
Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)
BLOGGURU – Penyakit hati bukanlah sembarang penyakit. Yang bisa menyembuhkan penyakit hati tentu bukanlah dokter atau tabib, apalagi jika sandaran pengobatannya hanyalah obat-obatan kimia. Malah bisa lebih parah, karena dapat menimbulkan efek samping bagi tubuh secara fisik.
Obat bagi penyakit hati disebutkan al-‘Allamah Muhammad Mawlud walad Ahmad Fal asy-Syinqithi رحمة الله عليه dalam manzhumah Math-haratil Qulub,
Artinya:
“Dan terkumpul obat penyakit hati, (seperti) menahan diri yang nafsu yang dituruti,”
وَسَغَبٌ وَسَهَرُ اللَّيَــالِــــي ۞ وَالصَّمْتُ وَالْفِكْرَةُ وَهْوَ خَالِــي
“lalu menahan lapar, terjaga di malam hari, diam dan merenung, yang itu memfokuskan diri,”
“lalu bersahabat dengan orang-orang baik dan yang berada pada kebenaran, yang memberi petunjuk dengan kondisi mereka dan melalui ucapan,”
serta memohon pertolongan kepada Dia (Allah) yang tempat kembali segalanya, maka itu semua ialah obat yang amat berguna”.
Jadi, kunci kebaikan hati, terhindar dari penyakit hati adalah dengan memperbagus hubungan dengan Allah (hablun minAllah) dan hubungan dengan sesama manusia (hablun minanNaas), serta selalu meningkatkan ibadah, sedekah, peduli dan berbagi serta selalu pula berinteraksasi dengan Al-Qur’an. Bukankah dengan membaca al-Qur’an dan selalu mengingat Allah, hati akan tenang.
Semoga kita semua terhindar dari penyakit hati. Baarakallahu fiikum. (*)
(* Muhammad Farid Wajdi, Guru Al-Qur’an-Hadits/Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep.