
Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)
BLOGGURU – Sudah kenal dengan Imam Al-Muzani? Jika mengenal nama besar Imam Syafi’i, harusnya juga mengenal Imam al-Muzani. Ya, Imam al-Muzani adalah murid senior Imam Syafi’i dan punya kitab yang sangat bagus membahas masalah akidah yang diberinya judul kitab, “Syarhus Sunnah”.
Nama lengkap Imam al-Muzani adalah Abu Ibrahim Ismail bin Yahya bin Isma’il bin ‘Amr bin Muslim Al-Muzani Al-Mishri. Al-Muzani adalah nama yang disandarkan pada Muzainah bin Add bin Thabikhah bin Ilyas bin Mudhar bin Nizar bin Ma’add bin ‘Adnan. Nama asli dari Muzainah adalah ‘Amr. Ia memakai nama ibunya yaitu Muzainah binti Kalb bin Wabrah. Muzainah adalah ibu dari qabilah yang sangat masyhur.
Beliau lahir pada tahun 175 Hijriyah, pada tahun saat Al-Laits bin Sa’ad meninggal dunia. Diantara Guru Imam Al-Muzani yang terkenal adalah Imam Muhammad bin Idris Asy-Syafi’I (wafat: 204 H), ‘Ali bin Ma’bad bin Syaddad (wafat: 218 H), Nu’aim bin Hammad, dan Ashbag bin Nafi.
Diantara Murid-murid Imam Al-Muzani adalah Abu Bakr Muhammad bin Ishaq bin Khuzaimah (Penulis kitab Shahih Ibnu Khuzaimah, wafat tahun 311 H), Abu Ja’far Ahmad bin Muhammad bin Salamah Ath-Thahawi (wafat tahun 321 H), Abul Qasim ‘Utsman bin Bassyar Al-Anmathi, gurunya Ibnu Suraij (wafat tahun 288 H), Abu Yahya Zakariyya bin Yahya As-Saji (Guru di Bashrah, wafat tahun 307 H), Al-Anmathi dan As-Saji, Abul Hasan Ahmad bin ‘Umair bin Jausha’ Ad-Dimasyqi (wafat tahun 320 H), Abu Nu’aim ‘Abdul Malik bin Muhammad ‘Adi Al-Jarjani (wafat tahun 251 H), dan Abu Muhammad ‘Abdurrahman bin Abi Hatim Ar-Razi (Penulis kitab Al-Jarh wa At-Ta’dil, wafat tahun 327 H).
Sanjungan Para Ulama terhadap Imam Al-Muzani
– Imam Syafi’i mengatakan bahwa Imam Al-Muzani adalah penolong madzhab beliau. (Siyar A’lam An-Nubala’, 12:493);
– Imam Adz-Dzahabi pada awal menyebut biografi, beliau rahimahullahmenyatakan, “Imam Al-Muzani adalah al-‘allamah, orang yang fakih dalam agama ini, dan orang yang zuhud.” (Siyar A’lam An-Nubala’, 12:492);
– ‘Amr bin ‘Utsman Al-Makki berkata, “Aku tidaklah pernah melihat seseorang yang rajin ibadah yang sangat semangat melebihi Imam Al-Muzani dan tidak ada yang bisa ajeg dalam ibadah selain beliau. Aku pun tidak pernah melihat orang yang paling mengagungkan ilmu dan ahli ilmu selain beliau. Beliau terkenal sangatlah wara’, dan sifat ini sudah diketahui banyak orang.” Imam Al-Muzani pernah berkata bahwa akhlaknya itu diambil dari akhlaknya Imam Syafi’i;
– Pujian Imam Adz-Dzahabi mengenai ibadah beliau, “Telah sampai kepadaku bahwa Imam Al-Muzani ketika selesai merampungkan bahasan satu masalah yang ia masukkan dalam kitab mukhtasharnya, setelahnya ia shalat lillah dua raka’at.” (Siyar A’lam An-Nubala’, 12:493-494);
– Imam Al-Muzani juga ketika luput dari satu shalat jama’ah, ia menebusnya dengan mengerjakan shalat itu dua puluh lima kali. (Siyar A’lam An-Nubala’, 12:495);
– Imam Al-Muzani juga biasa memandikan jenazah dalam rangka ta’abbud (ibadah) dan mencari pahala. Ia biasa memandikan jenazah untuk melembutkan hati beliau, sehingga hal itu dijadikan kebiasaan. Beliaulah yang dulunya memandikan jenazah Imam Syafi’i rahimahullah.
Imam Al-Muzani meninggal dunia pada tahun 264 H, pada bulan Ramadhan, pada usia 89 tahun.
Tentang Kitab Syarhus Sunnah
Syarhus Sunnah secara harfiyah artinya penjelasan Aqidah. Aqidah disebut Sunnah (periwayatan), karena dibangun di atas dalil bukan akal, dan rujukan utamanya adalah hadits shohih bukan akal dan filsafat.
Kitab Syarhus Sunnah karya Al-Muzani ini menjadi besar martabatnya karena kedudukan penulisnya, di mana beliau adalah satu dari 3 murid utama Imam Asy-Syafi’i (Al-Robi bin Sulaiman, Al-Muzani, Al-Buwaithi), dan pemilik kitab Mukhtashor Al-Muzani (kitab fiqih pertama dan utama dalam madzhab As-Syafi’i). Dalam menyusun kitab ini, ia menghabiskan usianya selama 20 tahun: “Aku menyusun kitab ini selama 20 tahun. Aku mengoreksinya sebanyak 3 kali dan aku ubah isinya. Setiap kali aku ingin menyusunnya, kuawali dengan puasa 3 hari dan sholat sekian rokaat.”(Manāqibu Asy-Syāfi’ī, 2/349, Al-Baihaqi)
Di antara kegigihannya dalam mengkaji adalah ucapannya: “Aku membaca kitab Ar-Risalah karya Asy-Syafii sebanyak 500 kali hatam. Setiap kali kuulang lagi, aku mendapatkan faidah baru yang belum kudapatkan sebelumnya.” Ia juga berkata: “Aku mengkaji kitab Ar-Risalah karya Asy-Syafi’i semenjak 50 tahun.”(Manāqibu Asy-Syāfi’ī, 2/236, Al-Baihaqi)
Tentang ibadahnya, Yusuf bin Abdul Ahad Al-Qumi berkata: “Aku pernah menemani Al-Muzani pada malam yang sangat dingin sementara matanya sedang sakit. Dia sering memperbaruhi wudhu lalu berdoa. Ketika ia mulai mengantuk, ia berdiri untuk merperbaruhi wudhu lagi, dan ia melakukan itu sebanyak 17 kali.”(Manāqibu Asy-Syāfi’ī, 2/340, Al-Baihaqi)
Adz-Dzahabi memujinya sebagai “imam (pemimpin ulama), ‘allāmah (memiliki murid-murid yang menjadi ulama), faqih, simbol kezuhudan.”(Siyar Alāmin Nubalā, 12/217, Adz-Dzahabi)
Di antara muridnya yang terkenal adalah Imam Ibnu Khuzaimah penyusun Shohih Ibnu Khuzaimah dan Kitabut Tauhid, Ibnu Abi Hatim Ar-Rozi penyusun kitab pertama dalam Jarh wa Ta’dil, dan Abu Ja’far Ath-Thohawi, keponakannya, penyusun Aqidah Thohawiyah.
Kitab ini mendapat perhatian oleh para ahli ilmu dengan dihafal, diterjemahkan, dan disyarah (dijabarkan). Di antara ulama yang mensyarahnya adalah Prof. Dr. Abdurrozzaq bin Abdulmuhsin Al-Badr dan Dr. Kholid bin Mahmud Al-Juhani.
Demikian catatan singkat tentang Imam al-Muzani dan Kitab Syahrus Sunnah. Semoga bermanfaat adanya. Barakallahu fiikum. (*)
(* Muhammad Farid Wajdi, Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM MInasatene-Pangkep.