-kah menjalankan amanah dan misi hidupnya untuk senantiasa taat kepadaNya ataukah sudah menyimpang dari amanah sehingga membahayakan akhiratnya.

Untuk menjadi Muslim Sejati, ternyata butuh ilmu, butuh pemahaman dan pengamalan syariat. Demikian pula Ramadhan, untuk meraih keberkahan puasa dalam Bulan Ramadhan, tidak tiba hanya sekadar menjalani puasa saja–tetapi harus aktif dan produktif melakukan banyak amaliah Ramadhan, dari Shalat Subuh hingga Shalat Tarawih, dari Sahur hingga berbuka puasa, harus aktif melaksanakan Shalat-shalat sunnah, tadarrus dan mengkhatamkan Al-Qur’an, serta ikhlas berbagi dan peduli terhadap sesama, dan lain sebagainya.

Untuk mendapatkan keutamaan puasa Ramadhan, harus melalui  proses beramaliah Ramadhan yang perlu dipahami dan diikhtiarkan. Tentang bagaimana bisa memaksimalkan potensi keimanan dan ketawaan yang dimiliki. Tentang bagaimana mengakrabkan diri kepada Allah secara vertikal dan bagaimana menjalin kasih sayang kepada sesama secara horizontal.

Berpuasa berarti anda berhak melakukan sesuatu tapi anda tidak melakukannya pada batas waktu tertentu. Seorang muslim berhak makan minum, namun karena sudah bersepakat dengan Allah, maka tidak akan makan minum dan melakukan sesuatu yang merusak amalan puasa dari pagi sampai azan maghrib dikumandankan.

Demikianlah puasa, yang harus dimaknai sebagai kesadaran iman. Ramadhan adalah bulan tarbiyah, bulan mendidik diri, juga syahr sabr, bulan kesabaran dan syahrul jihad, bulan berjihad, bersungguh-sungguh berperang melawan hawa nafsu. Rasakanlah puasa yang sebenar-benarnya puasa, bukan dengan mengisinya banyak tidur hingga tidak terasa tiba waktu berbuka puasa dan melupakan shalat-shalat fardhu.

Berkata Imam al-Ghazāliy –rahimahullah ta’ala– :

 

“من الآداب أن لا يكثر النوم بالنهار حتى يحس بالجوع والعطش ويستشعر ضعف القوي فيصفو عند ذلك قلبه”

 

Artinya:

“Diantara Adab-adab (saat berpuasa) adalah tidak memperbanyak tidur pada siang hari, sehingga ia bisa merasakan lapar dan haus, dan merasakan lemahnya kekuatan, dengan begitu hatinya akan menjadi jernih” (Ihya Ulumuddin I/235)

Jadi, untuk mendapatkan keberkahan puasa Ramadhan haruslah memenuhi syarat: berpuasa di Bulan Ramadhan sebenar-benarnya berpuasa.  Bukan sekadar berpuasa, melaksanakan kewajiban puasa, tapi disisi lain, meninggalkan kewajiban lainnya, semisal shalat fardhu lima waktu, dan lain sebagainya. Sedangkan pada bersahur saja untuk berpuasa, terdapat keberkahan didalamnya.

Apa saja keberkahan puasa Ramadhan lainnya? Banyak sekali tentunya, tapi yang akan penulis sebutkan disini hanya lima diantaranya, yaitu:

1. Terbukanya pintu rahmat

Hadits Nabi SAWyang menyatakan bahwa, “Awal bulan Ramadan adalah Rahmat, pertengahannya Maghfirah, dan akhirnya ‘Itqun Minan Nar (pembebasan dari api neraka).” (HR Abu Hurairah)

2. Mendekatkan diri kepada Al Quran

Dalam Qs. Al Baqarah: 185, Allah SWT menyatakan bahwa, “Di antara amal kebajikan yang sangat dianjurkan dilakukan di bulan Ramadhan adalah tadarus Al-Quran. Tadarus Al-Quran berarti membaca, merenungkan, menelaah, dan memahami wahyu-wahyu Allah SWT yang turun pertama kali pada malam bulan Ramadhan.” (QS Al Baqarah Ayat 185)

3. Dibukanya Pintu Surga

Hadits Nabi SAW yang menyatakan bahwa, “Jika telah datang bulan Ramadhan maka pintu-pintu surga akan dibuka, pintu-pintu neraka akan ditutup dan setan-setan akan dibelenggu dengan rantai.” (HR Imam Bukhari dan Imam Muslim)

4. Pahala Berlipat Ganda

Hadits Nabi SAW yang menyatakan bahwa, “Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. Allah Ta’ala berfirman: ‘Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku’.” (HR Imam Muslim)

5. Doa yang Dikabulkan
Janji Allah SWT akan mengabulkan setiap doa umat Muslim pada bulan Ramadhan, sebagaimana disebutkan dalam Hadits Nabi SAW, “Tiga orang yang tidak akan ditolak doanya: Imam yang adil, orang yang berpuasa hingga ia berbuka dan dan orag orang yang didzalimi. Doanya diangkat ke awan dan dibukakan baginya pintu langit dan Tuhan azza wa jalla berfirman: demi kemuliaanku saya pasti menolong engkau setelah ini.” (HR Imam Ahmad)

Demikianlah beberapa keutamaan dan keberkahan puasa Ramadhan. Semoga kita semua termasuk golongan yang mendapatkan keberkahan puasa Ramadhan, dan sampai Ramadhan meninggalkan kita, kita akan keluar sebagai “Insan Ramadhan” yang meningkat keimanan dan ketaqwaannya, dan disisi Allah, mendapatkan magfirah dan ampunannya. Amiin ya Rabb.

Barakallahu fiikum. (*)

 

Immim pangkep

Tulisan Lainnya

Kadar Mencari Dunia dan Akhirat
Oleh : Immim pangkep

Kadar Mencari Dunia dan Akhirat

Do'a Niat Belajar dan Mengajar
Oleh : Immim pangkep

Do’a Niat Belajar dan Mengajar

0 Komentar

KELUAR