
BLOGGURU – Berikut ini terjemah dari Kitab Dasar Akhlaq yang diperuntukkan bagi Perempuan (Remaja Putri pada khususnya), yang diajarkan kitabnya pada banyak Pondok Pesantren atau Madrasah setingkat Ibtidaiyah dan Tsanawiyah.
1. Dengan Apa Seorang Perempuan Berakhlaq?
Seorang anak perempuan sudah seharusnya memiliki akhlak yang baik dimulai dari masa kecilnya agar ia dapat hidup sebagai orang yang dicintai di masa remajanya, yaitu: diridhai Tuhannya, dicintai keluarganya, dan dicintai seluruh umat manusia sehingga ia dapat memperoleh ketenangan di dalam kehidupannya.
Seorang perempuan juga harus menjauhi segala akhlak yang tidak baik, agar ia tidak menjadi perempuan yang dibenci oleh Tuhannya, tidak dicintai keluarganya dan tidak dicintai oleh seluruh umat manusia sehingga ia sengsara di dalam kehidupannya.
2. Perempuan yang Beradab
Perempuan yang beradab adalah perempuan yang mampu menyayangi kedua orang tuanya, guru-gurunya, seluruh ikhwannya, seluruh akhwatnya, dan juga menyayangi setiap orang yang lebih tua darinya. Perempuan yang beradab adalah perempuan yang juga mampu menyayangi seluruh ikhwan dan akhwat juniornya serta menyayangi setiap orang yang lebih muda darinya.
Perempuan yang beradab adalah perempuan yang jujur di setiap perkataannya, selalu tawadhu (merendahkan diri) dihadapan orang lain, tidak membangga-banggakan diri, sabar terhadap segala penderitaan, tidak suka dengan sifat pemarah dan mengeluh, tidak memutus tali persaudaraan dengan saudara-saudara perempuan yang lain, tidak saling mendebat atau bermusuhan dengan mereka, malu untuk melakukan perbuatan keji walaupun ia dalam keadaan sendirian karena ia hanya takut kepada Tuhannya, selalu mendengarkan nasihat-nasihat kedua orang tuanya dan seluruh guru-gurunya, selalu bertata karma di setiap keadaan: ketika makan, berjalan, berbicara atau ketika tidur.
3. Anak Perempuan yang Lancang
Perempuan yang lancing adalah perempuan yang tidak memiliki tata krama dengan kedua orang tuanya, guru-gurunya, dan tidak menyayangi seseorang yang lebih tua darinya, tidak menyayangi seseorang yang lebih muda darinya, berbohong ketika berbicara, meninggikan suaranya ketika tertawa, suka mencaci maki, berbicara kotor, suka berdebat atau bertengkar, ingkar janji, mencemooh orang lain, bangga dengan diri sendiri, menghasud sesame perempuan, suka memfitnah, tidak malu untuk melakukan perbuatan keji, dan tidak mau mendengarkan nasihat.
4. Seorang Perempuan Harus Beradab Sejak Masa Kecilnya
Fathimah adalah anak perempuan kecil, akan tetapi ia memiliki adab atau sopan-santun. Karena hal inilah ia dicintai ayah dan ibunya. Fathimah juga anak yang cerdas: suka bertanya tentang sesuatu yang tidak diketahui olehnya.
Pada suatu hari, Fathimah bertamasya dengan ibunya di kebun. Kemudian ia melihat pohon bunga mawar yang sangat indah akan tetapi pohon bunga mawar tersebut bengkok. Fathimahpun berkata: Betapa indahnya pohon ini! Akan tetapi, mengapa ia bengkok wahai ibuku? Sang ibupun menjawab: hal tersebut karena seorang petani tidak memperhatikan ketegakannya sejak masih kecil, sehingga jadilah pohon bunga mawae tersebut bengkok. Kemudian fathimah berkata: alngkah baiknya jika kita menegakkannya sekarang, akan tetapi sang ibu justru tersenyum seraya berkata kepadanya: hal tersebut tidak berpengaruh wahai anakku, karena pohon bunga mawar tersebut sudah besar dan batangnya pun sudah keras.
Begitu juga dengan seorang anak perempuan yang tidak memiliki adab sejak masa kecilnya, maka tidak mungkin untuk beradab di masa remajanya.
5. Nikmat-nikmat Allah SWT
Wahai engkau perempuan yang mulia: dulu engkau belum ada di dunia ini, kemudian Tuhanmu menciptakanmu dan mempercantik wujudmu dengan memberikanmu dua pasang mata yang engkau gunakan untuk melihat segala sesuatu, memberikanmu dua pasang telinga yang engkau gunakan untuk mendengarkan berbagai suara, memberikanmu lisan yang engkau gunakan untuk berbicara, memberikanmu dua pasang tangan yang engkau gunakan di setiap kesibukanmu, memberikan dua pasang kaki yang engkau gunakan untuk berjalan mencari sesuatu yang bermanfaat untukmu dan sekaligus engkau gunakan untuk berjalan menjauhi segala sesuatu yang membahayakanmu.
Allah ta’ala berfirman:
Artinya:
Dialah Allah yang telah mengeluarkan kalian dari dalam rahim ibu-ibu kalian, kalian tidak tahu segala sesuatu, dan Allah menjadikan untuk kalian pendengaran, penglihatan dan hati agar kalian bersyukur.
Kemudian Tuhanmu tidak menciptakanmu seperti hewan yang tidak berakal, akan tetapi justru Tuhanmulah yang memberikanmu akal yang digunakan untuk membedakan antara yang baik dan buruk, antara yang bagus dan jelek, dan Dialah Tuhanmu yang telah menyelipkan belas kasih dan sayang di dalam hati ayah dan ibumu, sehingga mereka berdua mendidikmu dengan pendidikan yang baik. Dialah Tuhan yang telah memberikanmu segala nikmat seperti: nikmat sehat dan afiyat, nikmat makan dan minum, serta nikmat tidur dan istirahat.
6. Apa Kewajibanmu pada Tuhanmu?
Engkau telah mengetahui bagaimana Allah telah menganugerahkanmu dengan nikmat-nikmatnya yang besar, maka dari itu engkau wajib mensyukuri nikmat-nikmat tersebut, yaitu dengan menyembah dan mengagungkanNya, memenuhi segala sesuatu yang telah diperintahkan kepadamu, meninggalkan segala sesuatu yang telah dilarangkan kepadamu, mencintaiNya lebih besar dibandingkan kecintaanmu kepada ayah dan ibumu, dan mencintaiNya lebih besar dibandingkan kecintaanmu kepada dirimu sendiri, meminta segala sesuatu yang baik kepadaNya, berdoa selalu agar diberikan petunjuk ke jalan kebaikan dan keselamatan, serta berdoa agar menjadikanmu bagian dari perempuan-perempuan yang baik, berbahagia di dunia dan di akhirat.
Jika engkau bersyukur kepada Tuhanmu, memenuhi segala perintahnya, maka Allah SWT akan mencintaimu dan menjadikan seluruh umat manusia mencintaimu, menjagamu dari segala bala dan penderitaan, serta memberikanmu segala sesuatu yang engkau inginkan dan menambahkan kenikmatan-kenikmatanNya kepadamu, sebagaimana yang telah Allah firmankan di dalam Al –Qur’an:
Artinya:
Jika kalian bersyukur, maka aku akan menambahkan nikmat-nikmatku kepada kalian.
Engkau juga harus mencintai para malaikat, rasul dan nabiNya serta mencintai hamba-hambaNya yang shalih, karena Allah SWT mencintai mereka.
(Bersambung …. )