
Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)
BLOGGURU – Di antara materi nahwu dasar patut untuk diberikan perhatian adalah Nadhom ad-Durrah al-Yatiimah yang ada di hadapan kita sekarang ini. Boleh dibilang Nadhom ini merupakan Ajurumiyyah versi madzhab Bashrah. Seringkali kitab ini dibandingkan dengan Ajurumiyyah karena kesamaan keringkasan materi pada keduanya. Meskipun begitu, tetap terdapat beberapa perbedaan corak bahasa antara keduanya. Kita tahu bahwa Ajurumiyyah lebih condong pada asas madzhab Kufah sedangkan al-Yatiimah ini lebih condong kepada madzhab Bashrah.
Nadhom ad-Durroh al-Yatiimah ini ini termasuk materi yang jarang dibahas padahal di dalamnya sarat akan ilmu dan hikmah. Untuk mempemudah para pembelajar untuk mengenal nadhom tersebut dan juga memahami kaidah dasar nahwu, penyusun membuat terjemah dan juga syarah ringkasnya.
Terjemah ad-Durroh al-Yatiimah
Artinya:
Dengan Menyebut Nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
Muqaddimah
Artinya:
Kiyai nadim pertama kali mengarang kitab memuji kepada Alloh yaitu dzat yang memberi kemulyaan kepadanya dengan lantaran nabi yang terpilih yaitu Nabi Muhammad Saw.
Artinya:
Kemudian sholawat serta salam Alloh semoga tetap diberikan kepada nabi yang lebih fasih-fasihnya mahluq Alloh dan keluarga beliau.
Artinya:
Wahai orang yang mengharap atas terbukanya jalannya mencari ilmu dan orang yang menghendaki mudah jalan memahami ilmu , cintalah engkau pada ilmu nahwu (gramatika ‘arob ) niscaya engkau akan menemukan pengertian yang dapat membuka arti-arti yang sukar dan masih samara.
Artinya:
Dan bila engkau mempelajari ilmu nahwu, pelajarilah kitab durrotul yatimah (mutiara yang berharga)kami menghrap untuk diterimanya pahala bagi kitab ini.
(* Muhammad Farid Wajdi, Pembelajar Nahwu-Shorof/Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep, Sulsel.
ok