Rabu, 07 Okt 2026
  • Pondok Pesantren Putri IMMIM Pangkep, Pesantren yang khusus menerima santri putri ini, kampusnya berada di bilangan jalan poros Kecamatan Minasatene Kabupaten Pangkep

Terjemah Kitab Mukhtarul Ahadits: Huruf Hamzah (2)

Terjemah Kitab Mukhtarul Ahadits: Huruf Hamzah (2)

Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)

BLOGGURU – Kitab Mukhtarul Ahadits merupakan kitab yang berisi kumpulan hadits Nabi Muhammad yang disusun oleh as-Sayyid Ahmad al-Hasyimi. Kitab ini tergolong unik. Sebab dalam menyusun kitab ini, pengarang kitab membuat berurutan sesuai dengan huruf hijaiyah. Total ada 1580 hadits yang telah dirangkum oleh penyusun kitab ini.

Berikut ini terjemah Kitab Mukhtarul Ahadits: Bagian kedua, Huruf Hamzah

1. Aku mendatangi pintu surga pada hari kiamat, lalu meminta dibukakan pintu. Maka penjaga surga berkata: Siapa engkau? Aku menjawab: Muhammad. Maka ia berkata: “Dengan sebabmu-lah aku diperintah agar aku tidak membukanya untuk seseorangpun sebelummu”. (Hadits riwayat Ahmad dari Anas);

2. Berbuatlah kebaikan dan jauhilah perbuatan buruk. Lihatlah perkataan apa yang engkau senang mendengarnya dari orang-orang kepadamu ketika engkau pergi dari tempat mereka, maka lakukanlah hal itu. Dan lihatlah perkataan yang engkau tidak suka orang-orang mengatakannya kepadamu ketika engkau pergi dari tempat mereka, maka jauhilah hal itu. (Hadits riwayat al-jama’ah);

3. Penyakit ilmu adalah lupa dan penyia-nyiaannya ialah bila engkau menyampaikannya kepada orang yang bukan ahlinya. (Hadits riwayat ibnu Abi Syaibah);

4. Rusaknya agama disebabkan oleh tiga hal: Ulama yang berbuat maksiat, imam (pemimpin) yang zalim dan mujtahid yang bodoh. (Hadits riwayat Ad-Dailami dari ibnu Abbas);

5. Tanda orang munafik ada tiga: Apabila berbicara ia berdusta, apabila berjanji ia mengingkari dan apabila diberi amanat Ia berkhianat. (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim dari Abi Hurairah)

6. (Di antara) tanda-tanda Keagungan (Allah): “Dan katakanlah: “Segala puji bagi Allah yang tidak mempunyai anak dan tidak mempunyai sekutu dalam kerajaan-Nya dan Dia bukan pula hina yang memerlukan penolong dan agungkanlah Dia dengan pengagungan yang sebesar-besarnya.” Al-Isra”: 111. (Hadits riwayat Al-Imam Ahmad);

7. Carilah kemuliaan di sisi Allah, engkau maafkan orang yang mengganggumu dan engkau beri orang yang tidak memberimu sesuatu. (Hadits riwayat ibnu Adiy dari ibnu Umar);

8. Hamba yang paling dibenci Allah ialah orang yang bajunya lebih baik daripada perbuatannya, yaitu bajunya seperti baju para nabi, sedangkan perbuatannya adalah perbuatan para penguasa yang sewenang-wenang. (Hadits riwayat Ad-Dailami dari Aisyah);

9. Sampaikan hajat orang yang tidak mampu menyampaikan hajatnya. Maka siapa yang menyampaikan kepada penguasa hajat orang yang tidak mampu menyampaikannya, niscaya Allah Ta’ala meneguhkan kedua telapak kakinya di atas shirat pada hari kiamat. (Hadits riwayat Thabarani dari Abi Darda’?);

10. Hai anak Adam, taatilah Tuhanmu, maka engkau disebut orang yang berakal. Dan janganlah mendurhakai-Nya sehingga disebut orang bodoh. (Hadits riwayat Abu Nu’aim dari Abi Hurairah);

11. Perbuatan halal yang paling dibenci Allah ialah thalaq. (Hadits riwayat Abu Dawud dalam sunannya);

12. Jibril datang kepadaku, lalu berkata: Ya Muhammad, hiduplah engkau sekehendakmu, sesungguhnya engkau pasti akan mati. Cintailah apa saja yang engkau inginkan, sesungguhnya engkau akan berpisah dengannya. Kerjakan apa saja yang engkau inginkan, sesungguhnya engkau akan diberi balasan dengannya. Ketahuilah, bahwa kemuliaan orang mukmin adalah bila ia mengerjakan shalat malam dan kehormatannya ialah bila ia tidak meminta kepada orang-orang. (Hadits riwayat Baihagi dari Jabir);

13. Seorang pendatang (malaikat) datang kepadaku dari Tuhanku, lalu memberitahu aku bahwa siapa yang mati dari umatku tidak menyekutukan sesuatu dengan Allah, ia pun masuk surga. Maka aku berkata: Meskipun dia berzina, meskipun dia mencuri? Malaikat itu menjawab: Meskipun dia berzina, meskipun dia mencuri. (Hadits riwayat Muslim, Tirmidzi dan Nasa’iy);

14. Seorang pendatang (malaikat) datang kepadaku dari Tuhanku azza wa jalla, lalu berkata: Barangsiapa di antara umatmu bershalawat untukmu sekali, Allah menetapkan baginya sepuluh kebaikan dan menghapus darinya sepuluh dosa dan mengangkat baginya sepuluh derajat dan membalasnya sebanyak itu pula. (Hadits riwayat Ahmad dari Abi Thalhah);

15. Apakah engkau suka hatimu menjadi lunak dan engkau dapatkan hajatmu? Sayangilah anak yatim, usaplah kepalanya dan berilah dia makananmu, maka hatimu menjadi lunak dan engkau dapatkan hajatmu. (Hadits riwayat Thabarani dari Abi Darda”);

16. Takutlah kepada Allah di mana pun kamu berada dan berbuatlah kebaikan sesudah berbuat dosa, maka kebaikan itu akan menghapusnya dan bergaullah dengan orang-orang dengan akhlak yang baik. (Hadits riwayat Thabarani dari Abi Dzarr).

17. Takutlah kepada Allah dan jangan meremehkan kebaikan sedikit pun, walaupun menuangkan air dari timbamu dalam wadah orang yang meminta air, dan berjumpa saudaramu sedangkan wajahmu senang kepadanya. Janganlah engkau mengulurkan sarung, karena mengulurkan sarung itu termasuk kesombongan dan Allah tidak menyukainya. Jika ada orang memakimu dan menjelekkanmu dengan suatu sifat yang tidak ada padamu, maka janganlah menjelekkannya dengan suatu sifat yang ada padanya dan biarlah dia menanggung akibatnya yang buruk dan pahalanya bagimu dan jangan memaki seorang pun. (Hadits riwayat Ath-Thayalisi dari Jabir bin Sulaim);

18. Takutlah kalian kepada Allah dan berbuat adil di antara anak-anakmu. (Hadits riwayat An-Nu’man);

19. Takutlah kalian kepada firasat orang mukmin, karena sesungguhnya dia melihat dengan cahaya Allah. (Hadits riwayat Tirmidzi);

20. Takutlah kepada doa orang teraniaya, karena sesungguhnya tiada hijab (penghalang) antara doa itu dan Allah. (Hadits riwayat Tirmidzi);

21. Hindarilah apa-apa yang diharamkan, niscaya engkau menjadi orang yang paling taat beribadah. Ridhalah dengan apa yang dibagikan Allah bagimu, niscaya engkau menjadi orang yang paling kaya. Berbuat baiklah kepada tetanggamu, niscaya engkau menjadi seorang mukmin (sejati). Sukailah bagi orang-orang apa yang engkau sukai bagi dirimu, niscaya engkau menjadi seorang muslim (sejati). Janganlah engkau banyak tertawa, karena banyak tertawa bisa mematikan hati. (Hadits riwayat Al-Imam Ahmad dari Abi Hurairah);

22. Takutlah kalian kepada Allah dan kerjakan shalat lima waktumu, berpuasalah kalian di bulanmu, tunaikan zakat hartamu dengan senang hati dan taatilah pemimpinmu, niscaya kalian masuk surga Tuhanmu. (Hadits riwayat Al-Hakim dari Abi Umamah).

23. Takutlah kalian terhadap doa orang teraniaya, karena doa itu dibawa di atas awan. Allah berkata: Demi keperkasaan dan keagungan-Ku, sungguh Aku akan menolongmu, walaupun setelah beberapa waktu. (Hadits riwayat Thabarani dari Khuzaimah bin Tsabit);

24. Hindarilah kezaliman, karena kezaliman itu akan menjadi kegelapan-kegelapan pada hari kiamat. Hindarilah sifat kikir, karena sifat kikir membinasakan umat yang sebelum kamu dan mendorong mereka untuk menumpahkan darah mereka dan menghalalkan apa-apa yang diharamkan atas mereka. (Hadits riwayat Muslim).

25.Menceritakan nikmat Allah adalah wujud syukur dan mengingkari nikmat adalah kufur. Barangsiapa tidak mensyukuri yang sedikit, ia pun tidak mensyukuri yang banyak. Barangsiapa tidak mensyukuri umat manusia, ia pun tidak mensyukuri Allah. Persatuan adalah rahmat dan perpecahan adalah siksaan. (Hadits riwayat Baihagi);

26. Bersikap sabar adalah petunjuk dari Allah, sedangkan terburu-buru adalah petunjuk dari syaitan. (Hadits riwayat Baihagi);

27. Dua macam orang yang Allah tidak melihat kepada keduanya pada hari kiamat, pemutus hubungan kerabat dan tetangga yang buruk. (Hadits riwayat Ad-Dailami dari Anas);

28. Dua perkara tidak disukai oleh anak Adam: Ia tidak menyukai kematian, sedangkan kematian lebih baik baginya dari fitnah (cobaan). Ia tidak menyukai harta yang sedikit, padahal harta yang sedikit lebih ringan untuk dihisab. (Hadits riwayat Ahmad dari Mahmud bin Lubaid);

29. Dua macam yang disegerakan Allah hukumannya di dunia, yaitu kezaliman dan durhaka kepada kedua orang tua. (Hadits riwayat Thabarani dari ibnu Abi Bakrah).

30. Jauhilah kesombongan, karena ada hamba yang selalu sombong hingga Allah Ta’ala berkata kepada para malaikat-Nya: Tulislah hamba-Ku ini dalam golongan orang-orang yang sombong. (Hadits riwayat ibnu Adiy dari Abi Umamah);

31. Jadikan akhir shalatmu di waktu malam shalat witir. (Hadits riwayat Bukhari);

32. Kerjakan sebagian shalatmu di dalam rumahmu dan jangan jadikan rumahmu seperti kuburan. (Hadits riwayat Bukhari);

33. Jauhilah tujuh perkara yang membinasakan: menyekutukan Allah, sihir, membunuh jiwa yang diharamkan Allah, kecuali dengan alasan yang benar, makan riba, makan harta anak yatim, melarikan diri pada hari peperangan dan menuduh berzina wanita beriman yang lengah’ dan terpelihara. (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim);

34. Amal yang paling disukai Allah ialah yang paling kekal, walaupun sedikit. (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim dari Aisyah);

35. Amal yang paling disukai Allah ialah bila engkau mati, sedangkan lidahmu basah dari menyebut nama Allah. (Hadits riwayat Baihagi dari Mu’adz);

36. Shalat yang paling disukai Allah Ta’ala ialah shalat Dawud dan puasa yang paling disukai Allah ialah puasa Dawud. Adalah Dawud tidur separuh malam dan bangun sepertiganya dan tidur seperenamnya, berpuasa sehari dan tidak puasa sehari. (Hadits riwayat Muslim);

37. Perkataan yang paling disukai Allah ialah hamba mengucapkan: “Subhanallahi wa bihamdihi (Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya).” (Hadits riwayat Tirmidzi dari Abi Dzarr);

38. Sukailah pada orang-orang apa yang engkau sukai pada dirimu. (Hadits riwayat Bukhari);

39. Jagalah hubungan dengan orang yang dicintai ayahmu, janganlah memutuskannya sehingga Allah memadamkan cahayamu. . (Hadits riwayat Bukhari);

40. Perkataan yang paling disukai Allah Ta’ala ada empat: Subhanallah (Maha Suci Allah), Alhamdulillah (segala puji bagi Allah), Laa ilaha illallahu (Tiada Tuhan selain Allah) dan Allahu Akbar (Allah Maha Besar), tidaklah merugikanmu dengan yang mana kamu mulai. (Hadits riwayat Ahmad dari Samurah bin Jundub);

41. Rumahmu yang paling disukai Allah ialah rumah di mana ada anak yatim yang dimuliakan. (Hadits riwayat Baihagi dari Umar);

42. Allah Ta’ala mencintai hamba yang mudah ketika menjual, mudah ketika membeli, mudah ketika membayar utang dan mudah ketika menagih utang. (Hadits riwayat Baihagi dari Abi Hurairah);

43. Yang paling disukai Allah di antara kamu adalah orang yang paling sedikit makannya dan paling ringan badannya. (Hadits riwayat Ad-Dailami dari ibnu Abbas);

44. Cintailah bangsa Arab karena tiga perkara: karena aku orang Arab, dan Al-Qur’an dalam bahasa Arab dan penghuni surga berbicara dalam bahasa Arab. (Hadits riwayat Thabarani dan lainnya);

45. Berhati-hatilah dari orang-orang dengan buruk sangka. (Hadits riwayat Ahmad dan Baihaqi);

46. Cintailah orang yang engkau cintai dengan sewajarnya, barangkali ia akan menjadi orang yang engkau benci pada suatu hari. Bencilah orang yang engkau benci dengan sewajarnya, barangkali ia akan menjadi orang yang engkau cintai pada suatu hari. (Hadits riwayat Tirmidzi)

47. Yang paling aku takutkan atas umatku ialah: perut yang besar, tidur terus menerus, sifat malas dan keyakinan yang lemah. (Hadits riwayat Ad-Daruguthni dari Jabir);

48. Laksanakan kewajiban yang ditetapkan Allah atasmu, niscaya engkau menjadi orang yang paling taat beribadah. Jauhilah apa yang diharamkan Allah atasmu, niscaya engkau menjadi orang yang paling wara’ (berhati-hati dalam agama). Dan ridhalah dengan rezeki yang dibagikan Allah untukmu, niscaya engkau menjadi orang yang paling kaya. (Hadits riwayat ibnu Adiy dari ibnu Mas’ud).

49. Didiklah anak-anakmu atas tiga perkara: mencintai nabimu, mencintai ahli baitnya dan membaca Al-Qur’an, karena para penghafal Al-Qur’an berada dalam naungan Allah pada hari ketika tidak ada naungan kecuali naungan-Nya bersama para nabiNya dan para kekasih-Nya. (Hadits riwayat Ad-Dailami dari Ali);

50. Berdoalah kalian kepada Allah sedang kalian yakin doamu akan dikabulkan, dan ketahuilah bahwa Allah Ta’ala tidak mengabulkan doa dari hati yang lalai dan tidak sungguh. (Hadits riwayat Tirmidzi dari Abi Hurairah).

51. Apabila Allah memberimu harta, hendaklah ditunjukkan bukti nikmat Allah atasmu dan kemuliaan-Nya. (Hadits riwayat Al-Hakim dari ayah Abil Ahwash);

52. Apabila kalian mendatangi shalat, hendaklah kalian berjalan dengan tenang. Bagian mana yang kalian dapati dari shalat itu, maka kerjakanlah. Dan bagian mana yang ketinggalan, maka sempurnakanlah. (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim).

53. Apabila Allah mencintai seorang hamba, Dia mengujinya untuk mendengar doanya yang khusyu?. (Hadits riwayat Baihagi dari Abi Hurairah).

54. Apabila orang lelaki mengerjakan shalat dengan baik, lalu menyempurnakan rukuk dan sujudnya, maka shalat berkata: Semoga Allah memeliharamu seperti engkau memeliharaku. Kemudian shalat itu diangkat. Apabila ia kerjakan shalat dengan cara yang salah, sehingga tidak menyempurnakan rukuk dan sujudnya, shalat berkata: Semoga Allah menyia-nyiakanmu seperti engkau menyia-nyiakan aku. Kemudian shalat itu dilipat seperti melipat baju yang usang, lalu dipukulkan pada wajahnya. (Hadits riwayat Ath-Thayalisi dari Ubadah bin Shamit);

55. Apabila juru adzan menyerukan adzan pada hari Jum’at, maka diharamkan bekerja. (Hadits riwayat Ad-Dailami).

56. Apabila engkau mendatangi tempat tidurmu, maka berwudhulah seperti wudhumu untuk shalat, kemudian berbaringlah di atas sisimu yang kanan, kemudian ucapkanlah: “Ya Allah, aku serahkan wajahku kepada-Mu, aku serahkan urusanku kepada-Mu, aku perlindungkan punggungku kepada-Mu dengan penuh harap dan rasa takut kepada-Mu, tidak ada tempat berlindung dan tidak ada tempat menyelamatkan diri dari-Mu, kecuali kembali kepadaMu. Ya Allah, aku beriman kepada kitab-Mu yang Engkau turunkan dan nabi-Mu yang Engkau utus.” (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim).

57. Apabila Allah menghendaki kebaikan bagi seorang hamba, Dia jadikan kekayaannya dalam jiwanya dan ketakwaannya dalam hatinya. Apabila Allah menghendaki kejelekan bagi seorang hamba, maka Dia jadikan kemiskinannya di antara kedua matanya. (Hadits riwayat Al-Hakim dari Abi Hurairah);

58. Apabila Allah menghendaki kebaikan bagi hamba, Dia menjadikannya pandai tentang agama dan menjadikannya zuhud terhadap kesenangan dunia serta menjadikannya melihat kejelekan-kejelekannya. (Hadits riwayat Baihagi dari Anas).

59. Apabila Allah menghendaki kebaikan bagi hamba-Nya, Dia segerakan hukuman baginya di dunia. Dan apabila Allah menghendaki kejelekan bagi hamba-Nya, Dia menangguhkan hukuman atas dosanya hingga menghukumnya pada hari kiamat. (Hadits riwayat Thabarani dari Ammar bin Yasir).

60. Apabila Allah menghendaki kebaikan bagi hamba-Nya, Dia pun membuka penutup hatinya, dan menetapkan keyakinan dan kebenaran di dalamnya. Dia jadikan hatinya memahami jalan yang di tempuhnya dan menjadikan hatinya bersih dan lidahnya berkata benar, perilakunya lurus dan menjadikan telinganya mendengar dan matanya melihat (kebenaran). (Hadits riwayat Abu Asy-Syeikh dari Abi Dzarr).

61. Apabila Allah ingin melaksanakan keputusan dan takdirNya, Dia mencabut akal dari orang yang berakal hingga berlaku keputusan dan takdir-Nya pada mereka. Apabila sudah menetapkan keputusan-Nya, Dia kembalikan akal mereka dan terjadilah penyesalan. — (Hadits riwayat Ad-Dailami dari Anas).

62. Apabila engkau ingin melakukan suatu perkara, pikirkan akibatnya. Jika baik akibatnya, maka lakukanlah. Jika buruk akibatnya, berhentilah. (Hadits riwayat ibnul Mubarak).

63. Apabila engkau ingin mengerjakan suatu urusan, hendaklah engkau pikirkan dengan tenang hingga Allah menunjukkan kepadamu jalan keluar darinya. (Hadits riwayat Bukhari).

64. Apabila engkau ingin menyebut kejelekan-kejelekan orang lain, ingatlah kejelekan-kejelekan dirimu. (Hadits riwayat Ar-Rafi’i).

65. Apabila engkau ingin Allah mencintaimu, bencilah dunia. Dan apabila engkau ingin orang-orang mencintaimu, maka berikanlah kelebihan dunia yang ada padamu kepada mereka. (Hadits riwayat Al-Khatib dari Rub’iy bin Kharrasy secara mursal).

66. Apabila orang lelaki bangun di waktu malam dan membangunkan istrinya dan keduanya mengerjakan shalat dua raka’at, maka keduanya ditulis dalam golongan orang-orang lelaki dan perempuan yang banyak mengingat Allah. (Hadits riwayat ibnu Hibban dari Abi Said).

67. Apabila seseorang dari kamu bangun dari tidurnya, hendaklah ia mengucapkan: “Segala puji bagi Allah yang telah mengembalikan ruhku kepadaku dan memberiku kesehatan pada tubuhku dan mengizinkan bagiku untuk menyebut-Nya.” (Hadits riwayat ibnu Sunni dari Abi Hurairah).

68. Apabila engkau mengeluh sakit, letakkan tanganmu pada anggota yang engkau keluhkan, kemudian ucapkanlah: “Dengan nama Allah, aku berlindung dengan keperkasaan Allah dan kekuasaan-Nya dari kejelekan rasa sakitku yang aku rasakan ini.” Kemudian angkatlah tanganmu, kemudian ulangilah perbuatan itu sebanyak bilangan ganjil. (Hadits riwayat Tirmidzi dari Anas).

69. Apabila seseorang dari kamu ditimpa musibah, hendaklah ia mengucapkan: “Innaa lillahi wa innaa ilaihi raaji’un (Sesungguhnya kita adalah milik Allah dan sesungguhnya kepadaNya kita kembali).” Ya Allah, aku harapkan pahala disisi-Mu atas musibahku, maka berilah aku pahala pada musibah itu dan berilah ganti bagiku yang lebih baik daripada musibah itu. (Hadits riwayat ibnu Majah dari Abi Salamah).

70. Apabila kalian memasuki waktu pagi, maka ucapkanlah: “Ya Allah, dengan kehendak-Mu kami memasuki waktu pagi, dengan kehendak-Mu kami memasuki waktu sore, dengan kehendak-Mu kami hidup dan dengan kehendak-Mu kami mati dan kepada-Mu tempat kembali.” (Hadits riwayat ibnu Majah dari Abi Hurairah).

71. Apabila engkau berbaring, maka katakanlah: “Dengan nama Allah, aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kemarahan-Nya, dan hukuman-Nya dan kejahatan hamba-hamba-Nya dan dari godaan syaitan dan dari kehadiran mereka. (Hadits riwayat Abu Nashr As-Sajari dari Umar).

72. Apabila engkau diberi sesuatu makanan tanpa meminta, maka makanlah dan bersedekahlah. (Hadits riwayat Nasa’iy dari ibnu Umar).

73. Apabila seseorang dari kamu berbuka, hendaklah ia berbuka dengan kurma, karena kurma itu barokah. Jika ia tidak menemukan kurma, maka hendaklah ia berbuka dengan air, karena air itu menyucikan. (Hadits riwayat Al-Imam Ahmad).

74. Apabila orang lelaki makan sedikit, maka perutnya Jipenuhi cahaya. (Hadits riwayat Ad-Dailami dari Abi Hurairah).

75. Apabila diserukan igamah untuk shalat dan makanan malam sudah hadir, maka mulailah dengan makan malam. (Hadits riwayat Syaikhain (Bukhari dan Muslim)).

76. Apabila seseorang dari kamu hendak makan makanan, sebutlah nama Allah Ta’ala. Jika ia lupa menyebut nama Allah pada awalnya, maka ucapkanlah: “Bismillahi “alaa awwalihi wa aakhirihi (Dengan nama Allah pada awalnya dan akhirnya).” (Hadits riwayat Tirmidzi).

77. Apabila seseorang dari kamu makan, hendaklah ia makan dengan tangan kanannya, dan minum dengan tangan kanannya, mengambil dengan tangan kanannya dan memberi dengan tangan kanannya. (Hadits riwayat Al-Hasan bin Sufyan).

78. Apabila seseorang dari kamu mengimami orang banyak, hendaklah ia meringankan bacaan surahnya, karena di antara mereka ada anak kecil dan orang tua, ada yang lemah dan ada yang sakit dan orang yang mempunyai keperluan. Apabila ia shalat sendirian, biarlah ia panjangkan bacaannya sekehendaknya. (Hadits riwayat Tirmidzi dari Abi Hurairah).

79. Apabila orang perempuan menafkahkan harta dari rumah suaminya tanpa menimbulkan kerusakan, maka ia mendapat pahalanya disebabkan harta yang dinafkahkannya dan suaminya mendapat pahala disebabkan apa yang dihasilkannya, sedangkan penjaga mendapat pahala seperti itu: salah satu dari mereka tidak mengurangi pahala yang lain sedikit pun. (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim dari Aisyah).

80. Apabila seseorang dari kamu menguap, hendaklah ia letakkan tangannya di atas mulutnya dan jangan mengeluarkan suara, karena syaitan menertawakannya. (Hadits riwayat ibnu Majah dari Abi Hurairah).

81. Apabila kefasikan hamba memuncak, ia pun menguasai pengeluaran air matanya dan menangis dengan kedua matanya kapanpun yang diinginkannya. (Hadits riwayat ibnu Adiy dari Ugbah bin Amir).

82. Apabila hamba meninggalkan doa untuk ibu bapak, maka rezeki akan terputus darinya. (Hadits riwayat Ad-Dailami).

83. Apabila seseorang dari kamu menggauli istrinya, janganlah ia menyingkir hingga istrinya menyelesaikan hajatnya sebagaimana ia sendiri ingin menyelesaikan hajatnya. (Hadits riwayat ibnu Adiy dari Thalgin).

84. Apabila kalian menghadiri orang mati di antara kalian, maka pejamkanlah matanya, karena pandangan mata itu mengikuti ruh dan ucapkanlah perkataan yang baik, karena para malaikat mengamini perkataan yang diucapkan keluarga mayit. (Hadits riwayat Ahmad dari Syaddad bin Aus).

85. Apabila hakim hendak memutuskan perkara, lalu berijtihad dan benar, maka ia mendapat dua pahala. Apabila ia memutuskan perkara dan salah, maka ia mendapat satu pahala. (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim).

86. Apabila hamba mengkhatamkan Al-Qur’an, ia pun didoakan ketika mengkhatamkannya oleh 60.000 malaikat. (Hadits riwayat Ad-Dailami dari Araru bin Syu’aib).

87. Apabila seseorang dari kamu keluar untuk melakukan suatu perjalanan, hendaklah ia berpamitan kepada saudarasaudaranya, karena sesungguhnya Allah menjadikan baginya keberkahan dalam doa mereka. (Hadits riwayat ibnu Asakir dari Zaid bin Argam).

88. Apabila seseorang dari kamu masuk kepada kelompok orang, lalu diberi kelapangan baginya, hendaklah ia duduk, karena sesungguhnya itu adalah kemuliaan dari Allah dengan mana ia dimuliakan oleh saudaranya yang muslim. Jika ia tidak diberi kelapangan tempat, hendaklah ia melihat tempat mana yang paling lapang, lalu duduklah dia di situ. (Hadits riwayat Al-Harits dari Abi Syaibah Al-Khudri)

89. Apabila tamu masuk pada suatu kaum, ia masuk membawa rezekinya. Dan apabila ia keluar, maka ia pun keluar membawa ampunan atas dosa-dosa mereka. (Hadits riwayat Ad-Dailami dari Anas).

90. Apabila orang lelaki mengajak istrinya ke tempat tidurnya dan ia menolak, lalu ia tidur dalam keadaan marah kepadanya, maka para malaikat melaknatnya sampai pagi. (Hadits riwayat Ahmad dari Abi Hurairah).

91. Apabila seseorang dari kamu diundang untuk menghadiri walimah, hendaklah ia mendatanginya. (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim).

92. Apabila seseorang dari kamu masuk masjid, hendaklah ia rukuk (shalat) dua rakaat sebelum duduk. (Hadits riwayat jama’ah).

93. Apabila masuk bulan Ramadhan, pintu-pintu langit dibuka dan pintu-pintu Jahannam ditutup dan syaitan-syaitan diikat dengan rantai. (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim)

94. Apabila seseorang dari kamu melihat mimpi yang tidak disukainya, hendaklah ia meludah ke sebelah kirinya tiga kali dan memohon perlindungan dari Allah terhadap syaitan tiga kali dan berpindah dari sisinya yang ia berbaring di atasnya semula. (Hadits riwayat Muslim).

95. Apabila seseorang kamu melihat mimpi yang disukainya, sesungguhnya itu berasal dari Allah, maka hendaklah ia memuji Allah atas mimpi itu dan menceritakannya. Apabila ia bermimpi selain itu yang tidak disukainya, maka sesungguhnya itu dari syaitan. Maka hendaklah ia memohon perlindungan dari Allah dan tidak menceritakannya kepada seorang pun, karena mimpi itu tidak membahayakannya. (Hadits riwayat Bukhari dari Abi Said).

96. Apabila kalian melihat sinar merah dari arah timur di bulan Ramadhan, maka simpanlah makanan untuk tahunmu, karena ja adalah tahun kelaparan. (Hadits riwayat Thabarani).

97. Apabila seseorang dari kamu melihat jenazah, jika ia tidak berjalan bersamanya, maka hendaklah ia berdiri hingga ia tinggalkan jenazah itu atau jenazah itu meninggalkannya atau jenazah itu diletakkan sebelum meninggalkannya. (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim).

98. Apabila seseorang dari kamu melihat seorang wanita cantik dan membuatnya kagum, hendaklah ia mendatangi istrinya, karena kemaluan itu satu dan istrinya memiliki seperti yang dimiliki wanita itu. (Hadits riwayat Al-Khathib dari Umar).

99. Apabila seseorang dari kamu melihat cobaan yang menimpa saudaranya, hendaklah ia memuji Allah dan jangan membuatnya mendengar pujian itu. (Hadits riwayat ibnu Najjar);

100. Apabila kalian melihat orang yang biasa pergi ke masjid, maka saksikanlah bahwa dia seorang beriman. (Hadits riwayat Baihagi dari Abi Said);

101. Apabila kalian melihat kebakaran, maka bertakbirlah, karena takbir itu akan memadamkannya. (Hadits riwayat ibnu Asakir);

102. Apabila Allah hendak menghukum suatu kaum, Dia jadikan urusan mereka dijalankan oleh orang-orang yang hidup mewah di antara mereka. (Hadits riwayat Ad-Dailami).

 

  1. Apabila kalian memohon sesuatu kepada Allah Ta’ala, maka mohonlah kepada-Nya dengan bagian bawah telapak tanganmu dan jangan memohon kepada-Nya dengan bagian atasnya, kemudian janganlah mengembalikannya hingga kalian mengusap mukamu dengannya, karena Allah menjadikan keberkahan padanya. (Hadits riwayat Abu Dawud).

 

  1. Apabila seseorang dari kamu memohon kepada Tuhannya dengan suatu permohonan dan ia mengetahui doanya dikabulkan, maka hendaklah ia katakan: “Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya semua perbuatan baik dapat terlaksana.” Dan siapa yang doanya belum dikabulkan, maka hendaklah ia katakan: “Segala puji bagi Allah dalam segala keadaan.” (Hadits riwayat Baihagi dari Abi Hurairah).

 

  1. Apabila kebaikanmu membuatmu gembira dan perbuatanmu yang buruk membuatmu sedih, maka engkau adalah seorang mukmin. (Hadits riwayat Adh-Dhiya” dari Abi Umamah).

 

  1. Apabila kalian menamai anak Muhammad maka muliakanlah dia dan lapangkanlah tempat baginya di dalam majelis dan jangan menjelekkan wajahnya. (yakni: Jangan katakan kepadanya: Semoga Allah menjelekkan wajahmu dan jangan mencelanya dalam perbuatan dan perkataannya). (Hadits riwayat Khathib dari Ali).

 

  1. Apabila kalian minum air, maka minumlah dengan isapan dan jangan meminumnya dengan sekali teguk, karena tegukan itu menyebabkan penyakit hati, ginjal dan limpa.(Hadits riwayat Ad-Dailami).

 

  1. Apabila seseorang dari kamu mengerjakan shalat, hendaklah ia kerjakan shalat bagaikan orang yang berpamitan, yaitu shalat orang yang tidak menyangka bahwa ia akan kembali kepadanya untuk selamanya. (Hadits riwayat Ad-Dailami dari Ummi Salamah).

 

  1. Apabila orang perempuan mengerjakan shalat lima waktunya, berpuasa di bulannya (Ramadhan) dan menjaga kemaluannya serta mentaati suaminya, maka ia pun masuk surga. (Hadits riwayat Al-Bazzar dari Anas).

 

  1. Apabila amanat disia-siakan, maka tunggulah kiamat. Ia berkata: Bagaimana menyia-nyiakannya, ya Rasulullah? Nabi SAW menjawab: Apabila urusan diserahkan kepada orang yang bukan ahlinya, maka tunggulah kiamat. (Hadits riwayat Bukhari).

 

  1. Apabila seseorang memukul, hendaklah ia menghindari wajah. (Hadits riwayat Bukhari).

 

  1. Apabila naik bintang Tsurayya, petani aman dari hama. (Hadits riwayat Thabarani).

 

  1. Apabila telinga seseorang dari kamu berdenging, hendaklah ia menyebutku dan bershalawat untukku dan mengatakan: Semoga Allah menyebut orang yang menyebutku dengan kebaikan.(Hadits riwayat ibnu Adiy dari Abi Rafi”).

 

  1. Apabila seseorang dari kamu bersin, hendaklah ia mengucapkan: “Alhamdulillahi robbil “aalamin (segala puji bagi Allah Tuhan sekalian alam)” dan saudaranya atau temannya mengucapkan: “Yarhamukallahu (semoga Allah merahmatimu).” Apabila ia katakan kepadanya: Yarhamukallahu, maka hendaklah orang yang bersin itu mengucapkan: “Yahdikumullahu wa yushlihu baalakum (semoga Allah memberimu petunjuk dan memperbaiki keadaanmu).” (Hadits riwayat Abu Dawud dan Nasa’iy).

 

  1. Apabila anak sudah bisa membedakan antara sebelah kanan dan sebelah kirinya, suruhlah dia mengerjakan shalat. (Hadits riwayat Abu Dawud).

 

  1. Apabila umatku mengagungkan dunia, dicabut darinya kewibawaan Islam. Dan apabila ia tinggalkan suruhan berbuat baik dan larangan berbuat kemungkaran, maka umatku tidak diberi keberkahan wahyu. (Hadits riwayat Tirmidzi).

 

  1. Apabila engkau katakan kepada temanmu pada hari Jum’at: “diamlah” di saat imam sedang berkhutbah, maka engkau telah berkata sia-sia. (Hadits riwayat Bukhari).

 

  1. Apabila hamba mengatakan: Ya Rabbi, ya Rabbi (wahai Tuhanku, wahai Tuhanku), Allah Ta’ala berkata: Labbaik hamba-Ku, mintalah, tentu engkau akan diberi. (Hadits riwayat ibnu Abi Dunya dari Aisyah).

 

  1. Apabila hamba berdiri dalam shalatnya, ditaburkanlah kebaikan di atas kepalanya hingga ia rukuk. Apabila ia rukuk, ia pun diliputi rahmat Allah hingga ia sujud. Orang yang sujud bersujud di atas kedua telapak kaki (di hadapan) Allah Ta’ala, maka hendaklah ia meminta dan berharap. (Hadits riwayat Said bin Manshur dari Abi Ammar secara mursal).

 

  1. Apabila anak Adam membaca ayat As-Sajdah, lalu ia sujud, syaitan menangis. Ia berkata: Aduh celaka! Anak Adam disuruh sujud, lalu ia sujud, maka baginya surga. Sedangkan aku disuruh sujud, tetapi aku menentang, maka bagiku neraka. (Hadits riwayat Muslim dari Abi Hurairah).

 

  1. Apabila shalat didirikan, janganlah kamu mendatanginya sambil berlari, datangilah shalat dengan berjalan dan hendaklah kamu bersikap tenang. Bagian mana yang kamu dapati dari shalat itu, maka kerjakanlah. Dan bagian mana yang tertinggal, maka sempurnakanlah. (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim).

 

  1. Apabila shalat didirikan, maka bertakbirlah, kemudian bacalah Al-Qur’an yang mudah bagimu, kemudian rukuklah hingga kamu rukuk dengan tenang, kemudian bangkitlah hingga engkau berdiri tegak, kemudian sujudlah hingga engkau sujud dengan tenang, kemudian bangkitlah hingga engkau duduk dengan tenang, kemudian sujudlah hingga engkau sujud dengan tenang, kemudian lakukanlah itu dalam shalatmu seluruhnya. (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim).

 

  1. Apabila dihidangkan kepada seseorang dari kamu makanannya dan pada kedua kakinya ada sepasang sandalnya, maka hendaklah ia melepas kedua sandalnya, karena hal itu lebih nyaman bagi kedua telapak kaki dan itu termasuk sunnah. (Hadits riwayat Abu Ya’la dari Anas).

 

  1. Apabila dosa-dosa hamba menjadi banyak dan ia tidak mempunyai amal yang bisa menghapusnya, maka Allah mengujinya dengan kesedihan untuk menghapus dosa-dosa itu darinya. (Hadits riwayat Ahmad dari Aisyah).

 

  1. Pada akhir zaman, yang menjadi penegak agama umat manusia dan dunia mereka adalah dirham dan dinar. (Hadits riwayat Thabarani).

 

  1. Apabila mati anak hamba, Allah Ta’ala berkata kepada para malaikat-Nya: “Kalian mematikan anak hamba-Ku.” Mereka menjawab: “Ya”. Allah berkata: “Kalian mematikan buah hatinya.” Para malaikat menjawab: “Ya”. Maka Allah berkata: “Apa yang dikatakan hamba-Ku?” Mereka menjawab: “Ia memuji-Mu dan mengucapkan kalimat istirja’ (Innaa lillahh wa innaa ilaihi raaji un)”. Maka Allah Ta’ala berkata: “Dirikanlah bagi hamba-Ku rumah di surga dan namailah rumah itu: Baitul hamdi (rumah pujian).” (Hadits riwayat Tirmidzi dari Abi Musa).

 

  1. Apabila manusia mati, terputuslah amalnya, kecuali dari tiga perkara: sodagoh yang terus mengalir pahalanya atau ilmu yang bermanfaat atau anak shaleh yang mendoakan baginya. (Hadits riwayat Muslim).

 

  1. Apabila kalian ditimpa kesusahan atau kesulitan atau cobaan, maka katakanlah: “Allah Tuhan kami, tiada sekutu bagiNya.” (Hadits riwayat Baihagi dari ibnu Abbas).

 

  1. Apabila seseorang dari kamu melihat kepada orang yang dilebihkan di atasnya dalam harta dan bentuk, hendaklah ia melihat kepada orang yang lebih rendah darinya. (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim dari Abi Hurairah).

 

  1. Apabila seseorang dari kamu ingin mengerjakan suatu urusan, hendaklah ia rukuk (shalat) dua raka’at selain shalat fardhu, kemudian ia katakan: “Ya Allah, aku mohon pilihan kepada-Mu dengan pengetahuan-Mu, aku mohon kemampuan kepada-Mu dengan kekuasaan-Mu dan aku mohon kepada-Mu dari karunia-Mu yang agung. Sesungguhnya Engkau mampu sedang aku tidak mampu, Engkau tahu, sedangkan aku tidak tahu dan Engkau Maha Mengetahui segala yang gaib. Ya Allah, jika Engkau tahu bahwa urusan ini baik bagiku dalam agamaku, penghidupanku dan akibat urusanku, maka takdirkanlah urusan ini bagiku dan mudahkanlah bagiku, kemudian berkatilah aku padanya.”

 

  1. Dan jika Engkau tahu bahwa urusan ini buruk bagiku dalam agamaku, penghidupanku dan akibat urusanku, maka jauhkan urusan itu dariku dan jauhkan aku darinya dan takdirkanlah kebaikan bagiku di mana pun ia berada, kemudian jadikan aku ridha dengannya. Beliau berkata: Kemudian ia sebutkan keperluannya. (Hadits riwayat Bukhari).

 

  1. Apabila jenazah diletakkan dan orang-orang memikulnya di atas leher mereka, sedangkan ia seorang yang baik, maka ia pun berkata: Cepatkan aku. Bilamana ia bukan seorang yang baik, maka ia berkata: “Aduhai celakanya”, ke mana kalian membawanya? Segala sesuatu mendengarnya, kecuali manusia. Andaikata manusia mendengarnya, niscaya ia jatuh pingsan. (Hadits riwayat Bukhari).

 

  1. Apabila urusan diserahkan kepada orang yang bukan ahlinya, maka tunggulah saat (kegagalan)nya. (Hadits riwayat Bukhari).

 

  1. Apabila ada orang dicela dan engkau berada di antara orang banyak, maka jadilah engkau penolong orang itu dan pencegah terhadap orang-orang itu dan tinggalkan mereka. (Hadits riwayat ibnu Abi Dunya tentang celaan terhadap ghibah dari Anas).

 

135 . Apabila Allah menghendaki kebaikan bagi penguasa, Dia jadikan baginya menteri yang setia. Jika ia lupa, menteri itu mengingatkannya dan jika ia ingat, menteri itu membantunya. Dan apabila Allah menghendaki baginya selain itu, Dia jadikan baginya menteri yang buruk. Jika ia lupa, menteri itu tidak mengingatkannya dan jika ia ingat, menteri itu tidak membantunya. (Hadits riwayat Nasa’iy).

 

  1. Apabila seseorang dari kamu makan bersama sejumlah orang dan merasa kenyang, maka janganlah ja mengangkat tangannya hingga orang-orang mengangkat tangan mereka, karena ja akan membuat malu teman duduknya. (Hadits riwayat Baihagi).

 

  1. Apabila orang lelaki pergi haji dengan harta haram, lalu ia mengucapkan: Labbaik, maka Allah azza wa jalla berkata: “Tiada labbaik dan tiada sa’daik.” (Hadits riwayat Ad-Dailami).

 

  1. Sebutlah kebaikan-kebaikan orang mati di antara kamu dan jangan menyebut keburukan-keburukan mereka. (Hadits riwayat Tirmidzi dari ibnu Umar).

 

  1. Lelehkan makananmu dengan menyebut nama Allah dan shalat, dan janganlah kalian tidur karena makanan itu sehingga hatimu menjadi keras. (Hadits riwayat Abu Nu’aim tentang pengobatan dari Aisyah).

 

  1. Empat macam doa tidak ditolak: doa orang haji hingga ja kembali, doa orang yang berperang (berjihad) hingga ia keluar, doa orang sakit hingga ia sembuh, doa saudara untuk saudaranya dari tempat yang jauh. Doa yang paling cepat dikabulkan di antara doa-doa ini ialah doa saudara untuk saudaranya tanpa diketahuinya (dari tempat yang jauh). (Hadits riwayat Ad-Dailami dari ibnu Abbas).

 

  1. Empat perkara yang apabila ada pada seseorang ia pun menjadi munafik yang murni. Dan siapa yang mempunyai salah satu sifat darinya, ia pun memiliki salah satu sifat munafik hingga ia meninggalkannya: Apabila berbicara, ia berdusta, apabila berjanji ia mengingkari, apabila mengadakan perjanjian ia berkhianat dan apabila berdebat ia menyeleweng. (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim dari Umar).

 

  1. Empat perkara yang apabila ada pada seseorang, maka Allah Ta’ala mengharamkannya atas api neraka dan melindunginya dari godaan syaitan, yaitu orang yang mengendalikan dirinya ketika berharap, ketika merasa takut, ketika menyukai sesuatu dan marah. Empat perkara yang apabila ada pada seseorang, maka Allah Ta’ala menyebarkan rahmat-Nya di atasnya dan memasukkannya ke dalam surga-Nya: yaitu orang yang memberi tempat bagi orang miskin, mengasihi orang yang lemah, bersikap lembut kepada budaknya dan memberi nafkah kepada kedua orang tuanya. (Hadits riwayat Al-Hakim).

 

  1. Empat perkara yang apabila diberikan kepada seseorang, ia pun diberi kebaikan dunia dan akhirat, yaitu lidah yang selalu berdzikir, hati yang selalu bersyukur, badan yang sabar dalam menerima cobaan dan istri yang tidak mengkhianatinya, mengenai dirinya dan tidak pula mengenai harta suaminya. (Hadits riwayat Thabarani dari ibnu Abbas).

 

  1. Empat macam orang yang wajib atas Allah untuk tidak memasukkan mereka ke dalam surga dan tidak menjadikan mereka merasakan kenikmatannya: yaitu pecandu khamar, pemakan riba, pemakan harta anak yatim dengan cara yang tidak benar dan orang yang durhaka kepada ibu bapaknya. (Hadits riwayat Al-Hakim).

 

  1. Empat macam yang tidak kenyang dari empat macam: yaitu buih dari hujan, perempuan dari laki-laki, mata dari pandangan dan orang alim dari ilmu. (Hadits riwayat Al-Hakim).

 

  1. Empat perkara termasuk kebahagiaan manusia: yaitu istrinya seorang perempuan yang shalihah, anak-anaknya berbakti, teman-temannya orang baik dan rezekinya berada di negerinya. (Hadits riwayat Ad-Dailami dari Ali).

 

147.Empat macam orang yang dibenci oleh Allah Ta’ala: yaitu penjual yang suka bersumpah, orang miskin yang sombong, orang tua yang berzina dan imam (pemimpin) yang zalim. (Hadits riwayat An-Nasa’iy dari Abi Hurairah).

 

  1. Empat perkara termasuk kesengsaraan: yaitu mata yang beku, kekerasan hati, sifat tamak dan panjang angan-angan. (Hadits riwayat Abu Nu’aim dari Anas).

 

  1. Empat perkara yang tidak terdapat pada manusia, kecuali sebagai keajaiban: yaitu diam yang merupakan awal ibadah, tawadhu” (rendah hati), selalu menyebut Allah dan memiliki sesuatu yang sedikit. (Hadits riwayat Thabarani dari Anas).

 

  1. Empat macam orang yang pahala mereka tetap mengalir di atas mereka sesudah mati: yaitu orang yang mati dalam keadaan berjihad di jalan Allah. Orang yang mengajarkan ilmu, diberlakukan pahala amalnya selama ilmu itu diamalkan. Orang yang mengeluarkan sodagoh, pahalanya terus mengalir baginya selama sodagoh itu masih ada. Dan seorang lelaki yang meninggalkan anak shaleh yang mendoakan baginya. (Hadits riwayat Thabarani dari Abi Umamah).

 

  1. Empat perkara merupakan simpanan di surga: yaitu menyembunyikan sodagoh, menyembunyikan musibah, silaturrahim (menyambung hubungan dengan kerabat) dan perkataan: “Laa haula wa laa guwwata illaa billah (tiada daya dan kekuatan, melainkan dengan pertolongan Allah).” (Hadits riwayat Al-Khathib dari Ali).

 

  1. Tahanlah lidahmu dari mencela kaum muslimin dan apabila seseorang dari mereka meninggal dunia, maka katakanlah yang baik mengenainya. (Hadits riwayat Thabarani dari Sahal bin Sa’ ad).

 

  1. Kasihanilah tiga macam orang: yaitu orang mulia yang menjadi hina, orang kaya yang menjadi miskin dan orang alim di antara orang-orang bodoh. (Hadits riwayat Al-Askari).

 

  1. Janganlah engkau menginginkan kesenangan dunia, niscaya Allah mencintaimu. Dan janganlah engkau menginginkan harta milik orang lain, niscaya orang-orang mencintaimu. (Hadits riwayat Al-Hakim dari Sahal bin Sa’ad).

 

  1. Orang yang paling tidak suka pada orang alim adalah keluarga dan tetangganya. (Hadits riwayat ibnu Adiy dari Jabir).

 

  1. Manusia yang paling zuhud ialah orang yang tidak lupa kuburan dan kehancuran badan dan meninggalkan perhiasan kehidupan dunia yang paling baik dan mengutamakan akhirat yang kekal di atas dunia yang fana dan tidak menganggap hari esok sebagai harinya serta menganggap dirinya termasuk orang mati. (Hadits riwayat Baihagi dari Adh-Dhahhak secara mursal).

 

  1. Menyempurnakan wudhu adalah separuh iman, kalimat Alhamdulillah memenuhi mizan (timbangan amal), tasbih dan takbir memenuhi langit dan bumi, shalat adalah cahaya, zakat adalah bukti, kesabaran adalah cahaya, Al-Qur’an adalah hujjah untuk kebenaranmu atau kesalahanmu – semua manusia pergi berusaha, ada yang menjual dirinya (kepada Tuhannya), lalu membebaskannya atau membinasakannya. (Hadits riwayat ibnu Hibban dari Abi Malik Al-Asy’ari).

 

  1. Malulah kalian kepada Allah dengan rasa malu yang sebenarnya. Barangsiapa merasa malu kepada Allah dengan rasa malu yang sebenarnya, hendaklah ia menjaga kepala dan yang dimuatnya dan menjaga perut dan apa yang dikandungnya dan hendaklah ia mengingat kematian dan kehancuran badan. Barangsiapa menginginkan akhirat, ia tinggalkan perhiasan kehidupan dunia. Maka siapa yang melakukan itu, ia pun telah merasa malu kepada Allah dengan rasa malu yang sebenarnya. (Hadits riwayat Tirmidzi dari ibnu Mas’ud).

 

  1. Carilah kesembuhan dengan perkataan mana Allah memuji diri-Nya sebelum makhluk-Nya memuji-Nya dan perkataan yang dengannya Allah Ta’ala memuji diri-Nya, yaitu: “Alhamdulillah” dan “Qul huwallahu ahad.” Barangsiapa yang tidak disembuhkan oleh Al-Qur’an, maka tiada seorang pun bisa menyembuhkannya. (Hadits riwayat ibnu Nafi? dari Raja” Al-Ghanawi).

 

  1. Hendaklah kalian sembunyikan keberhasilan dalam memenuhi hajat-hajatmu, karena setiap orang yang mendapat nikmat akan menjadi sasaran kedengkian. (Hadits riwayat Abu Nu’aim dari Mw’adz bin Jabal).

 

  1. Hendaklah kalian berikan sedikit pakaian kepada perempuan, karena apabila perempuan banyak bajunya dan berhias dengan bagus, ia pun senang keluar rumah. (Hadits riwayat ibnu Adiy dari Anas).

 

  1. Hendaklah kamu beristigamah (mengamalkan agama dengan benar) dan sungguh baik jika kamu beristigamah dan sebaikbaik amalmu adalah shalat. Tidak akan memelihara wudhu, kecuali setiap orang yang beriman. (Hadits riwayat ibnu Majah dari Abi Umamah).

 

  1. Perbanyaklah doa kebaikan dari orang banyak untukmu, karena hamba tidak tahu melalui lisan siapa doa itu dikabulkan untuknya atau ia mendapat rahmat. (Hadits riwayat Al-Khathib dari Abi Hurairah).

 

  1. Perbanyaklah mengucapkan: “Laa haula wa laa guwwata illaa billah”, karena perkataan itu menolak 99 macam bencana, yang terendah darinya ialah kesusahan. (Hadits riwayat Al-Ugaili dari Jabir).

 

  1. Perlakukanlah kaum wanita dengan baik, karena orang perempuan diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok dan sesungguhnya yang paling bengkok pada tulang rusuk itu ialah bagian yang paling atas. Jika engkau berusaha menegakkannya, maka engkau akan mematahkannya. Dan jika engkau biarkan dia, maka ia tetap bengkok. Maka perlakukanlah kaum wanita dengan baik. (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim dari Abi Hurairah).

 

  1. Cepatlah membawa jenazah. Jika ia seorang yang baik, maka kalian menyegerakannya kepada kebaikan. Dan jika ia tidak seperti itu, maka itu adalah kejelekan yang kalian turunkan dari pundakmu. (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim dari Abi Hurairah).

 

  1. Nama Allah yang paling agung yang apabila manusia berdoa dengannya Dia mengabulkannya dan apabila meminta dengannya, ia diberi ialah doa Yunus bin Mata. (Hadits riwayat ibnu Jarir dari Sa’ad).

 

  1. Dengarlah kalian dan taatlah, meskipun kalian dipimpin oleh seorang budak Habasyi yang kepalanya seperti kismis. (Hadits riwayat Bukhari).

 

  1. Allah sangat marah kepada orang yang menzalimi orang yang tidak mempunyai penolong selain Allah. (Hadits riwayat Ad-Dailami dari Ali).

 

  1. Manusia yang paling keras menyiksa orang lain di dunia ialah orang yang paling keras disiksa oleh Allah pada hari kiamat (Hadits riwayat Ahmad dari Khalid ibnul Walid).

 

  1. Manusia yang paling berat cobaanya ialah para nabi, kemudian yang terbaik, kemudian yang terbaik. Manusia diuji sesuai dengan kadar agamanya, maka ujiannya menjadi berat. Jika ja seorang yang lunak agamanya, maka ia diuji sesuai dengan kadar agamanya. Maka ujian tetap menimpa hamba hingga ia meninggalkannya berjalan di atas bumi dan tidak mempunyai dosa. (Hadits riwayat Bukhari dari Said).

 

  1. Manusia yang paling banyak penyesalannya pada hari kiamat ialah seorang lelaki yang sanggup mencari ilmu di dunia, tetapi tidak mencarinya. Dan seorang lelaki yang mengajarkan ilmu, lalu dimanfaatkan oleh orang yang mendengar darinya selain dia. (Hadits riwayat ibnu Asakir dari Anas).

 

  1. Orang yang paling cinta kepadaku di antara umatku jalah suatu kaum yang muncul sesudah aku, seseorang dari mereka berangan-angan kiranya ia kehilangan keluarga dan hartanya dan ia melihatku. (Hadits riwayat Ahmad dari Abi Dzarr).

 

  1. Manusia yang paling keras siksanya di sisi Allah pada hari kiamat ialah orang-orang yang meniru ciptaan Allah. (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim).

 

  1. Perbaikilah duniamu dan beramallah untuk akhiratmu seakan-akan kamu mati besok. (Hadits riwayat Ad-Dailami dari Anas).

 

  1. Berbuatlah kebaikan kepada ahlinya dan kepada orang yang bukan ahlinya. Jika engkau berbuat tepat kepada ahlinya, maka engkau telah berbuat tepat kepada ahlinya. Jika tidak berbuat tepat kepada ahlinya, maka engkaulah ahlinya. (Hadits riwayat Al-Khathib dari ibnu Umar).

 

  1. Jaminlah bagiku enam perkara dari dirimu, niscaya aku jamin bagimu surga: Berkatalah benar jika kalian bicara, tepatilah janjimu jika kalian berjanji, sampaikan amanat jika kalian diberi amanat, jagalah kemaluanmu dan tahanlah pandanganmu serta cegahlah tanganmu (dari perbuatan buruk). (Hadits riwayat Baihagi dari Ubadah bin Shamit).

 

  1. Aku mengamati surga, ternyata aku dapati sebagian penghuninya adalah orang-orang miskin dan aku amati neraka, ternyata aku dapati sebagian besar penghuninya adalah wanita. (Hadits riwayat Bukhari).

 

  1. Berbicaralah yang baik, sebarkanlah salam dan sambunglah hubungan dengan kerabat, shalatlah di waktu malam ketika orang-orang sedang tidur, kemudian masuklah surga dengan sejahtera. (Hadits riwayat ibnu Hibban dari Abi Hurairah).

 

  1. Anak-anak dari kaum mukminin berada di suatu gunung di surga. Mereka dipelihara oleh Ibrahim dan Sarah hingga dia kembalikan kepada bapak-bapak mereka pada hari kiamat. (Hadits riwayat Baihagi dari Abi Hurairah).

 

  1. Carilah berbagai kebutuhan dengan kemuliaan jiwa, karena segala urusan berjalan menurut ketentuannya. (Hadits riwayat ibnu Asakir dari Abdullah bin Busrin).

 

  1. Carilah rezeki dalam kandungan bumi. (Hadits riwayat Thabarani).

 

  1. Carilah kebaikan dari orang-orang yang penyayang di antara umatku, niscaya kalian hidup dalam naungan mereka. Dan janganlah mencarinya dari orang-orang yang keras hati, karena laknat akan menimpa mereka. Hai Ali sesungguhnya Allah Ta’ala menciptakan kebaikan dan menciptakan ahlinya, lalu menjadikan mereka mencintainya dan mencintai perbuatan-perbuatannya dan mengarahkan para pencarinya kepada mereka seperti mengarahkan air ke tanah yang tandus supaya penghuninya hidup dengannya. Sesungguhnya pelaku kebaikan di dunia adalah pelaku kebaikan di akhirat. (Hadits riwayat Al-Hakim dari Ali).

 

  1. Carilah ilmu walaupun ke negeri Cina, karena sesungguhnya mencari ilmu itu wajib atas setiap muslim. Sesungguhnya para malaikat meletakkan sayap-sayapnya untuk pencari ilmu karena senang dengan apa yang dicarinya. (Hadits riwayat ibnu Abdil Barr).

 

  1. Umumkan pernikahan dan sembunyikan pinangan. (Hadits riwayat Ad-Dailami dari Ummi Salamah).

 

  1. Sembahlah Allah seakan-akan engkau melihat-Nya dan anggaplah dirimu termasuk orang mati serta hindarilah doa orang teraniaya, karena doanya dikabulkan. Hendaklah engkau kerjakan shalat Subuh dan Isya?” dalam jama’ah. Andaikata kalian mengetahui pahala yang terdapat dalam keduanya, niscaya kalian mendatanginya, walaupun dengan merangkak. (Hadits riwayat Thabarani dari Abi Darda?).

 

  1. Sembahlah Allah seakan-akan engkau melihat-Nya. Jika engkau tidak melihat-Nya, sesungguh-Nya Dia melihatmu. Anggaplah dirimu termasuk orang mati dan takutlah doa orang teraniaya, karena doanya mustajab (dikabulkan). (Hadits riwayat Abu Nu’aim dari Zaid bin Argam).

 

  1. Sembahlah Ar-Rahman (Tuhan yang Maha Pengasih) dan berilah makanan dan sebarkan salam, niscaya kalian masuk surga dengan sejahtera. (Hadits riwayat Tirmidzi dari Abi Hurairah).

 

  1. Sujudlah dengan cara yang wajar, janganlah seseorang dari kamu membentangkan kedua tangannya seperti anjing membentangkan tangannya. (Hadits riwayat Bukhari).

 

  1. Musuhmu yang paling berat adalah istrimu yang tidur denganmu dan budak yang kamu miliki. (Hadits riwayat Ad-Dailami dari Abi Malik Al-Asy’ari).

 

  1. Berilah matamu bagian dari ibadah: yaitu memandang mushaf, berpikir mengenainya dan merenungkan keajaibankeajaibannya. (Hadits riwayat Al-Hakim dari Abi Said).

 

  1. Aku diberi lima perkara yang tidak diberikan kepada seorang pun dari para nabi sebelum aku: Aku ditolong dengan rasa takut (pada musuh) sejauh perjalanan sebulan dan aku diberi kunci-kunci perbendaharaan bumi, dijadikan bumi bagiku sebagai tempat sujud dan suci menyucikan, umatku dijadikan sebaik-baik umat, aku diberi syafaat, nabi diutus kepada kaumnya secara khusus dan aku diutus kepada seluruh manusia. (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim).

 

  1. Aku diberi tujuh puluh ribu orang dari umatku yang masuk surga tanpa dihisab. Wajah-wajah mereka seperti bulan di malam purnama, hati mereka adalah hati satu orang. Kemudian aku minta tambahan dari Tuhanku azza wa jallaa Maka Tuhanku menambahkan bersama setiap orang tujuh puluh ribu orang. (Hadits riwayat Ahmad dari Abu Bakar).

 

  1. Umatku diberi sesuatu yang tidak diberikan kepada seorang pun dari umat-umat, yaitu mereka katakan ketika mengalami musibah: “Innaa lillahi wa innaa ilaihi raaji’un (Sesungguhnya kita milik Allah dan kepada-Nya kita kembali).” (Hadits riwayat ibnu Mardawaih dari ibnu Abbas).

 

  1. Berilah pekerja upahnya sebelum kering keringatnya dan beritahulah dia upahnya ketika ia sedang bekerja. (Hadits riwayat Baihagi).

 

  1. Manusia yang paling banyak berpikir ialah orang mukmin yang memikirkan urusan dunianya dan urusan akhiratnya. (Hadits riwayat ibnu Majah dari Anas).

 

  1. Manusia yang paling besar haknya pada perempuan jalah suaminya dan manusia yang paling besar haknya pada orang lelaki adalah ibunya. (Hadits riwayat Al-Hakim dari Aisyah).

 

  1. Wanita yang paling besar keberkahannya ialah yang paling ringan bebannya. (Hadits riwayat Ahmad dari Aisyah).

 

  1. Ayat terbesar dalam Al-Qur’an ialah ayat Al-Kursiy, ayat yang paling adil dalam Al-Qur’an ialah: “Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan. ” (An-Nahl: 90). Ayat yang paling menakutkan dalam Al-Qur’an: “Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar zarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.” (Az-Zalzalah: 7-8). Ayat yang paling banyak memberi harapan dalam Al-Qur’an ialah: “Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya.” (Az-Zumar: 53). (Hadits riwayat Asy-Syairazi dari ibnu Mas’ud).

 

  1. Ketahuilah bahwa tiada seorang pun dari kamu, melainkan harta pewarisnya lebih disukainya daripada hartanya. Hartamu adalah yang engkau dahulukan dan harta pewarismu adalah yang engkau akhirkan. (Hadits riwayat Nasa’iy dari ibnu Mas’ud).

 

  1. Umumkan pernikahan ini dan jadikan pernikahan itu di masjid-masjid dan tabuhlah rebana untuk merayakannya. (Hadits riwayat Tirmidzi dari Aisyah).

 

  1. Beramallah untuk duniamu seakan-akan engkau hidup selamanya dan beramallah untuk akhiratmu seakan-akan engkau mati besok. (Hadits riwayat ibnu Asakir).

 

  1. Manfaatkanlah lima perkara sebelum datangnya lima perkara lainnya, yaitu masa hidupmu sebelum kematianmu, masa sehatmu sebelum engkau sakit, masa senggangmu sebelum engkau sibuk, masa mudamu sebelum engkau tua dan kekayaanmu sebelum engkau miskin. (Hadits riwayat Baihagi dari ibnu Abbas).

 

  1. Cucilah bajumu, guntinglah rambutmu, bersihkan gigimu, berhiaslah dan bersihkan badanmu, karena Bani Israel dulu tidak melakukan itu sehingga wanita-wanita mereka berzina. (Hadits riwayat ibnu Asakir dari Ali).

 

  1. Jadilah engkau seorang alim atau pelajar atau pendengar atau pecinta ilmu dan jangan menjadi orang yang kelima (yang bodoh) sehingga engkau binasa. (Hadits riwayat Baihagi).

 

  1. Iman yang paling utama ialah bila engkau ketahui bahwa Allah Ta’ala ada di manapun engkau berada. (Hadits riwayat Thabarani).

 

  1. Doa yang paling utama ialah engkau memohon maaf dan keselamatan kepada Tuhanmu di dunia dan akhirat, karena jika engkau diberi keduanya di dunia, kemudian diberi keduanya di akhirat, maka engkau telah beruntung. (Hadits riwayat ibnu Majah dari Anas).

 

  1. Sodagoh yang paling utama ialah engkau kenyangkan hati (perut) yang lapar. (Hadits riwayat Baihagi dari Anas).

 

  1. Sodagoh yang paling utama ialah bila orang muslim belajar ilmu, kemudian mengajarkannya kepada saudaranya yang muslim. (Hadits riwayat ibnu Majah).

 

  1. Menjenguk orang sakit yang paling utama pahalanya jalah cepat pergi dari tempat orang sakit. (Hadits riwayat Ad-Dailami dari Jabir).

 

  1. Amalan baik yang paling utama ialah engkau sambung hubungan dengan orang yang memutusmu dan memberi orang yang tidak memberimu dan memaafkan orang yang menzalimimu. (Hadits riwayat Thabarani dari Mu’adz).

 

  1. Amal yang paling baik sesudah beriman kepada Allah lalah menampakkan kecintaan kepada orang banyak. (Hadits riwayat Thabarani).

 

  1. Orang mukmin yang paling baik pengamalan Islamnya ialah orang yang tidak suka mengganggu kaum muslimin dengan lidah dan tangannya. Orang mukmin yang terbaik imannya ialah orang yang terbaik akhlaknya di antara kaum mukminin dan muhajir yang terbaik ialah orang yang meninggalkan segala yang dilarang Allah dan jihad yang paling utama ialah orang yang memerangi nafsunya demi mendapatkan ridha Allah azza wa jalla. (Hadits riwayat Thabarani dari ibnu Umar).

 

  1. Manusia yang paling baik ialah orang mukmin yang berjihad di jalan Allah dengan jiwa dan hartanya, kemudian orang mukmin di celah gunung yang bertakwa kepada Allah dan meninggalkan orang-orang karena kejahatan mereka. (Hadits riwayat Bukhari dari Abi Said).

 

  1. Kiamat telah dekat dan manusia semakin serakah terhadap dunia dan mereka semakin jauh dari Allah. (Hadits riwayat Al-Hakim dari ibnu Mas’ud).

 

  1. Bacalah Al-Qur’an dan carilah ridha Allah Ta’ala dengannya sebelum datang suatu golongan yang menjadikannya seperti memasang anak panah, mereka melakukannya dengan terburu-buru dan tidak melakukannya dengan pelan-pelan. (Hadits riwayat Abu Dawud dari Jabir).

 

  1. Bacalah surat Yaa Siin atas orang mati di antara kalian. (Hadits riwayat Ahmad).

 

  1. Yang paling sedikit terdapat di akhir zaman adalah dirham halal atau saudara yang bisa dipercaya. (Hadits riwayat ibnu Asakir dari ibnu Umar).

 

  1. Dosa-dosa terbesar ialah menyekutukan Allah, membunuh jiwa, durhaka kepada ibu bapak dan perkataan dusta (kesaksian palsu).(Hadits riwayat Bukhari).

 

  1. Perbanyaklah mengingat kematian, karena ia membersihkan dosa-dosa dan menyebabkan zuhud terhadap kesenangan dunia. Jika kalian mengingatnya di saat kaya, maka ia akan merobohkannya. Dan jika kalian mengingatnya di saat miskin, maka ingatan itu akan menyebabkan kalian ridha dengan kehidupanmu. (Hadits riwayat ibnu Abi Dunya dari Anas).

 

  1. Perbanyaklah bershalawat untukku pada hari Jum’at. Barangsiapa melakukan itu, aku menjadi saksi dan memberi syafa’at baginya pada hari kiamat. (Hadits riwayat Baihagi dari Anas).

 

  1. Perbanyaklah sholawat untukku, karena shalawatmu untukku adalah ampunan bagi dosa-dosamu dan carilah kepadaku derajat dan wasilah, karena wasilahku di sisi Tuhanmu adalah syafa’at bagimu. (Hadits riwayat ibnu Asakir dari Al-Hasan bin Ali).

 

  1. Perbanyaklah membaca Al-Qur’an di rumahmu, karena rumah yang tidak dibaca Al-Qur’an di dalamnya menjadi sedikit kebaikannya dan banyak kejelekannya dan menjadi sempit atas penghuninya. (Hadits riwayat Ad-Daraguthni dari Anas).

 

  1. Muliakanlah para ulama, karena mereka adalah pewaris para nabi. Maka siapa memuliakan mereka, ia pun telah memuliakan Allah dan rasul-Nya. (Hadits riwayat Al-Khatib dari Jabir).

 

  1. Manusia yang paling mulia adalah yang paling bertakwa di antara mereka. (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim).

 

  1. Bijaksana ialah bila engkau bermusyawarah dengan orang yang mempunyai pendapat, kemudian mentaatinya. (Hadits riwayat Abu Dawud).

 

  1. Islam itu bersih, maka bersihkanlah dirimu, karena tidak masuk surga, kecuali orang yang bersih. (Hadits riwayat Ad-Dailami).

 

  1. Saudara tertua mempunyai kedudukan seperti bapak. (Hadits riwayat Baihagi).

 

  1. Amanat mendatangkan rezeki dan khianat mendatangkan kemiskinan. (Hadits riwayat Ad-Dailami).

 

  1. Aku diperintahkan untuk memerangi orang-orang hingga mereka bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah rasul (utusan) Allah dan mendirikan shalat dan mengeluarkan zakat. Apabila mereka lakukan itu, mereka telah melindungi darah dan harta mereka dariku, kecuali dengan hak Islam dan perhitungan mereka terserah pada Allah. (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim dari Abi Hurairah).

 

  1. Singkirkan gangguan dari jalan, karena perbuatan itu adalah sodagoh bagimu. (Hadits riwayat Bukhari).

 

  1. Ya Allah, aku berlindung dengan-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat dan amal yang tidak diangkat dan doa yang tidak dikabulkan. (Hadits riwayat Al-Hakiim dari Anas).

 

  1. Ya Allah, jadikan cahaya dalam hatiku, cahaya dalam lidahku, cahaya dalam penglihatanku, cahaya dalam pendengaranku, cahaya di sebelah kananku, cahaya di sebelah kiriku, cahaya dari atasku, cahaya dari bawahku cahaya dari depanku, cahaya dari belakangku, dan jadikan cahaya dalam diriku dan besarkan cahaya bagiku. (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim).

 

  1. Ya Allah, ampunilah aku dan rahmatilah aku dan ikutkan aku dengan Ar-Rafiq al-a’laa (golongan para nabi). (Hadits riwayat Bukhari).

 

  1. Ya Allah, aku mohon kepada-Mu kebaikan seluruhnya, yang aku ketahui darinya maupun yang tidak aku ketahui dan aku berlindung dengan-Mu dari kejelekan seluruhnya, yang aku ketahui darinya maupun yang tidak aku ketahui. (Hadits riwayat Thabarani dari Jabir bin Samurah).

 

  1. Ya Allah jadikan aku dari golongan orang-orang yang apabila berbuat baik, mereka gembira dan apabila berbuat buruk, mereka memohon ampun. (Hadits riwayat ibnu Majah dari Aisyah).

 

  1. Ya Allah, aku berlindung dengan-Mu dari hati yang tidak khusyu”, dari doa yang tidak didengar (dikabulkan), dari nafsu yang tidak dipuaskan, dari ilmu yang tidak bermanfaat. Aku berlindung dengan-Mu dari empat perkara ini. (Hadits riwayat Tirmidzi dari ibnu Umar).

 

  1. Ya Allah, karuniailah aku cinta-Mu dan cinta orang yang cintanya berguna bagiku di sisi-Mu. Ya Allah, karunia yang Engkau berikan kepadaku dan aku sukai, jadikan itu sebagai kekuatan bagiku mengenai apa yang Engkau sukai. Ya Allah, apa yang Engkau jauhkan dariku dan aku sukai, maka jadikanlah itu sebagai kekosongan bagiku mengenai apa yang Engkau sukai. (Hadits riwayat Tirmidzi).

 

  1. Ya Allah, jadikan aku orang yang banyak bersyukur, jadikan aku orang yang banyak bersabar dan jadikan aku kecil dalam pandanganku dan besar dalam pandangan orang banyak. (Hadits riwayat Al-Bazzar dari Buraidah).

 

  1. Ya Allah, aku berlindung dengan-Mu dari ketidakmampuan dan kemalasan, sifat penakut dan kekikiran dan keadaan tua renta. Aku berlindung dengan-Mu dari siksa kubur, Aku berlindung dengan-Mu dari siksa neraka dan aku berlindung dengan-Mu dari fitnah di masa hidup dan sesudah mati. (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim).

 

  1. Ya Allah, Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan lindungilah kami dari siksa neraka. (Hadits riwayat Bukhari).

 

  1. Ya Allah, tiada kehidupan (sejati), kecuali kehidupan akhirat. (Hadits riwayat Bukhari).

 

  1. Ya Allah, ampunilah dosaku, kebodohanku dan perbuatanku yang melampaui batas dan yang Engkau lebih tahu tentangnya daripada aku. Ya Allah, ampunilah dosaku yang telah aku lakukan dan yang aku akhirkan, yang aku rahasiakan dan yang aku nyatakan. Engkaulah yang memajukan dan Engkaulah yang mengakhirkan dan Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. (Hadits riwayat Bukhari).

 

  1. Ya Allah, sesungguhnya Engkau mendengar perkataanku dan melihat tempatku dan mengetahui rahasia-Ku dan perbuatanku yang terang, tiada sesuatu apapun dariku yang tersembunyi dari-Mu. Aku adalah orang yang melarat dan miskin, yang meminta tolong, yang meminta perlindungan, yang takut dan khawatir, yang mengaku dosanya. Aku mohon kepada-Mu sebagai orang yang miskin dan aku berdoa kepada-Mu dengan rendah diri sebagai pelaku dosa yang hina dan aku berdoa kepada-Mu dengan doa orang yang takut dan tak berdaya sebagai orang yang tunduk kepada-Mu dan mengalir air matanya untuk-Mu, rendah dan hina dirinya terhadap-Mu. Ya Allah, jangan jadikan aku sengsara dengan berdoa kepada-Mu dan jadilah Engkau pengasih dan sayang kepadaku, wahai Tuhan yang paling baik untuk dimintai dan yang terbaik ketika memberi. (Hadits riwayat Thabarani dari ibnu Abbas).

 

  1. Ya Allah, perbaikilah hubungan antara sesama kami dan persatukanlah hati kami dan tunjukilah kami jalan-jalan keselamatan dan selamatkan kami dari kegelapan menjadi cahaya dan jauhkan kami dari perbuatan-perbuatan keji yang nyata dan yang tersembunyi. Ya Allah, berkatilah kami dalam pendengaran, penglihatan dan hati kami, istri dan keturunan kami dan terimalah taubat kami, sesungguhnya Engkaulah yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. Dan jadikanlah kami orang-orang yang mensyukuri nikmat-Mu, memuji dan menerimanya dan sempurnakan nikmat itu atas kami. (Hadits riwayat Al-Hakim dari ibnu Mas’ud).

 

  1. Ya Allah, perbaikilah bagiku agamaku yang merupakan pelindung urusanku dan perbaikilah duniaku di mana terdapat penghidupanku dan perbaikilah bagiku akhiratku yang di dalamnya tempat aku kembali. Dan jadikanlah kehidupan sebagai tambahan bagiku dalam setiap kebaikan dan jadikan kematian kebebasan bagiku dari setiap kejelekan. (Hadits riwayat Muslim dari Abi Hurairah).

 

  1. Ya Allah, jadikan cinta-Mu sesuatu yang paling aku cintai dan jadikan rasa takut kepada-Mu sesuatu yang paling aku takuti dan putuskan dariku kebutuhan-kebutuhan dunia dengan merindukan perjumpaan dengan-Mu. Apabila engkau senangkan pecinta dunia terhadap dunia mereka, maka senangkan aku terhadap ibadah kepada-Mu. (Hadits riwayat Abu Nu’aim dari Al-Haitsam bin Malik Ath-Tha’ly).

 

  1. Ya Allah, bukalah pendengaran hatiku untuk menyebut-Mu dan karuniailah aku ketaatan kepada-Mu dan ketaatan kepada rasul-Mu dan pengamalan kitab-Mu. (Hadits riwayat Thabarani dari Ali).

 

  1. Ya Allah, perlakukanlah aku dengan lembut dalam memudahkan setiap sesuatu yang sulit, karena memudahkan setiap sesuatu yang sulit adalah mudah bagi-Mu. Dan aku memohon kepada-Mu kemudahan dan keselamatan di dunia dan akhirat. (Hadits riwayat Thabarani dari Abi Hurairah).

 

  1. Ya Allah, cukupilah aku dengan ilmu dan hiasilah aku dengan kecerdasan dan muliakanlah aku dengan ketakwaan dan baguskanlah aku dengan kesehatan. (Hadits riwayat ibnu Najjar dari ibnu Umar).

 

  1. Ya Allah, aku berlindung dengan-Mu dari teman yang licik, kedua matanya melihatku dan hatinya memperhatikan aku. Jika melihat kebaikan, ia menyembunyikannya. Dan jika melihat kejelekan, ia menyiarkannya. (Hadits riwayat ibnu Najjar dari Sa’ad bin Said Al-Magbari).

 

  1. Ya Allah, rahmatilah para khalifahku yang datang sesudah aku, yaitu orang-orang yang meriwayatkan hadits-hadits dan sunnahku dan mengajarkannya kepada orang banyak. (Hadits riwayat Thabarani dari Ali).

 

  1. Takutlah kepada Allah, takutlah kepada Allah mengenai bangsa Oitbthi Mesir. Kalian akan mengalahkan mereka, maka mereka akan menjadi pasukan dan pembantu bagi kalian di jalan Allah. (Hadits riwayat Thabarani).

 

  1. Amma ba’du: Sesungguhnya dunia itu indah dan manis dan Allah akan menjadikan kalian sebagai khalifah untuk mengurusinya. Maka Allah akan melihat bagaimana kamu beramal. Maka takutlah kepada cobaan dunia dan takutlah kepada godaan wanita. Sesungguhnya cobaan pertama yang menimpa bani Israel adalah pada wanita. Ketahuilah, sesungguhnya bani Adam diciptakan dalam berbagai macam golongan. Di antara mereka ada yang dilahirkan dalam keadaan beriman dan hidup beriman dan mati sebagai orang beriman. Di antara mereka ada yang dilahirkan dalam keadaan kafir dan hidup sebagai orang kafir dan mati dalam keadaan kafir. Di antara mereka ada yang dilahirkan dalam keadaan beriman, hidup sebagai orang yang beriman dan mati dalam keadaan kafir. Di antara mereka ada yang dilahirkan dalam keadaan kafir, hidup sebagai orang kafir dan mati dalam keadaan beriman. Ketahuilah, sesungguhnya kemarahan itu adalah bagaikan bara api yang menyala di dalam perut anak Adam. Tidakkah kalian melihat kepada kedua matanya yang merah dan urat lehernya yang membesar? Apabila seseorang dari kamu merasakan sesuatu dari Itu, maka baringkan tubuhmu di tanah, baringkan tubuhmu ke tanah. Ketahuilah, sesungguhnya sebaik-baik manusia ialah orang yang lambat marahnya, cepat ridhanya. Dan seburuk-buruk manusia ialah orang yang cepat marahnya, lambat ridhanya. Apabila manusia lambat marahnya, lambat kembalinya atau cepat marahnya, cepat kembalinya, maka ia termasuk golongan yang seimbang baik buruknya. Ketahuilah, sesungguhnya sebaik-baik pedagang adalah orang yang baik dalam membayar dan baik dalam menagih. Dan seburuk-buruk pedagang ialah orang yang buruk dalam membayar dan buruk dalam menagih. Maka apabila manusia baik dalam membayar dan buruk dalam menagih atau buruk dalam membayar dan baik dalam menagih, ia pun termasuk golongan yang seimbang baik buruknya. Ketahuilah, sesungguhnya setiap pengkhianat mempunyai bendera pada hari kiamat sesuai dengan kadar pengkhianatannya. Ketahuilah, sesungguhnya pengkhianatan terbesar adalah pengkhianatan pemimpin rakyat. Janganlah ketakutan kepada orang-orang mencegah seorang lelaki untuk menyatakan kebenaran jika ia mengetahuinya. Ketahuilah, sesungguhnya jihad yang paling utama ialah menyatakan kebenaran di hadapan penguasa yang zalim. Ketahuilah, sesungguhnya perumpamaan dunia yang tersisa terhadap yang sudah lewat darinya ialah seperti harimu ini terhadap hari yang sudah lewat. (Hadits riwayat Tirmidzi dari Abi Said).

 

  1. Umatku ini umat yang diberi rahmat, tidak ada siksa atasnya di akhirat. Siksanya hanya di dunia berupa peperangan, gempa bumi, pembunuhan dan bencana. (Hadits riwayat Thabarani dari Abi Musa).

 

  1. Usaplah kepala anak yatim (demikian) hingga bagian depan kepalanya dan anak yang mempunyai bapak (demikian) hingga bagian belakang kepalanya. (Hadits riwayat Al-Khathib dari ibnu Abbas).

 

257 Sesungguhnya Allah Ta’ala apabila menurunkan bencana dari langit kepada penduduk bumi, maka bencana itu dijauhkan dari orang-orang yang meramaikan masjid. (Hadits riwayat ibnu Asakir dari Anas).

 

  1. Sesungguhnya Allah Ta’ala memurnikan agama ini untuk diri-Nya dan tidak layak bagi agamamu kecuali kedermawanan dan akhlak yang baik, maka hiasilah agamamu dengan keduanya. (Hadits riwayat Thabarani dari Imran bin Hushain).

 

  1. Sesungguhnya manusia yang paling dibenci Allah ialah orang yang paling keras permusuhannya. (Hadits riwayat Muslim).

 

  1. Sesungguhnya orang-orang yang membuat lukisan atau patung ini disiksa pada hari kiamat lalu dikatakan kepada mereka: “Hidupkan apa yang kamu ciptakan.” (Hadits riwayat Syaikhain (Bukhari dan Muslim)

 

  1. Sesungguhnya Allah Ta’ala menyuruhku bersikap lunak kepada orang-orang sebagaimana Dia menyuruhku melaksanakan kewajiban-kewajiban. (Hadits riwayat Ad-Dailami dari Aisyah).

 

  1. Sesungguhnya Allah Ta’ala menjadikan (kotoran) yang keluar dari anak Adam (manusia) sebagai perumpamaan bagi dunia. (Hadits riwayat Baihagi).

 

  1. Sesungguhnya Allah Ta’ala Maha Pemurah dan menyukai kemurahan hati dan menyukai budi pekerti yang luhur dan tidak menyukai budi pekerti yang rendah. (Hadits riwayat Abu Nu’aim dari ibnu Abbas).

 

  1. Sesungguhnya Allah Ta’ala menyukai kemudahan bagi umat ini dan tidak mnyukai kesulitan baginya. (Hadits riwayat Thabarani dari Mihjan ibnul Audz”).

 

  1. Sesungguhnya Allah Ta’ala akan menanyai setiap pemimpin tentang apa yang dipimpinnya, apakah ia memelihara tugas itu atau menyia-nyiakannya? hingga manusia ditanya tentang keluarganya. (Hadits riwayat ibnu Hibban dari Anas).

 

  1. Sesungguhnya Allah Ta’ala menulis dalam Ummil Kitab sebelum menciptakan langit dan bumi: “Sesungguhnya Aku adalah Ar-Rahman (Tuhan Yang Maha Pengasih).” Aku ciptakan rahim dan Aku membentuk sebuah nama baginya dari nama-Ku. Barangsiapa menyambungnya (Ssilaturrahim), maka Aku pun menyambungnya. Dan siapa yang memutusnya, Aku pun memutusnya. (Hadits riwayat Thabarani dari Jarir).

 

  1. Sesungguhnya orang mukmin itu tidak najis. (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim).

 

  1. Sesungguhnya Allah Ta’ala ketika menciptakan makhluk, Dia menulis dengan tangan-Nya atas diri-Nya: Sesungguhnya rahmat-Ku mengalahkan kemarahan-Ku. (Hadits riwayat ibnu Majah dari Abi Hurairah).

 

  1. Sesungguhnya orang perempuan itu datang dalam bayangan syaitan dan pergi dalam bayangan syaitan. Apabila seseorang dari kamu melihat seorang perempuan dan kagum padanya, hendaklah ia mendatangi istrinya, karena hal itu menolak godaan dalam dirinya. (Hadits riwayat Muslim).

 

  1. “Sesungguhnya Allah Ta’ala melihat kepada orang kafir dan tidak melihat kepada orang yang congkak. Angin telah mengangkut Sulaiman bin Dawud, sambil bersandar hingga ia merasa bangga dan sombong dalam dirinya. Maka ia pun dilemparkan ke bumi.” (Hadits riwayat Thabarani). (Hadits ini perlu diteliti tentang keabsahannya: pen.)

 

  1. Sesungguhnya perkataan yang paling disukai hamba apabila bangun dari tidurnya ialah: “Maha Suci Tuhan yang menghidupkan orang mati dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. (Hadits riwayat Al-Khathib dari ibnu Umar).

 

  1. Sesungguhnya Allah Ta’ala tidak melihat kepada bentukmu dan tidak melihat kepada kemuliaan asalmu dan tidak pula kepada hartamu, tetapi melihat kepada hati dan amal-amalmu. (Hadits riwayat Thabarani).

 

  1. Sesungguhnya Allah Ta’ala tidak rela bagi hamba-Nya yang beriman apabila Dia mengambil kekasihnya dari penghuni bumi, lalu hamba itu bersabar dan mengharap pahala, kecuali memberinya pahala berupa surga. (Hadits riwayat Nasa’iy dari ibnu Umar).

 

  1. Sesungguhnya Allah Ta’ala tidak menzalimi kebaikan orang mukmin. Dia memberinya balasan atasnya di dunia dan diberi pahala atas kebaikan itu di akhirat. Adapun orang kafir diberi balasan atas kebaikan-kebaikannya di dunia hingga apabila sudah sampai ke akhirat, ia tidak mempunyai kebaikan yang dibalas dengan kebaikan. (Hadits riwayat Ahmad dari Anas).

 

  1. Sesungguhnya Allah Ta’ala tidak menerima dari amal kecuali, yang murni baginya dan diharapkan ridha-Nya dengan amal itu. (Hadits riwayat Nasa’iy dari Abi Umamah).

 

  1. Sesungguhnya termasuk kewajiban bapak terhadap anaknya ialah mengajarinya menulis dan memberinya nama yang baik dan mengawinkannya bila ia sudah baligh. (Hadits riwayat ibnu Najjar).

 

  1. Sesungguhnya termasuk sunnah ialah orang lelaki keluar bersama tamunya ke pintu rumah. (Hadits riwayat ibnu Majah).

 

  1. Sesungguhnya termasuk seburuk-buruk kedudukan manusia di sisi Allah pada hari kiamat ialah orang lelaki mendatangi istrinya dan istrinya mendatanginya, lalu ia siarkan rahasia istrinya. (Hadits riwayat Muslim).

 

  1. Sesungguhnya Allah Ta’ala menyukai manusia yang ramah dan murah senyum. (Hadits riwayat Asy-Syirazi dari Abi Hurairah).

 

  1. Sesungguhnya Allah Ta’ala menyukai kelembutan dalam segala urusan. (Hadits riwayat Bukhari).

 

  1. Sesungguhnya Allah mengharamkan atas kalian durhaka kepada ibu, mengubur bayi perempuan dalam keadaan hidup, tidak mau memberi dan suka meminta. Dan Allah tidak menyukai bagimu perkataan yang tidak jelas, banyak bertanya dan penghamburan harta. (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim dari Mughirah bin Syu’bah).

 

  1. Sesungguhnya Allah Ta’ala mendekatkan orang mukmin, lalu meletakkan naungannya di atasnya dan menutupinya dan memintanya mengakui dosa-dosanya. Allah berkata: Apakah engkau tahu dosa begini? Apakah engkau tahu dosa begini? Orang itu menjawab: Ya, wahai Tuhanku. Ketika ia sudah mengakui dosa-dosanya dan merasa dalam hatinya bahwa ia telah binasa, Allah berkata: “Sesungguhnya Aku telah menutupinya atasmu di dunia dan Aku mengampuninya bagimu hari ini. Kemudian ia diberi kitab kebaikan-kebaikannya dengan tangan kanannya. Adapun orang kafir dan munafik, para saksi berkata: “Mereka ini adalah orang-orang yang berdusta terhadap Tuhan mereka. Semoga laknat Allah menimpa orang-orang yang zalim.” (Hadits riwayat ibnu Majah dari ibnu Umar).

 

  1. Sesungguhnya Allah suka apabila seseorang dari kamu mengerjakan suatu amal, ia pun menyempurnakannya. (Hadits riwayat Thabarani).

 

  1. Sesungguhnya aku tidak mempekerjakan seseorang hingga aku ajukan syarat kepadanya. (Hadits riwayat Ad-Dailami).

 

  1. Sesungguhnya Allah Ta’ala merasa heran kepada peminta yang meminta selain surga dan kepada pemberi yang memberi bukan karena Allah dan orang yang memohon perlindungan dari selain neraka. (Hadits riwayat Al-Khathib dari ibnu Umar).

 

  1. Sesungguhnya Allah Ta’ala berkata: Aku adalah yang ketiga dari dua orang yang berserikat selama salah seorang dari keduanya tidak mengkhianati temannya. Apabila ia mengkhianatinya, Aku keluar dari antara keduanya. (Hadits riwayat Abu Dawud dari Abi Hurairah).

 

  1. Sesungguhnya Allah tidak menyiksa manusia karena air mata yang mengalir dan bukan karena hati yang sedih, tetapi dengan ini (beliau menunjuk kepada lidahnya) atau mengasihinya. Sesungguhnya mayit disiksa karena tangisan (ratapan) keluarganya atasnya. (Menurut para ulama, ia disiksa bila berwasiat agar diratapi oleh keluarganya : pen.) (Hadits riwayat jama’ah).

 

  1. Sesungguhnya Allah Ta’ala berkata: “Apabila Aku mengambil kedua mata hamba-Ku di dunia, Aku pun tidak mempunyai balasan untuknya, kecuali surga.” (Hadits riwayat Tirmidzi dari Anas).

 

  1. Sesungguhnya Allah Ta’ala telah mengharamkan atas api neraka, siapa yang mengucapkan: “Laa ilaha illallahu.” dan dengan itu ia mengharapkan ridha Allah. (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim).

 

  1. Sesungguhnya Allah Ta’ala berkata pada hari kiamat: Di mana orang-orang yang saling mencintai demi keagungan-Ku. Hari ini Aku menaungi mereka pada hari tiada naungan kecuali naungan-Ku. (Hadits riwayat Muslim dari Abi Hurairah).

 

  1. Sesungguhnya Allah Ta’ala berkata: “Aku selalu bersama hamba-Ku selama dia mengingat-Ku dan kedua bibirnya bergerak menyebut-Ku.” (Hadits riwayat Ahmad dari Abi Hurairah).

 

  1. Sesungguhnya Allah Ta’ala berkata: “Sungguh hamba yang Aku sehatkan tubuhnya dan Aku beri dia kelapangan dalam penghidupannya dan lewat padanya lima tahun tidak datang kepadaKu (ke Ka’bah), dia tidak mendapat berkah.” (Hadits riwayat ibnu Hibban dari Abi Said).

 

  1. Sesungguhnya Allah Ta’ala berkata kepada penghuni surga: Hai penghuni surga. Mereka menjawab: “Labbaik Robbana wa sa’daik”, kebaikan seluruh dalam tangan-Mu. Kemudian Allah berkata: Apakah kalian ridha? Mengapa kami tidak ridha, sedangkan Engkau telah memberi kami sesuatu yang tidak Engkau berikan kepada seorang pun dari makhluk-Mu?

 

Allah berkata: Maukah Aku beri lainnya yang lebih baik daripada itu? Mereka menjawab: Wahai Tuhan kami, sesuatu apakah yang lebih baik daripada itu? Allah menjawab: Aku halalkan bagi kalian keridhaan-Ku, maka Aku tidak marah kepada kalian sesudahnya dan selamanya. (Hadits riwayatBukhari dan Muslim dari Abi Said).

 

  1. Sesungguhnya Allah memaafkan untuk umatku apa yang direncanakannya dalam hatinya selama tidak dikerjakan atay dibicarakannya. Sesungguhnya Allah memaafkan dari umatku sesuatu yang menggoda dalam hatinya selama tidak dikerjakannya atau dibicarakannya. (Hadits riwayat jama’ah).

 

  1. Sesungguhnya Allah Ta’ala memberi penangguhan bagi orang yang zalim hingga ketika ia menghukumnya, Dia tidak meloloskannya. (Hadits riwayat Bukhari).

 

  1. Sesungguhnya Allah Ta’ala berkata: Hai anak Adam, Aku sakit, tetapi Engkau tidak menjenguk-Ku. Ja berkata: Ya Tuhanku, bagaimana aku menjenguk-Mu, sedangkan Engkau adalah Tuhan semesta alam? Allah berkata : Tidakkah engkau ketahui bahwa hamba-Ku si Fulan sakit, tetapi engkau tidak menjenguknya. Tidakkah engkau ketahui bahwa andaikata engkau menjenguknya, maka engkau dapati Aku di tempatnya. Hai anak Adam, Aku meminta makan darimu, tetapi engkau tidak memberi-Ku makan. Ia berkata: Ya Tuhan-Ku, bagaimana aku memberi-Mu makan, sedangkan Engkau Tuhan semesta alam? Allah berkata: Tidakkah engkau ketahui bahwa hamba-Ku si Fulan meminta makan kepadamu, tetapi engkau tidak memberinya makan? Tidakkah engkau ketahui bahwa andaikata engkau memberinya makan, niscaya engkau dapati itu pada-Ku. Hai anak Adam, Aku meminta minum kepadamu, tetapi engkau tidak memberi-Ku minum. Ia berkata: Ya Tuhan-Ku, bagaimana aku memberi-Mu minum, sedangkan Engkau Tuhan semesta alam? Allah menjawab: Hamba-Ku si Fulan meminta minum kepadamu, tetapi engkau tidak memberinya minum. Sesungguhnya andaikata engkau memberinya minum, maka engkau dapati itu pada-Ku. (Hadits riwayat Muslim dari Abi Hurairah).

 

  1. Sesungguhnya Allah Ta’ala berkata: Sesungguhnya Aku ingin menurunkan siksa kepada penduduk bumi, namun ketika Aku melihat kepada orang-orang yang meramaikan rumah-rumahku (masjid-masjid-Ku) dan orang-orang yang saling mencintai karena Aku dan orang-orang yang meminta ampun di waktu dini hari, Aku singkirkan siksa-Ku dari mereka. (Hadits riwayat Baihagi dari Anas).

 

  1. Sesungguhnya Allah Ta’ala menurunkan pertolongan sesuai dengan besarnya beban dan menurunkan kesabaran sesuai dengan besarnya cobaan. (Hadits riwayat ibnu Adiy dari Abi Hurairah).

 

  1. Sesungguhnya Allah Ta’ala cemburu dan orang mukmin cemburu. Kecemburuan Allah ialah bila orang mukmin melakukan apa yang diharamkan Allah atasnya. Sesungguhnya tidak masuk surga, kecuali jiwa yang muslim. (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim dari Abi Hurairah).

 

  1. Sesungguhnya Allah Ta’ala menguatkan agama imi dengan orang yang fasik. (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim dari Abi Hurairah).

 

  1. Sungguh bumi itu berseru setiap hari 70 kali: Hai anak Adam, makanlah apa saja yang kalian inginkan dan kalian sukai. Demi Allah, aku akan memakan daging dan kulitmu. (Hadits riwayat Al-Hakiim dari Tsauban).

 

  1. Sesungguhnya rasa malu dan iman digandengkan keduanya. Apabila yang satu diangkat, maka yang lain diangkat pula. (Hadits riwayat Al-Hakim dari ibnu Umar).

 

  1. Sesungguhnya agama ini mudah dan tidaklah seseorang mempersulit agama ini, melainkan ia tidak mampu melakukannya. Maka berbuatlah yang benar dan lakukanlah amal yang mendekati sempurna dan gembiralah. Manfaatkanlah waktu pagi dan sore dan sebagian malam untuk beribadah. (Hadits riwayat Bukhari).

 

  1. Sesungguhnya Allah menulis kebaikan-kebaikan dan dosa-dosa, kemudian Dia menjelaskan hal itu. Maka siapa yang ingin berbuat kebaikan, tetapi tidak dilakukannya, Allah menulisnya baginya di sisi-Nya sebagai satu kebaikan penuh. Jika ia ingin melakukannya, lalu mengerjakannya, Allah menulisnya di sisi-Nya sepuluh kebaikan hingga 700 kali hingga berlipat-lipat kali.

 

Dan siapa yang ingin berbuat dosa, tetapi tidak dilakukannya, Allah menulisnya di sisi-Nya satu kebaikan penuh. Jika ia ingin melakukannya, lalu mengerjakannya, Allah menulisnya atas orang itu satu dosa. (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim dari ibnu Abbas).

 

  1. Ada orang tidak diberi rezeki disebabkan dosa yang dilakukannya. Tidak bisa menolak takdir, kecuali doa dan tidak bisa menambah umur, kecuali kebajikan. (Hadits riwayat ibnu Hibban dari Tsauban).

 

  1. Sungguh rezeki mencari hamba lebih banyak daripada yang dicari oleh ajalnya. (Hadits riwayat Thabarani dari Abi Darda?).

 

  1. Sesungguhnya kebahagiaan yang terbesar adalah panjang umur dalam menaati Allah. (Hadits riwayat Al-Khathib dari Abdullah dari bapaknya).

 

  1. Sesungguhnya mayit terganggu dalam kuburnya oleh apa yang dulu mengganggunya di dalam rumahnya. (Hadits riwayat Ad-Dailami).

 

  1. Sungguh mayit itu disiksa disebabkan tangisan keluarganya yang menangisinya (meratapinya). (Menurut ulama yang dimaksud ialah bila mayit itu berwasiat agar keluarganya meratapinya : pen.). (Hadits riwayat Bukhari).

 

  1. Sesungguhnya seseorang dari kamu dikumpulkan bentuknya dalam perut ibunya empat puluh hari berupa air mani, kemudian menjadi segumpal darah seperti itu, kemudian menjadi segumpal daging seperti itu, kemudian Allah mengutus seorang malaikat kepadanya dan disuruh menulis empat kalimat. Dikatakan kepadanya: Tulislah ilmunya, rezeki dan ajalnya, sengsara atau bahagia, kemudian ditiupkan roh di dalamnya. Ada orang di antara kalian melakukan perbuatan penghuni surga hingga tiada jarak antara dia dan surga, kecuali satu hasta namun ia telah didahului takdir sehingga melakukan perbuatan penghuni nereka, maka ia masuk neraka. Dan ada orang melakukan perbuatan penghuni neraka sehingga antara dia dan neraka hanya berjarak satu hasta, namun takdir mendahuluinya sehingga ia melakukan perbuatan penghuni surga, maka ia masuk surga. (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim).

 

  1. Sesungguhnya syaitan berkata: Demi keperkasaan-Mu, wahai Tuhanku, aku akan terus menyesatkan hamba-hamba-Mu selama arwah mereka berada dalam tubuh mereka. Maka Ar-Rabb (Tuhan) berkata: Demi keperkasaan dan keagunganKu, Aku tetap mengampuni mereka selama mereka meminta ampun kepada-Ku. (Hadits riwayat Ahmad dari Abi Said).

 

  1. Sesungguhnya orang-orang shaleh diberi cobaan yang berat dan tidaklah suatu cobaan menimpa seorang mukmin berupa duri dan yang lebih berat daripada itu, melainkan dihapus darinya dengan sebabnya satu dosa dan diangkat baginya satu derajat. (Hadits riwayat Baihagi dari Aisyah).

 

  1. Sesungguhnya sodagoh itu memadamkan panasnya kubur dari pelakunya dan orang mukmin bernaung pada hari kiamat dalam naungan sodagohnya. (Hadits riwayat Thabarani dari Ugbah bin Amir).

 

  1. Sungguh ada hamba yang mengucapkan perkataan yang menimbulkan keridhaan Allah sedang ia tidak memperhatikannya, maka Allah mengangkatnya dengan perkataan itu beberapa derajat. Dan ada hamba yang mengucapkan perkataan yang menimbulkan murka Allah, sedang ia tidak memperhatikannya, maka Allah menjerumuskannya dengan sebab perkataan itu dalam neraka jahanam. (Hadits riwayat Ahmad).

 

  1. Sungguh ada orang yang melakukan perbuatan penghuni surga menurut pandangan orang-orang sedangkan ia termasuk penghuni neraka. Dan ada orang yang melakukan perbuatan penghuni neraka menurut pandangan orang-orang, sedangkan ia termasuk penghuni surga. (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim).

 

  1. Ada hamba yang berbuat dosa. Apabila mengingatnya, ja merasa sedih. Dan apabila Allah melihat kepadanya ketika dosa itu membuatnya sedih, maka Allah mengampuni perbuatannya sebelum ia menebusnya tanpa shalat dan tanpa puasa. (Hadits riwayat ibnu Asakir dari Abi Hurairah).

 

  1. Sesungguhnya kemarahan itu berasal dari syaitan dan syaitan diciptakan dari api. Sesungguhnya api itu dapat dipadamkan dengan air. Maka apabila seseorang dari kamu marah, hendaklah ia berwudhu. (Hadits riwayat Abu Dawud).

 

  1. Sesungguhnya hamba Allah yang paling dicintai Allah jalah yang paling banyak berbuat kebaikan kepada hamba-hambaNya. (Hadits riwayat Ahmad).

 

  1. Sesungguhnya arwah kaum mukminin berada di langit ketujuh memandang rumah-rumah mereka di surga. (Hadits riwayat Ad-Dailami dari Abi Hurairah).

 

  1. Sesungguhnya umatku dipanggil pada hari kiamat dalam keadaan anggota tubuhnya putih berseri-seri karena bekas wudhu. Maka siapa di antara kamu yang bisa memanjangkan bagian anggotanya yang putih, hendaklah ia melakukannya. (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim).

 

  1. Sesungguhnya penghuni surga membutuhkan para ulama di surga. Hal itu disebabkan mereka berziarah kepada Allah Ta’ala pada setiap hari Jum’at. Kemudian Allah berkata kepada mereka: Mintalah kepada-Ku apa saja yang kamu inginkan. Maka mereka menoleh kepada ulama dan mereka berkata: Apa yang kita minta? Para ulama menjawab: Mintalah kepada-Nya begini dan begini. Maka mereka membutuhkan ulama di surga sebagaimana mereka membutuhkan ulama di dunia. (Hadits riwayat ibnu Asakir dari Jabir).

 

  1. Sesungguhnya orang-orang yang suka berbuat kebaikan di dunia adalah mereka yang suka berbuat kebaikan di akhirat. Sesungguhnya penghuni surga yang pertama kali masuk surga ialah orang-orang yang suka berbuat kebaikan. (Hadits riwayat Thabarani).

 

  1. Sesungguhnya balasan pertama yang diberikan kepada hamba yang mukmin setelah kematiannya ialah mengampuni semua orang yang mengikuti jenazahnya. (Hadits riwayat Baihagi dari ibnu Abbas).

 

  1. Sesungguhnya rumah-rumah Allah di bumi adalah masjid-masjid dan sesungguhnya wajib atas Allah untuk memuliakan siapa yang menziarahi-Nya di dalam masjid. (Hadits riwayat Thabarani dari ibnu Mas’ud).

 

  1. Sesungguhnya sodagoh rahasia memadamkan kemarahan Ar-Rabb dan silaturrahim menambah umur, perbuatanperbuatan baik mencegah kematian buruk dan perkataan: “Laa ilaha illallahu”, menyingkirkan dari orang yang mengucapkannya sembilan puluh sembilan macam bencana, paling ringan adalah kesusahan. (Hadits riwayat ibnu Asakir dari ibnu Abbas).

 

  1. Sesungguhnya di surga terdapat kamar-kamar yang bagian luarnya terlihat dari dalamnya dan bagian dalamnya terlihat dari luarnya Allah Ta’ala menyediakannya bagi siapa yang memberi makanan, berbicara dengan lembut, banyak berpuasa, shalat di waktu malam ketika orang-orang sedang tidur. (Hadits riwayat Tirmidzi dari Ali).

 

  1. Sesungguhnya di surga ada sebuah rumah yang dinamakan “Darul farah (rumah kegembiraan)”, tidak ada yang memasukinya, kecuali orang yang menggembirakan anak-anak. (Hadits riwayat ibnu Adiy dari Aisyah).

 

  1. Sesungguhnya di surga ada sebuah pintu yang dinamakan “Dhuha”. Pada hari kiamat seorang juru bicara berseru: Di mana orang-orang yang dulu selalu mengerjakan shalat Dhuha? Ini adalah pintumu, maka masuklah lewat pintu itu dengan rahmat Allah. (Hadits riwayat Thabarani dari Abi Hurairah).

 

  1. Sesungguhnya hamba apabila diletakkan dalam kuburnya dan ditinggal oleh teman-temannya hingga ia mendengar suara langkah sandal-sandal mereka, ia pun didatangi oleh dua malaikat dan mendudukkannya.

 

Kedua malaikat itu berkata kepadanya: Apa yang engkau katakan mengenai orang ini “Muhammad”?

 

Adapun orang mukmin, ia berkata: Aku bersaksi bahwa ja adalah hamba Allah dan rasul-Nya. Kemudian dikatakan: Lihatlah ke tempatmu di neraka, Allah menggantinya bagimu dengan sebuah tempat di surga. Maka ia melihat keduanya dan dilapangkan baginya dalam kuburnya 70 hasta dan diisi di atasnya tanaman hijau hingga hari mereka dibangkitkan.

 

Adapun orang kafir atau munafik, maka dikatakan kepadanya: Apa yang engkau katakan tentang orang ini?

 

la menjawab: Aku tidak tahu. Aku dulu mengatakan apa yang dikatakan orang-orang. Maka dikatakan kepadanya: Engkau tidak tahu dan tidak akan membaca. Kemudian ia dipukul dengan palu dari besi di antara kedua telinganya.

 

Maka ia pun menjerit dengan jeritan yang terdengar oleh siapa yang ada didekatnya selain jin dan manusia dan disempitkan kuburnya di atasnya hingga terpisah-pisah tulang-tulang rusuknya. (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim).

 

  1. Sesungguhnya Allah Ta’ala mempunyai hamba-hamba yang dikhususkan-Nya untuk memenuhi kebutuhan orang-orang dan orang-orang yang mengandalkan mereka dalam memenuhi kebutuhan mereka. Mereka itulah orang-orang yang aman dari siksa Allah. (Hadits riwayat Thabarani dari ibnu Umar).

 

  1. Sesungguhnya Allah Ta’ala mempunyai kaum-kaum yang Dia khususkan mereka dengan nikmat-nikmat bagi manfaatmanfaat para hamba-Nya. Dia tetapkan nikmat-nikmat itu pada mereka selama mereka memberikannya kepada orang lain. Apabila mereka mencegahnya, maka Allah mencabutnya dari mereka dan mengalihkannya kepada selain mereka. (Hadits riwayat ibnu Abi Dunya dari ibnu Umar).

 

  1. Sesungguhnya Allah Ta’ala mempunyai malaikatmalaikat di bumi yang berbicara melalui lisan bani Adam tentang kebaikan dan kejelekan yang ada pada manusia. (Hadits riwayat Baihagi dari Anas).

 

  1. Sesungguhnya dosa terbesar di sisi Allah azza wa jalla jalah seorang laki-laki yang mengawini seorang perempuan, kemudian setelah menyelesaikan hajatnya dari perempuan itu, ia mentalaknya dan mengambil maharnya. Dan seorang lelaki yang mempekerjakan seorang seorang lelaki, lalu mengambil upahnya. (Hadits riwayat Baihagi).

 

  1. Sesungguhnya Allah Ta’ala mempunyai seorang malaikat yang ditugaskan kepada orang yang mengucapkan: “Ya Arhamar raahimiin (Wahai Tuhan Yang Maha Penyayang di antara para Penyayang).” Maka siapa yang mengucapkannya tiga kali, malaikat itu berkata kepadanya: Sesungguhnya Tuhan yang Maha Penyayang di antara para penyayang telah datang kepadamu, maka mintalah kepadaNya. (Hadits riwayat Al-Hakim dari Abi Umamah).

 

  1. Sesungguhnya bagi Allah Ta’ala apa yang diambil-Nya dan bagi-Nya apa yang diberikan-Nya dan segala sesuatu di sisiNya adalah dengan masa tertentu, maka suruhlah dia (putrinya) bersabar dan mengharap pahala. (Hadits riwayat ibnu Majah dari Usamah bin Zaid).

 

  1. Sesungguhnya Allah Ta’ala mempunyai wadah dari penduduk bumi dan wadah Tuhanmu adalah hati para hamba-Nya yang shaleh dan yang paling disukai-Nya ialah yang paling lunak dan paling halus. (Hadits riwayat Thabarani).

 

  1. Sesungguhnya air itu suci lagi menyucikan dan tidak dinajiskan oleh sesuatu. (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim dari Abi Said). :

 

  1. Sesungguhnya orang yang mukmin itu tidak najis. (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim dari Abi Hurairah).

 

  1. Sesungguhnya orang yang makan dan bersyukur mendapat pahala seperti orang yang puasa dan sabar. (Hadits riwayat Al-Hakim dari Abi Hurairah).

 

  1. Sesungguhnya setiap sesuatu mempunyai hakikat dan hamba tidak mencapai hakikat iman hingga ia mengetahui bahwa musibah yang menimpanya tidak akan luput darinya dan yang luput darinya tidak akan menimpanya. (Hadits riwayat Ahmad dari Abi Darda”).

 

  1. Sesungguhnya setiap nabi mempunyai doa yang telah diucapkannya mengenai umatnya dan dikabulkan baginya, sedangkan aku menyembunyikan doaku berupa syafa’at bagi umatku pada hari kiamat. (Hadits riwayat Syaikhain (Bukhari dan Muslim) dari Anas).

 

  1. Sesungguhnya kunci-kunci pembuka rezeki menghadap ke arah Arsy, kemudian Allah Ta’ala menurunkan rezeki kepada manusia sesuai dengan kadar nafkah mereka. Barangsiapa yang banyak nafkahnya, ia pun diberi rezeki yang banyak. Dan siapa yang sedikit nafkahnya, ia pun diberi rezeki sedikit. (Hadits riwayat Daraguthni dari Anas).

 

  1. Sesungguhnya di antara dosa-dosa ada yang tidak bisa dihapus oleh shalat, puasa, haji dan umrah, tetapi bisa dihapus oleh kesusahan dalam mencari penghidupan. (Hadits riwayat ibnu Asakir).

 

  1. Sesungguhnya termasuk tanda-tanda kiamat ialah ilmu diangkat, muncul kebodohan, zina tersebar, banyak khamar diminum, kaum lelaki habis dan tersisa kaum wanita hingga ada satu orang lelaki untuk lima puluh perempuan. (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim dari Anas).

 

  1. Sesungguhnya yang masuk surga adalah orang yang mengharapkannya dan yang dijauhkan dari api neraka ialah orang yang takut kepadanya dan sesungguhnya Allah Ta’ala menyayangi orang yang menyayangi sesamanya. (Hadits riwayat Baihagi dari ibnu Umar).

 

  1. Sesungguhnya orang yang memakai baju sutera di dunia adalah orang yang tidak mendapat bagian di akhirat. (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim dari ibnu Umar).

 

  1. Apabila terdapat kesialan pada sesuatu, maka kesialan itu adalah pada rumah, perempuan dan kuda. (Maksudnya bila terdapat hal-hal yang menimbulkan kesialan itu: pen.). (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim).

 

  1. Jika kalian ingin dicintai oleh Allah Ta’ala dan rasulNya, maka tunaikan amanat yang dipercayakan kepadamu dan berkatalah benar jika kamu berbicara dan bergaullah secara baik dengan tetanggamu. (Hadits riwayat Thabarani).

 

  1. Jika kalian sanggup memperbanyak istighfar, maka lakukanlah, Karena tiada sesuatu yang lebih berhasil di Sisi Allay Ta’ala dan lebih disukai-Nya daripada istighfar. (Hadits riwayat Al-Hakiim).

 

  1. Jika kalian mau, aku beritahukan kepada kalian apa perkataan pertama yang dikatakan Allah Ta’ala kepada kaum mukminin pada hari kiamat dan apa perkataan pertama yang mereka katakan kepadanya: Sesungguhnya Allah Ta’ala berkata kepada kaum mukminin: Apakah kalian suka berjumpa dengan-Ku? Mereka menjawab: Ya, wahai Tuhan kami. Maka Allah berkata: Mengapa?

 

Mereka menjawab: Kami mengharapkan maaf dan ampunan-Mu. Maka Allah berkata: Aku telah mewajibkan bagimu maaf dan ampunan-Ku. (Hadits riwayat Thabarani dari Mu’adz).

 

  1. Sesungguhnya pembicaraan yang paling baik adalah Kitabullah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad dan seburuk-buruk perkara adalah perkara yang diada-adakan dan sesungguhnya apa yang dijanjikan kepada kalian pasti akan datang dan kalian sekali-kali tidak akan sanggup menolaknya. (Hadits riwayat Bukhari).

 

  1. Sesungguhnya Allah Ta’ala mewajibkan berbuat baik terhadap segala sesuatu. Apabila kalian membunuh, maka bunuhlah dengan cara yang baik. Dan apabila kalian menyembelih, maka sembelihlah dengan cara yang baik dan hendaklah seseorang dari kamu menajamkan pisaunya dan menenangkan sembelihannya. (Hadits riwayat Muslim).

 

  1. Sesungguhnya termasuk dosa terbesar adalah bilamana orang lelaki melaknat kedua orang tuanya. Ada yang berkata: Ya rasulallah bagaimana orang lelaki melaknat kedua orang tuanya? Beliau menjawab: Orang itu memaki bapak orang lain, lalu ia memaki bapaknya dan memaki ibunya. (Hadits riwayat Bukhari).

 

  1. Sesungguhnya seburuk-buruk manusia kedudukannya di sisi Allah pada hari kiamat ialah siapa yang ditinggalkan orangorang untuk menghindari perkataannya yang keji. (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim dari Aisyah).

 

  1. Sesungguhnya Allah Ta’ala adalah yang memberi kesejahteraan. Maka apabila seseorang dari kamu duduk dalam shalat, hendaklah ia katakan: “Segala penghormatan dan shalat dan hal-hal yang baik itu untuk Allah. Salam (kesejahteraan) semoga selalu dilimpahkan kepadamu wahai nabi dan rahmat Allah serta barokah-Nya. Salam semoga selalu dilimpahkan kepada kami dan hamba-hamba Allah yang shaleh. Sesungguhnya apabila kalian mengucapkan perkataan itu, maka akan mengenai setiap hamba Allah yang shaleh di langit dan bumi. (Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan rasul-Nya). Kemudian ia boleh memilih permintaan apa saja yang diinginkannya. (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim dari ibnu Mas’ud).

 

  1. Sesungguhnya rahim mengeluh kepada Ar-Rahman. Maka Allah Ta’ala berkata: Siapa yang menyambungmu, Aku menyambungnya. Dan siapa yang memutusmu, Aku pun memutusnya. (Hadits riwayat Bukhari).

 

  1. Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Keduanya tidak mengalami gerhana, karena kematian seseorang maupun kehidupannya, tetapi Allah memperingatkan hamba-hamba-Nya dengan kedua tanda itu. Apabila kalian melihat itu, berdoalah kepada Allah, bertakbirlah dan shalatlah serta bersedekahlah hingga lenyap gerhana yang menimpa kalian. (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim dari Aisyah).

 

  1. Sesungguhnya kebenaran itu menuntun kepada kebajikan dan kebajikan menuntun ke surga. Ada orang yang selalu berkata benar hingga ditulis sebagai Shiddig di sisi Allah. Dan perkataan dusta menuntun kepada kefasikan, dan kefasikan menuntun ke neraka. Ada orang yang suka berdusta hingga ditulis di sisi Allah sebagai pendusta. (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim dari ibnu Mas’ud).

 

  1. Sesungguhnya ketaatan itu dalam perbuatan baik. (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim).

 

  1. Sesungguhnya para pedagang akan dibangkitkan pada hari kiamat sebagai orang-orang fasik, kecuali siapa yang takut kepada Allah dan berbuat kebajikan dan berkata benar. (Hadits riwayat Tirmidzi).

 

  1. Sesungguhnya sumpah itu membuat laris barang dagangan, tetapi menghilangkan keberkahan penghasilan. (Hadits riwayat Syaikhain (Bukhari dan Muslim)).

 

  1. Sesungguhnya termasuk kebaikan yang paling baik jalah bila seseorang menyambung hubungan dengan orang yang dicintai bapaknya setelah bapaknya meninggal. (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim dari Mughirah).

 

  1. Sesungguhnya dusta terhadapku bukan seperti dusta terhadap seseorang. Barangsiapa yang berdusta terhadapku dengan sengaja, biarlah ia menduduki tempatnya di neraka. (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim dari Mughirah).

 

  1. Sesungguhnya keindahan bahasa itu bisa mempesona akal dan sesungguhnya syair itu ada yang mengandung hikmah. (Hadits riwayat Bukhari).

 

  1. Sesungguhnya di antara hamba-hamba Allah ada yang andaikata dia bersumpah, niscaya Allah memenuhi sumpahnya. (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim).

 

  1. Sesungguhnya yang dipahami manusia dari perkataan kenabian pertama ialah: “Apabila engkau tidak merasa malu, lakukanlah apa saja yang engkau inginkan.” (Hadits riwayat Bukhari).

 

  1. Sesungguhnya api ini adalah musuh bagi kalian, maka apabila kalian tidur, padamkanlah api itu dari kalian. (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim dari Abi Musa).

 

  1. Sesungguhnya Allah Ta’ala dan rasul-Nya mengharamkan penjualan khamar, bangkai, babi dan patung. (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim).

 

  1. Sesungguhnya termasuk akhlak orang mukmin ialah kekuatan dalam agama dan ketegasan dalam kelembutan, iman dalam keyakinan, kemauan besar dalam ilmu, kasih sayang dalam cinta, kecerdasan dalam ilmu, tidak berlebihan dalam kekayaan, berhias dalam kemiskinan, menahan diri dari ketamakan, mencari penghasilan yang halal, berbuat kebajikan dalam istigamah, giat dalam kebenaran, mencegah diri dari hawa nafsu, menyayangi orang lemah. Sesungguhnya orang mukmin di antara hamba-hamba Allah tidak menzalimi orang yang membencinya dan tidak berbuat dosa terhadap orang yang mencintainya dan tidak menyia-nyiakan apa yang dititipkan padanya, tidak mendengki, tidak suka mencela dan tidak suka melaknat, mengakui kebenaran, meskipun tidak ada yang menyaksikannya dan tidak saling memanggil dengan julukan yang buruk, khusyu’ dalam shalat, cepat memunaikan zakat, tenang dalam kesulitan, bersyukur dalam kesejahteraan. Ia merasa puas dengan apa yang dimilikinya, tidak mengaku apa yang tidak ada padanya, tidak berlebihan ketika marah, sifat kikir tidak bisa mengalahkannya untuk berbuat kebaikan yang diinginkannya. Ia bergaul dengan orang banyak supaya dia tahu, ia berbicara dengan mereka supaya paham dan jika dizalimi dan dianiaya, ia pun bersabar hingga Ar-Rahman (Tuhan yang Maha Pengasih) menjadi pembelanya. (Hadits riwayat Al-Hakiim dari Al-Jundub).

 

  1. Sesungguhnya bagi Allah Ta’ala apa yang diambil-Nya dan bagi-Nya apa yang diberikan-Nya dan segala sesuatu di sisiNya dengan masa tertentu. (Hadits riwayat Syaikhain (Bukhari dan Muslim) dari Usamah bin Zaid).

 

  1. Sesungguhnya Allah Ta’ala menugaskan seorang malaikat kepada rahim. Malaikat itu berkata: Wahai Tuhanku, masih berupa air mani, wahai Tuhanku sudah menjadi segumpal darah, wahai Tuhanku sudah menjadi segumpal daging.

 

Apabila Allah Ta’ala hendak menetapkan nasib makhluk-Nya, malaikat berkata: Wahai Tuhanku, sengsara atau bahagia? Laki-laki atau perempuan? Apa rezekinya? Berapa umurnya? Kemudian ia menulis seperti itu dalam perut ibunya. (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim dari Anas).

 

  1. Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu dengan mengangkatnya sekaligus dari para hamba, tetapi Dia mencabut ilmu dengan mematikan para ulama hingga ketika tidak tersisa orang alim, orang-orang mengangkat pemimpin-pemimpin yang bodoh. Maka para pemimpin itu ditanya dan memberi fatwa tanpa ilmu sehingga mereka tersesat dan menyesatkan. (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim dari ibnu Umar).

 

  1. Sesungguhnya Allah menyukai bersin dan tidak menyukai menguap (ketika mengantuk). Maka apabila seseorang dari kamu bersin dan memuji Allah, wajiblah atas setiap muslim yang mendengarnya untuk mengatakan kepadanya: “Yarhamukallahu (Semoga Allah merahmatimu).” Adapun menguap, sesungguhnya itu berasal dari syaitan. Apabila seseorang dari kamu menguap, hendaklah ia menolaknya sedapat mungkin, karena apabila seseorang dari kamu menguap, syaitan menertawakannya. (Hadits riwayat Bukhari).

 

  1. Aku adalah pemimpin anak Adam pada hari kiamat dan tidak ada kebanggaan. Di tanganku terdapat liwa’ul hamdi (panji pujian) dan tidak ada kebanggaan. Tidak ada seorang nabi pun pada hari itu, baik Adam maupun lainnya, melainkan berada di bawah panjiku. Aku adalah manusia pertama yang keluar dari bumi dan tidak ada kebanggaan. Aku adalah yang pertama memberi syafa’at dan yang pertama diterima syafa’atnya dan tidak ada kebanggaan. (Hadits riwayat Ahmad dari Abi Said Al-Khudri).

 

  1. Sesungguhnya harapan itu adalah rahmat dari Allah bagi umatku. Kalau tidak ada harapan, seorang ibu tidak menyusui anak dan penanam tidak menanam pohon. (Hadits riwayat Ad-Dailami dan lainnya).

 

  1. Hanya orang yang memiliki keutamaan yang mengetahui keutamaan untuk orang yang patut memiliki aan. keutam (Hadits riwayat Ad-Dailami).

 

  1. Menunggu kebebasan dari Allah adalah ibadah dan siapa yang ridha dengan rezeki yang sedikit, Allah Ta’ala ridha kepadanya dengan amal yang sedikit. (Hadits riwayat ibnu Abi Dunya).

 

  1. Lihatlah kepada orang yang keadaannya di bawahmu dan jangan melihat kepada orang yang di atasmu, maka lebih patut bagimu untuk tidak meremehkan nikmat Allah atasmu.(Hadits riwayat ibnu Majah).

 

  1. Tolonglah saudaramu dalam keadaan zalim atau dizalimi. Ada yang berkata: Bagaimana aku menolongnya sebagai orang zalim? Nabi SAW menjawab: Engkau cegah dia dan menjauhkannya dari kezaliman, karena sesungguhnya itulah cara menolongnya. (Hadits riwayat Bukhari).

 

  1. Penghuni surga ialah orang yang dipenuhi oleh Allah Ta’ala kedua telinganya dari pujian orang banyak kepadanya dan ia mendengar, sedangkan penghuni neraka ialah orang yang dipenuhi Allah Ta’ala kedua telinganya dengan celaan orang kepadanya dan ja mendengar. (Hadits riwayat ibnu Majah dari ibnu Abbas).

 

  1. Yang pertama diadili di antara umat manusia pada hari kiamat adalah mengenai pertumpahan darah. (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim).

 

  1. Allah Ta’ala mewahyukan kepada Ibrahim: Hai kekasih-Ku, berbuatlah baik, walaupun terhadap orang-orang kafir, maka engkau masuk dalam golongan orang-orang yang shaleh, karena Aku telah menetapkan bagi siapa yang baik akhlaknya untuk menaunginya dalam naungan Arsy-Ku dan menempatkannya di tempat gudus-Ku (surga) dan mendekatkannya dari sisi-Ku. (Hadits riwayat Al-Hakiim dari Abi Hurairah).

 

  1. Allah Ta’ala mewahyukan kepada Dawud: Katakanlah kepada orang-orang yang zalim agar mereka tidak menyebut-Ku, karena Aku menyebut orang yang menyebut-Ku dan sebutan-Ku terhadap mereka ialah Aku laknat mereka. (Hadits riwayat ibnu Asakir dari ibnu Abbas).

 

  1. Masjid pertama yang pertama dibangun di bumi ialah Al-Masjidil Haram, kemudian Al-Masjidil Aqsha. (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim dari Abi Dzarr).

 

  1. Aku berwasiat kepada kalian agar bertakwa kepada Allah Ta’ala dan mendengar dan taat, walaupun terhadap budak Habasyah. Sesungguhnya siapa di antara kalian yang hidup sesudah aku tidak ada, dia akan melihat perselisihan yang banyak. Maka hendaklah kalian menjalankan sunnahku dan sunnah para khalifah yang bijaksana dan menjalankan kebenaran, berpeganglah kalian padanya dan gigitlah (pertahankanlah) dia dengan kuat. Hendaklah kalian jauhi hal-hal yang baru, karena setiap perkara yang baru adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah kesesatan dan setiap kesesatan tempatnya di neraka. (Hadits riwayat Abu Dawud dan Tirmidzi).

 

  1. Allah Ta’ala mewahyukan kepada Dawud: Tidaklah seorang hamba mengandalkan Aku selain makhluk-Ku dan Aku ketahui hal itu dari niatnya, lalu ia mendapat kesulitan dari langit dan penghuninya, melainkan Aku berikan kepadanya dari antara kesulitan itu jalan keluar.

 

Dan tidaklah seorang hamba mengandalkan makhluk-ku selain Aku dan Aku ketahui hal itu dari niatnya, melainkan Aku putuskan sebab-sebab langit dari depannya dan Aku kokohkan kejatuhannya dari bawah kedua telapak kakinya. Dan tidaklah seorang hamba menaati-Ku, melainkan Aku memberinya sebelum ia meminta kepada-Ku, dan Aku ampuni dia sebelum ia meminta ampun kepada-Ku. (Hadits riwayat ibnu Asakir).

 

  1. Kelompok pertama yang masuk surga adalah dalam bentuk seperti bulan di malam purnama dan kelompok yang sesudah mereka seperti bintang yang paling terang cahayanya di langit. Hati mereka adalah hati satu orang (yakni sama), tidak ada perbedaan di antara mereka, tidak ada saling membenci dan tidak ada saling mendengki. (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim dari Abi Hurairah).

 

  1. Maukah aku beritahukan kepada kalian amal yang lebih baik daripada derajat puasa (sunnah), shalat (sunnah) dan sodagoh (sunnah)? Para sahabat menjawab: Ya. Nabi SAW berkata: Memperbaiki hubungan di antara sesama, karena kerusakan hubungan di antara sesama bisa membinasakan. (Hadits riwayat Al-Mundziri).

 

  1. Maukah aku ceritakan kepada kalian amal-amal yang memasukkan kalian ke dalam surga? Menyerang (berjihad) dengan pedang, menghormati tamu, memperhatikan waktu-waktu shalat, menyempurnakan wudhu di malam yang dingin dan memberikan makanan yang disukainya. (Hadits riwayat ibnu Asakir).

 

  1. Maukah aku beritahukan kepada kalian ibadah yang paling mudah dan paling ringan pada badan? Yaitu diam dan akhlak yang baik. (Hadits riwayat ibnu Abi Dunya dari Shafwan bin Sulaim).

 

  1. Maukah aku beritahukan kepada kalian sesuatu yang apabila ada orang di antara kalian ditimpa bencana atau cobaan dari urusan dunia, lalu ia berdoa dengannya, ia pun terbebas darinya? Yaitu doa Dzinnun (nabi Yunus): Laa ilaha illa anta subhanaka innii kuntu min adh-dhaalimiin (Tiada Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim). (Hadits riwayat Al-Hakiim).

 

  1. Maukah aku tunjukkan kepada kalian orang yang paling kuat di antara kalian? Yaitu orang yang mampu mengendalikan dirinya ketika marah. (Hadits riwayat Thabarani dari Anas).

 

  1. Maukah aku bacakan rugyah untukmu yang dibacakan Jibril untukku? Engkau baca: “Dengan nama Allah aku bacakan rugyah untukmu dan semoga Allah menyembuhkanmu dari setiap penyakit yang menimpamu, dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dengki.” Engkau bacakan ruqyah dengannya tiga kali. (Hadits riwayat Al-Hakiim).

 

  1. Maukah aku beritahukan kepadamu perkataan yang apabila engkau mengucapkannya, maka Allah Ta’ala menghilangkan kesusahanmu, dan melunaskan hutangmu? Katakanlah apabila engkau memasuki waktu pagi dan memasuki waktu sore: “Ya Allah, aku berlindung dengan-Mu dari kesusahan dan kesedihan, aku berlindung dengan-Mu dari ketidakmampuan dan kemalasan, aku berlindung dengan-Mu dari sifat penakut dan kikir, dan aku berlindung dengan-Mu dari kesulitan membayar hutang dan penindasan orang-orang.” (Hadits riwayat Abu Dawud).

 

  1. Tidakkah kalian mendengar: Sesungguhnya Allah tidak menyiksa seseorang karena mengeluarkan air mata maupun kerena kesedihan hati, tetapi Dia menyiksa karena ini (dan beliau menunjuk kepada lidahnya) atau mengasihinya. Sesungguhnya mayit disiksa disebabkan tangisan (ratapan) keluarganya atas dirinya (bila ia berwasiat untuk itu). (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim dari ibnu Umar).

 

  1. Maukah aku beritahukan kepadamu kalimat-kalimat, barangsiapa yang Allah menghendaki kebaikan baginya, Dia ajarkan kalimat-kalimat itu kepadanya, kemudian Allah tidak membuat dia melupakannya untuk selamanya? Katakanlah: “Ya Allah, sesungguhnya aku lemah, maka kuatkan kelemahanku dalam keridhaan-Mu dan tuntunlah aku kepada kebaikan, dan jadikan Islam puncak keridhaanku. Ya Allah, sesungguhnya aku lemah, maka kuatkanlah aku. Aku seorang yang hina, maka muliakanlah aku dan aku seorang yang miskin, maka berilah aku rezeki. Cukupilah aku dengan halal-Mu dan jauhkan aku dari haram-Mu, dan cukupilah aku dengan karunia-Mu tanpa mengharapkan selain Engkau. (Hadits riwayat Al-Hakim).

 

  1. Maukah aku beritahukan kepada kalian dosa besar yang terbesar? Yaitu menyekutukan Allah, durhaka kepada kedua orang tua dan perkataan (kesaksian) dusta. (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim dari Abi Bakrah).

 

  1. Jauhkan dirimu dari ghibah (menggunjingkan orang), karena ghibah lebih berat daripada zina. Boleh jadi orang lelaki berzina dan bertaubat, lalu Allah menerima taubatnya, sedangkan pelaku ghibah tidak diampuni oleh Allah Ta’ala hingga orang yang digunjingkannya memaafkannya. (Hadits riwayat Abu Syeikh dari Jabir).

 

  1. Jauhkan dirimu dari dusta, karena dusta menjauhkan dari iman. (Hadits riwayat Ahmad).

 

  1. Jauhkan dirimu dari zina, karena di dalamnya terdapat empat perkara: yaitu menghilangkan keindahan dari wajah, memutus rezeki, membuat marah Ar-Rahman (Tuhan yang Maha Pengasih) dan menyebabkan kekal dalam neraka.! (Hadits riwayat Thabarani dari ibnu Abbas).

 

  1. Jauhkan dirimu dari kesombongan, kesombongan menyebabkan iblis tidak mau sujud kepada Adam. Jauhkan dirimu dari ketamakan, karena sifat tamak menyebabkan Adam makan dari pohon (yang dilarang). Jauhkan dirimu dari sifat dengki, karena kedua anak Adam, salah satunya membunuh saudaranya karena dengki. Maka semua sifat itu adalah asal dari setiap dosa. (Hadits riwayat ibnu Asakir dari ibnu Mas’ud).

 

  1. Jauhkan dirimu dari berlebihan dalam mengamalkan agama, karena Allah menjadikannya mudah. Maka ambillah darinya mana yang kamu mampu. Sesungguhnya Allah Ta’ala menyukai amal baik yang terus dikerjakan, meskipun sedikit. (Hadits riwayat Abul Oasim).

 

  1. Perempuan mana yang mati sedangkan suaminya ridha kepadanya, maka ia pun masuk surga. (Hadits riwayat Tirmidzi).

 

  1. Perempuan mana yang menambah rambut di kepalanya yang bukan berasal darinya, maka itu adalah kepalsuan yang ia tambahkan padanya. (Hadits riwayat Nasa’iy).

 

  1. Orang muslim mana yang memberi pakaian kepada seorang muslim yang telanjang, Allah Ta’ala memberinya pakaian dari baju hijau di surga. Orang muslim mana yang memberi makan kepada orang miskin yang lapar, Allah memberinya makan dari buah-buahan surga. Orang muslim mana yang memberi minum kepada orang muslim yang haus, Allah Ta’ala memberinya minum pada hari kiamat dari khamar surga yang diberi segel. (Hadits riwayat Muslim dari Abi Said).

 

  1. Perempuan mana mempunyai tiga anak yang telah meninggal, anak-anak itu menjadi tabir baginya dari api neraka. (Hadits riwayat Bukhari dari Abi Said).

 

  1. Perempuan mana yang keluar dari rumahnya tanpa izin suaminya, ia pun dalam murka Allah Ta’ala sampai ia kembali ke rumahnya atau diridhai oleh suaminya. (Hadits riwayat Al-Khathib).

 

  1. Hamba mana yang menjenguk saudaranya dalam agama Allah, ia pun diseru: “Sejahteralah kamu dan baiklah surga bagimu” dan Allah azza wa jalla berkata: Hamba-Ku mengunjungi Aku dan Aku menyediakan jamuannya, dan Aku tidak ridha jamuan bagi hamba-Ku selain surga. (Hadits riwayat ibnu Abi Dunya dari Anas).

 

  1. Orang mana yang diberi ilmu oleh Allah tetapi ia menyembunyikannya, maka Allah membungkam mulutnya pada hari kiamat dengan pembungkam dari api. (Hadits riwayat Thabarani).

 

  1. Arwah adalah pasukan yang berkumpul, mana yang saling mengenal akan bersatu dan mana yang saling mengingkari akan berselisih. (Hadits riwayat Bukhari dari Aisyah).

 

  1. Berhemat dalam mengeluarkan nafkah adalah separuh penghidupan, mencari simpati orang banyak adalah separuh akal dan bertanya dengan baik adalah separuh ilmu. (Hadits riwayat Thabarani dari ibnu Umar).

 

  1. Keamanan dan kesehatan adalah dua nikmat yang kurang dimanfaatkan oleh banyak manusia. (Hadits riwayat Thabarani dari ibnu Abbas).

 

  1. Iman ialah engkau beriman kepada Allah dan para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir (kiamat), dan engkau beriman kepada takdir yang baik dan yang buruk. (Hadits riwayat Muslim dari Umar).

 

  1. Jauhkan dirimu dari hutang, karena ia menimbulkan kesusahan di malam hari dan kehinaan di siang hari. (Hadits riwayat Baihagi).

 

  1. Hai orang-orang, pelankan suaramu. Sesungguhnya kalian tidak memanggil Tuhan yang tuli dan gaib, sesungguhnya kalian memanggil Tuhan yang Maha Mendengar dan Maha Dekat dan Dia selalu bersama kalian (Nabi SAW mengucapkannya dalam perjalanan dan mereka bertakbir dengan suara keras). (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim dari Abi Musa).

 

  1. Janganlah kamu kencing di tanah kuburan, karena perbuatan itu menyebabkan penyakit belang. (Hadits riwayat Ad-Dailami).

 

  1. Iman ialah mengetahui dengan hati, mengucapkan dengan lisan dan beramal dengan anggota tubuh. (Hadits riwayat Thabarani).

 

  1. Jauhkan dirimu dari sangkaan, karena sangkaan adalah pembicaraan yang paling dusta, dan jangan memata-matai dan jangan suka menyelidiki, jangan saling bersaing, jangan saling mendengki, jangan saling membenci dan jangan saling menjauhi dan jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara. (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim dari Abi Hurairah).

 

  1. Jauhkan dirimu dari sesuatu yang harus dimintakan maaf darinya. (Hadits riwayat Ad-Dailami).

 

  1. Jauhkan dirimu dari sifat tamak (serakah), karena ia adalah kemiskinan yang hadir. (Hadits riwayat Thabarani).

 

  1. Iman itu ada enam puluh cabang lebih beberapa cabang, sedangkan rasa malu adalah cabang dari iman. (Hadits riwayat Bukhari).

 

  1. Sifat malu tidak mendatangkan selain kebaikan. (Hadits riwayat Muslim).

 

  1. Hai orang-orang semuanya, sesungguhnya kalian membuat orang lari. Barangsiapa mengimami shalat orang banyak, hendaklah ia meringankannya, karena di antara mereka ada yang sakit, ada yang lemah, ada orang tua dan ada orang yang mempunyai keperluan. (Hadits riwayat Bukhari).

 

  1. Tahukah kalian siapa orang-orang yang lebih dulu mendatangi naungan Allah azza wa jalla? Mereka adalah orangorang yang apabila diberi kebenaran, mereka menerimanya dan apabila dimintai hak mereka memberinya dan mereka memutuskan hukum bagi semua orang seperti keputusan mereka untuk diri mereka sendiri. (Hadits riwayat Ahmad).

 

  1. Takutlah kepada firasat orang mukmin, karena ia melihat dengan cahaya Allah. (Hadits riwayat Tirmidzi).

 

  1. Tolaklah hukuman dengan alasan-alasan yang syubhat (meragukan). (Hadits riwayat Abu Hanifah).

 

  1. Jauhkan dirimu dari kekenyangan dalam makanan dan minuman, karena kekenyangan itu menimbulkan kerusakan pada tubuh, menimbulkan penyakit dan menyebabkan orang malas untuk shalat. Hendaklah kalian makan dan minum yang sedang, karena hal itu lebih baik untuk tubuh dan lebih jauh dari berlebihan. (Hadits riwayat Bukbari).

 

  1. Hai orang-orang semuanya, janganlah kalian mengharap perjumpaan dengan musuh dan mohonlah keselamatan kepada Allah. Apabila kalian berjumpa dengan mereka, maka sabarlah. Ketahuilah bahwa surga itu berada di bawah naungan pedang. Ya Allah yang menurunkan Al-Kitab (Al-Qur’an) dan menjalankan awan dan sanggup mengalahkan musuh-musuh, kalahkan mereka dan tolonglah kami terhadap mereka. (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim dari Abdullah bin Abi Aufa).

 

  1. Jauhkan dirimu dari duduk di jalan-jalan. Para sahabat berkata: Kami tidak mempunyai tempat selain itu. Sesungguhnya itu adalah tempat kami duduk dan berbincang-bincang. Apabila kalian tetap duduk di jalan, maka berilah jalan itu haknya. Para sahabat berkata: Apakah hak jalan itu? Nabi SAW menjawab: Menjaga pandangan, tidak mengganggu orang lain, menjawab salam, menyuruh berbuat kebaikan dan melarang berbuat kemungkaran. (Hadits riwayat Bukhari).

 

  1. Air laut itu suci lagi menyucikan dan halal bangkainya. (Muttafaq alaihi).

 

  1. Sumpah itu bergantung pada niat orang yang minta bersumpah. (Hadits riwayat Muslim).

 

  1. Sesungguhnya amal-amal itu harus dengan niat dan setiap manusia mendapat balasan sesuai niatnya. Barangsiapa hijrahnya diniatkan kepada Allah dan rasul-Nya, maka hijrahnya berlaku kepada Allah dan rasul-Nya. Dan siapa hijrahnya diniatkan kepada dunia yang ingin didapatkannya atau seorang perempuan yang hendak dinikahinya, maka hijrahnya berlaku kepada apa yang menjadi tujuan hijrahnya. (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim dari Umar ibnul Khatthab).

 

  1. Islam ialah engkau sembah Allah dan tidak menyekutukan sesuatu apapun dengan-Nya, engkau dirikan shalat, engkau tunaikan zakat yang wajib, engkau puasa di bulan Ramadhan dan pergi haji ke Baitullah. (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim).

 

  1. Iman ialah engkau beriman kepada Allah dan para malaikat-Nya, kitab-Nya, perjumpaan dengan-Nya, rasul-rasul-Nya dan engkau beriman kepada kebangkitan terakhir. (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim dari Abi Hurairah).

 

  1. Iman itu ada tujuh puluh cabang lebih beberapa cabang dan rasa malu itu cabang dari iman. (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim dari Abi Hurairah).

 

 

 

Immim pangkep

Tulisan Lainnya

Teks dan Terjemah 'Usfuriyah (3)
Oleh : Immim pangkep

Teks dan Terjemah ‘Usfuriyah (3)

Motivasi Menulis
Oleh : Immim pangkep

Motivasi Menulis

Teks dan Terjemah 'Usfuriyah (2)
Oleh : Immim pangkep

Teks dan Terjemah ‘Usfuriyah (2)

0 Komentar

KELUAR