Selasa, 06 Okt 2026
  • Pondok Pesantren Putri IMMIM Pangkep, Pesantren yang khusus menerima santri putri ini, kampusnya berada di bilangan jalan poros Kecamatan Minasatene Kabupaten Pangkep

Kitab Akhlaq lil Banat – Djuz 1 (3)

Kitab Akhlaq lil Banat – Djuz 1 (3)

BLOGGURU – Berikut ini terjemah dari Kitab Dasar Akhlaq yang diperuntukkan bagi Perempuan (Remaja Putri pada khususnya), yang diajarkan kitabnya pada banyak Pondok Pesantren atau Madrasah setingkat Ibtidaiyah dan Tsanawiyah.

15. Kecintaan Anak Perempuan kepada Ibunya 

Shofiyah berkata kepada kedua saudara perempuannya: hari ini kita akan bermain dengan lebih tenang dan damai dibanding dengan hari biasanya karena ibu kita sedang sakit. Merekapun pergi ke halaman rumah: mereka bermain di sana tanpa meninggikan suara mereka. Dan ketika ayah mereka datang dari sebuah toko, ia melihat mereka dengan kondisi seperti ini: sang ayahpun merasa lebih bahagia karena mereka.

Adapun saudara mereka – Saniyyah – pergi ke apotik untuk membeli botol obat. Kemudia ia membawanya kepada ibunya seraya berkata: Silahkan wahai ibuku, minumlah obat ini agar rasa sakitmu cepat hilang. Sang ibupun duduk di atas kasurnya seraya berkata: sesungguhnya muamalah kalian yang baik dan penuh dengan kecintaan dan kejujuran kepada ibu kalian merupakan salah satu obat paling baik bagiku. Oleh karena itu – insya Allah – saya (ibu) akan sehat dalam waktu dekat.

16. Ayahmu yang Penyayang 

Ketahuilah wahai anak perempuan: bahwa ayahmu sama halnya juga seperti ibumu, ia keluar dari rumah setiap waktu dengan penuh kesabaran merasa lelah, panas, dan dingin. Untuk apakah semua itu? Tidak lain hanya untuk mencari nafkah untuk diberikan kepadamu, ibumu, saudara-saudara laki-lakimu, dan saudara-saudara perempuanmu. Kemudian sang ayah telah membelikanmu sebuah pakaian dan makanan serta segala sesuatu yang engkau butuhkan. Apabila engkau meminta sesuatu yang yang memiliki manfaat untuk dirimu, maka ia tidak pernah melarangmu, bahkan ia rela memberikan apa yang engkau inginkan dan iapun merasa bahagia.

Ayahmu berharap agar engkau hidup selamat dari segala marah bahaya dan penyakit. Oleh karena itu, ia selalu melarangmu terhadap sesuatu yang dapat membahayakanmu dan menyuruhmu untuk menjaga kesehatanmu agar engkau tidak jatuh sakit. Apabila engkau jatuh sakit, maka iapun merasa sedih kepadamu bahkan sampai memanggilkan dokter untukmu dan ia membelikanmu obat-obatan dan ia tidak peduli dengan kerugian demi kesehatanmu yang sangat mahal.

Ayahmu selalu memikirkan setiap waktu terhadap pendidikanmu. Oleh karena itu, ia memasukkanmu ke sekolah dan membelikanmu beberapa buku serta peralatan belajar agar engkau belajar dan akhlakmu terdidik serta agar di masa yang akan datang, engkau dapat menjadi perempuan yang sempurna dalam akhlak dan tata kramanya, bermanfaat bagi dirinya sendiri maupun bagi kaumnya.

17. Kasih Sayang Ayah 

Dulu ada seorang ayah yang memiliki seorang anak perempuan yang sangat ia cintai karena sang anak selalu melaksanakan segala nasihat-nasihatnya. Pada suatu hari, sang anak perempuan menyelisihi nasihat sayahnya. Sang anak suka mencampur-campur ketika makan, bahkan ia makan dengan tanpa aturan. Kemudian sang ayah memperingatkannya tentang hal tersebut. Akan tetapi sang anak justru tidak mendengarkan perkataan sang ayah hingga tibalah ia ditimpa sakit pinggang. Sang ayahpun akhirnya memanggilkan seorang dokter untuknya. Setelah dokter selesai memeriksa sakit yang diderita sang anak, sang dokter menuliskan nama-nama obat. Akhirnya ayahnya pun membelikan obat tersebut di sebuah apotik dengan harga yang sangat mahal. Bahkan sang ayah juga menyerahkan upah yang mahal untuk sang dokter. Akan tetapi, ang ayah tidak peduli dengan hal tersebut karena ia sangat berharap sang anak dapat sembuh dengan cepat.

Ketika sang anak melihat kasih sayang ayahnya, kedua bola matanya mengalirkan air matanya karena bahagia dan hatinya penuh dengan kegembiraan. Setelah beberapa hari kemudian, sang anak telah sembuh dari sakitnya kemudian berjanji kepada ayahnya untuk selalu melaksanakan nasihat-nasihatnya dan tidak lagi menyelesihi segala perintah-perintahnya sehingga sang anak merasa sehat dan hidup dalam ketentraman.

18.  Apa Kewajibanmu (Anak Perempuan) Kepada Kedua Orangtuamu? 

Jika engkau mengetahui kesusahan kedua orang tuamu dalam mendidikmu dan mengetahui betapa besarnya kecintaan mereka kepadamu, maka dengan apa engkau akan berbalas budi kepada mereka?. Tentu, engkau tidak akan sanggup untuk membalas budi kepada mereka kecuali engkau harus melakukan beberapa tata krama berikut:

Selalu melaksanakan perintah mereka berdua dengan penuh kecintaan dan penghormatan dan selalu melakukan segala sesuatu yang membuat mereka berdua merasa ridho: dengan cara engkau berbuat baik kepada mereka berdua. Allah SWT berfirman: (berbuat baiklah kepada kedua orang tuamu), selalu tersenyum di hadapan mereka berdua, bersalaman kepada mereka berdua setiap pagi dan sore, mendoakan umur panjang untuk mereka berdua dalam keadaan sehat dan afiyah, menjaga buku-bukumu dan baju-bajumu, menjaga segala peralatanmu, menata semuanya ditempatnya dengan baik, berusaha untuk mengulas pelajaranmu, melakukan segala sesuatu yang dapat membuat mereka berdua senang di dalam rumah maupun di luar rumah .

Menghindari segala sesuatu yang dapat menyakiti mereka berdua: janganlah mengeraskan suaramu di atas suara mereka berdua, akan tetapi berbicaralah kepada mereka dengan ucapan yang lembut. Allah SWT berfirman: (janganlah engkau berkata “ah” kepada mereka dan janganlah engkau menggertak mereka berdua, malainkan katakanlah kepada mereka dengan perkataan yang mulia). Dan janganlah engkau merengek kepada mereka dalam meminta sesuatu apalagi ketika di depan seorang tamu, jika mereka berudua melarangmu untuk meminta sesuatu dan marah kepadamu: janganlah marah (mengambek), janganlah memandang mereka berdua dengan pandangan tajam atau dengan wajah muram, jangan meggerutu kepada mereka berdua, melainkan diamlah dan terimalah segala nasihat-nasihatnya dengan penuh kebahagia dan kegembiraan. Hindari juga untuk berbohong dan mencaci maki kepada mereka berdua. Disebutkan dalam sebuah hadits: “Salah satu diantara dosa besar adalah cacian seorang anak kepada kedua orang tuanya”.

Ada seorang laki-laki datang kepada nabi SAW dan bertanya: wahai Rasulullah: siapakah orang yang berhak untuk aku muliakan? Nabi menjawab: ibumu. Ia bertanya lagi: kemudian siapa? Nabi menjawab: ibumu, lantas bertanya lagi: kemudian siapa? Nabi menjawab: ibumu. Lantas bertanya kembali: kemudian siapa? Nabi menjawab: ayahmu. Seorang anak perempuan yang selalu memperlakukan kedua orang tuanya dengan perlakuan yang baik akan mendapat ridha Allah dan ridha kedua orang tuanya. Disebutkan dalam hadits: “surge berada di telapak kaki ibu”.

19. Tata Krama Anak Perempuan kepada Saudara Perempuan dan Saudara Laki-lakinya

Bersikaplah sopan kepada saudara-saudara perempuan dan laki-lakimu karena mereka adalah orang yang paling dekat denganmu setelah kedua orang tuamu. Kedua orang tuamu sangat senang kepadamu apabila engkau bersikap sopan kepada saudara-saudarmu. Hormatilah saudara laki-lakimu dan saudara perempuanmu yang besar, iktutilah nasihat-nasihat mereka berdua, lakukanlah apabila mereka berdua memerintahkan sesuatu dan janganlah bersikap keras kepala kepada mereka berdua, sayangilah saudara laki-lakimu dan saudara perempuanmu yang masih kecil, berhati-hatilah untuk tidak menyakiti mereka dengan pukulan atau caci maki, memutus tali persaudaran, mengubah atau meminjam mainan-mainan mereka tanpa izin. Nabi Muhammad SAW bersabda: “bukanlah merupakan dari golongan kami, orang yang tidak menyayangi anak kecil diantara kita dan tidak mengetahui hak anak dewasa”. Dan Nabi bersabda: “tidaklah diperbolehkan kepada seorang muslim untuk mengasingkan saudaranya diatas 3 hari. Barang siapa yang mengasingkan lebih dari 3 hari kemudian meninggal, maka ia akan masuk neraka”.

Bersikaplah toleran kepada saudara laki-laki dan perempuanmu. Janganlah engkau berselisih denga saudara laki-lakimu atau saudara perempuanmu ketika akan memasuki kamar mandi atau pada permainan, atau ketika duduk di atas kursi, dan lain sebagainya. Jadilah engkau perempuan yang sabar, suka memberi maaf, tidak cepat marah, apabila sudara laki-laki dan perempuanmu berbuat jahat kepadamu, maka janganlah engkau membalas berbuat jahat kepada mereka, melainkan bersikaplah toleran kepada mereka.

Janglah engkau terlalu banyak bercanda dengan saudara laki-laki dan perempuanmu karena bercanda yang berlebihan dapat menyebabkan dendam dan pertengkaran. Apabila engkau melihat saudara laki-laki dan perempuanmu melakukan pebuatan yang tidak sesuai untuk mereka, maka nasihatilah mereka dengan penuh kelembutan dan janganlah engkau memberatkan mereka.

Tidaklah dapat dipungkiri bahwa kedua orang tuamu sangat senang denganmu. Jika engkau mengikuti tata krama ini. Oleh karena itu, hiduplah dengan saudara laki-laki dan perempuanmu dengan penuh ketentraman dan kebahagiaan.

20. Dua Saudara Perempuan yang Saling Mencintai

Ruqayyah dan Maryam merupakan dua perempuan yang saling bersaudara: mereka saling mencintai antar sesama dan saling menemani. Mereka berdua berangkat ke sekolah bersama-sama dan pulang dari sekolah juga bersama-sama, saling membantu dalam mengulas kitab-kitab, menghafal pelajaran baik di rumah maupun di sekolah. Dan di waktu luang mereka berdua bermain dan bercanda bersama-sama.

Pada sautu hari, ruqayyah membeli buah apel dari beberapa macam buah. Kemudian ia bertanya kepada ibunya seraya berkata: wahai ibu, kabarkan kepadaku dimana saudaraku, Maryam? Karena aku ingin membagi apel ini antara aku dan dia. Sang ibupun merasa sangat bahagia dan mengakabrkan kepada Ruqayyah bahwa Maryam berada di kebun.

Ruqayyahpun langsung cepat-cepat bergegas menuju ke kebun dan ternyata saudaranya sedang mengumpulkan bunga. Maryam ingin membuat sebuah buket lembar dari bunga-bunga tersebut. Lantas, Ruqayyah memberikannya buah apel sehingga iapun tersenyum dan merasa bahagia. Maryam berterima kasih kepada Ruqayyah atas kebaikan dan kelembutanya. Karena hal inilah, Maryam memberikan sebuah buket karangan bunga kepada Ruqayyah seraya berkata: dan inilah hadiahku untukmu wahai saudaraku yang mulia. Maryampun merasa senang atas hal tersebut dan Ruqayyahpun berkata: terima kasih banyak wahai saudaraku.

Seperti itulah kedua saudara perempuan ini hidup dalam ketentraman dan kebahagiaan.

21. Tata Krama Seorang Perempuan kepada Kerabat-kerabatnya

Anak perempuan yang berakal akan mencintai dan menghormati seluruh kerabat-kerabatnya seperti kakek dan neneknya, seluruh paman dan bibinya dari pihak ayah serta seluruh anak-anaknya, seluruh paman dan bibinya dari pihak ibu serta seluruh anak-anaknya sebagai bentuk melaksanakan firman Allah SWT: (Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua dan karib-kerabat). Mereka juga mencintainya dan kedua orang tuanya. Perempuan yang berakal juga akan bertata krama sebagaimana berikut:

Berinteraksi kepada orang yang lebih tua sepertihalnya ia berinteraksi dengan kedua orang tuanya, saudara-suadara perempuannya yang lebih dewasa dan juga berinteraksi kepada orang yang lebih muda sepertihalnya ia berinteraksi dengan saudara-saudara perempuannya yang lebih muda, bertatap muka kepada mereka dengan tatapn yang baik apabila ia setuju dengan mereka, berbicara kepada mereka dengan perkataan yang indah, melaksanakan segala peritahnya jika mereka memerintahkan sebuah perintah, membantu ketika mereka membutuhkan sesuatu, bertanya tentang mereka jika engkau tidak melihat mereka, janganlah engkau bertengkar dengan mereka atau menyela mereka atau bermuka masam di hadapan mereka, kunjungilah mereka dari waktu ke waktu terutama ketika hari raya atau beberapa kesempatan seperti ketika salah satu diantara mereka tertimpa sakit atau melahirkan atau hendak bepergian atau ketika kembali dari bepergian, maka berbahagialah engkau karena melihat mereka bahagia dan bersedih karena mereka sedih, berhati-hati dari niatan berakhlak jelek kepada mereka karena hal tersebut dapat menyebabkan Allah SWT marah, dan juga dapat membuat kedua orang tua atau karib kerabat dekatnya menjadi marah.

Anak perempuan yang berbuat baik kepada karib kerabatnya akan hidup dengan tenang dan dicintai, Allah akan melapangkan rizkinya dan memanjangkan umurnya sebagaimana dalam hadits: “Silaturahim dapat memperpanjang umur”.

22. Lubna dan Kerabatnya, Laila

Lubna adalah seorang anak perempuan kecil berumur 8 tahun. Ia anak yang taat kepada kedua orang tuanya, dicintai keluarganya dan seluruh umat manusia, ia memiliki kerabat bernama Laila, Laila adalah anak perempuan dari pamanya dari pihak ayah, Lubna sangat menyayangi Laila, setiap hari Lubna selalu membantu dan berbuat baik kepada Laila. Lubna sangat senang bertemu dengan Laila.

Lubna memiliki akhlak yang baik dan adab yang bagus. Oleh karena itu Lubna tidak mencemooh saudaranya, Laila walaupun ia anak perempuan miskin, bahkan Lubna sangan mengormati Lila dan selalu membuat hatinya merasa senang. Apabila Laila membutuhkan peralatan sekolah, Lubna selalu meminjaminya, dan apabila Laila ingin meminjam sesuatu darinya, Lubna tidak berbuat bakhil kepada Laila.

Pada suatu hari, seoran guru memerintahkan semua murid-muridnya untuk membeli kitab Akhlak untu anak perempuan. Kemudian Lubna membeli dua kitab. Kemudian, Lubna menghadiahkan satu kitab kepada kerabatnya, Laila.

Ketika sang guru mendengar berita itu, ia merasa sangat senang, dan mengucapkan rasa terima kasih di depan teman-temannya, serta memotivasi mereka untuk mencontoh perilaku atau akhlak Lubna yang sangat baik. (*)

 

(Bersambung …. )

Immim pangkep

Tulisan Lainnya

0 Komentar

KELUAR